nunchi adalah

Apakah kamu sebelumnya pernah mendengar apa itu nunchi? Nunchi adalah suatu seni untuk memahami apa yang orang-orang pikirkan dan apa yang mereka rasakan untuk membantu meningkatkan kualitas hubungan dan memudahkan untuk berinteraksi dengan orang lain.

Yuk, ketahui tentang nunchi lebih lengkap pada ulasan berikut ini.

Apa itu nunchi?

drama korea untuk hari kesehatan mental sedunia

Nunchi adalah konsep budaya Korea yang berarti kemampuan membaca situasi atau keadaan orang lain dan bertindak secara tepat dalam situasi tersebut. Konsep ini dapat diterjemahkan sebagai “intuisi situasional” atau “sensitivitas situasional”.

Nunchi dapat mencakup kemampuan membaca bahasa tubuh, nada suara, dan ekspresi wajah orang lain, serta pemahaman tentang norma-norma sosial dan budaya yang ada dalam situasi tertentu.

Dengan memiliki nunchi yang baik, seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain dengan lebih efektif, menghindari konflik, dan membuat keputusan yang lebih baik dalam situasi yang kompleks.

Skinship Adalah Sentuhan Fisik, Mengapa Idol KPop Suka Melakukannya?

Nunchi dalam budaya Korea

Nunchi merupakan salah satu jenis kecerdasan emosional. Ini menyiratkan kemampuan seseorang untuk memproses informasi yang ada di sekitar dengan cepat. Di Korea sendiri, nunchi sudah diajarkan pada anak-anak sedini mungkin. Anak-anak sudah diajari pentingnya untuk terhubung dengan lingkungan dan apa yang ada disekitarnya.

Biasanya, anak-anak sudah diperkenalkan dengan nunchi sejak usia 3 tahun. Konsep nunci tersebut dipelajari dan diaplikasikan di rumah dan di sekolah.

10 Tips Makeup Korea, Tampil Awet Muda Dan Natural!

Misalnya, ketika anak diajarkan untuk melakukan tugas kebersihan di sekolah, atau mengajari aturan lainnya yang ada di lingkungan sekitar. Anak-anak juga sudah diajari konsekuensi dari tindakan yang mereka perbuat dan bagaimana cara untuk menghormati dan merawat lingkungan sejak dini. Bahkan, kesopanan dan rasa hormat merupakan pilar bagi masyarakat Korea. 

Sikap nunchi akan membantu seseorang untuk menempatkan diri dan bertindak secara cepat. Ini karena mereka yang memiliki sikap nunchi dapat menangkap perubahan informasi sosial di sekitar mereka dengan cepat. 

Aturan nunchi

tempat wisata di korea selatan untuk kpopers

Kamu juga perlu tahu nih sejumlah aturan nunchi berikut ini.

1. Kosongkan pikiran

Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah mengosongkan pikiran untuk menyingkirkan berbagai praduga dan dapat mengamati lingkungan sekitar dengan tajam.

2. Sadarilah efek pengamat nunchi

Dalam fisika kuantum ada konsep yang dinamakan dengan efek pengamat. Dimana kita mengubah banyak hal hanya dengan mengamatinya. Ini juga berlaku ketika kamu memasuki ruangan dan kamu dapat mengubah suasana ruangan tersebut dengan kehadiranmu di sana.

Kamu perlu bersikap hormat ketika baru memasuki ruangan dan amati sekeliling terlebih dahulu.

3. Semua orang berada di ruangan tersebut terlebih dahulu

Bersikaplah sebagai sosok yang waspada dan adaptif pada lingkungan sekitar. Perhatikan lingkungan sekitar untuk mengumpulkan informasi. Kamu bisa mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam sebuah rungan ketika kamu tiba. Jangan lupa untuk mempertajam insting karena situasi bisa terus berubah.

Mau Diet Sehat? Cobain Diet Ala Korea Ini Yuk

4. Tidak perlu banyak bicara

Tidak semua jawaban kamu peroleh hanya dengan bertanya. Jika kamu mengamati, kamu juga bisa mendapatkan jawaban pertanyaan kamu tanpa harus mengajukan pertanyaan.

Ini karena kita dapat belajar banyak dengan menyimak ketimbang banyak bicara. 

5. Tata krama ada karena suatu alasan

Tata krama dalam nunchi adalah hal yang sangat penting. Tata krama berguna supaya semua orang merasa nyaman dan bukan membuat kita merasa lebih unggul atau merasa lebih baik dari yang lain.

6. Bacalah apa yang tersirat

Orang tidak selalu mengatakan apa yang mereka rasakan dan apa yang mereka pikirkan dengan gamblang. Jika kamu memiliki nunchi yang baik, jamu dapat memahami atau menyadari isyarat yang ada di sekitar.

7. Kesalahan yang tidak disengaja tetaplah kesalahan

Jika kamu melakukan kesalahan yang tidak disengaja, ini bisa sama buruknya dengan kesalahan yang sengaja kamu lakukan.

Misalnya adalah ketika kamu menanyakan pertanyaan yang menyinggung, seperti “apa kamu kurusan?” Ini bisa diartikan sebagai sesuatu yang buruk bagi penerima pertanyaan. Ini adalah salah satu nunchi yang buruk.

Pasalnya, perubahan berat badan bisa disebabkan oleh banyak hal seperti penyakit, stres, atau masalah lainnya. Meskipun niat kamu tidak buruk, namun orang bisa salah mengartikannya.

Dengan melakukan nunchi, kamu bisa mengurangi kemungkinan menyinggung orang lai secara tidak sengaja.

8. Jadilah orang yang gesit dan cepat

Kecepatan adalah hal yang penting untuk memiliki nunchi yang baik. Kamu mungkin sering mendengar ungkapan ‘lamban asam selamat’ ungkapan ini tidak berlaku jika kamu ingin melakukan nunchi. Pasalnya, meskipun kamu benar tapi bersikap lambat dan tidak cepat hal ini bisa jadi tidak berguna.

Cara menerapkan nunchi

Seperti yang kita tahu, nunchi adalah memahami apa yang orang pikirkan dan mampu membaca situasi dengan baik. Lantas, bagaimana sih cara menerapkan nunchi tersebut? Kamu bisa coba beberapa cara berikut ini. 

  1. Mencari panduan nunchi

Mencari panduan untuk melakukan nunchi akan sangat membantu. Apalagi jika kamu memiliki mentor yang selalu tahu tentang bagaimana cara mengerti pikiran orang lain dan mampu membaca situasi dengan baik. 

2. Lebih banyak mendengar daripada berbicara

Dengarkan apa yang orang lain katakan dan perhatikan ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka. Menjadi pendengar yang baik akan memudahkan kamu untuk berkomunikasi dengan mereka dan dapat berempati dengan lebih mudah.

3. Perhatikan tata krama

Mempelajari tata krama sangat penting. Cari tahu tata krama yang dianut di setiap tempat. Dengan begitu, dimanapun tempatnya, kamu bisa membuat orang lain tetap merasa nyaman.

4. Ketahui apa yang tersirat

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, mengetahui apa yang tersirat sangat penting karena tidak semua orang mengatakan apa yang ada di pikiran mereka. Kamu bisa mengamati ekspresi, gestur dan lainnya untuk mengetahui makna yang tersirat tersebut.

Penulis: Intan Dwiyanti

Share artikel ini
Reference