Berapa lama masa infeksi HIV

Akibat gejala awalnya ringan, orang-orang dengan human immunodeficiency virus (HIV) mungkin tidak tahu bahwa mereka terinfeksi. Bahkan, mereka dapat menyebarkan HIV ke orang lain tanpa menyadarinya. Lantas, berapa lama masa infeksi HIV? Nah, untuk memperingati Hari HIV dan AIDS pada Wanita dan Anak Perempuan yang jatuh tiap 10 Maret, yuk kita bahas, Yoonies!

Sebelum mengetahui tahapan infeksinya, kamu perlu mengenal sekilas tentang HIV/AIDS. HIV merupakan salah satu virus yang menyebabkan munculnya penyakit Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS). 

Faktanya, HIV dapat menginfeksi dan menghancurkan sel-sel sistem kekebalan (sel-T) sehingga membuat tubuhmu sulit atau bahkan tidak mampu untuk melawan penyakit lain hingga penyakit ringan sekali pun. 

Ketika HIV sudah sangat melemahkan sistem kekebalan tubuhmu, nantinya kamu jauh lebih berisiko mengalami sindrom imunodefisiensi. Perlu diketahui bahwa HIV dapat menular ketika darah, air mani, atau cairan vagina yang terinfeksi masuk ke dalam tubuh. 

Apakah HIV Bisa Menular Lewat Air Liur? Ini Fakta yang Perlu Diketahui!

Apa saja gejala HIV?

Tak sedikit orang yang mengalami penyakit seperti flu singkat selama 2-6 minggu setelah terinfeksi HIV yang berlangsung selama 1-2 minggu.

Setelah tahap pertama berlalu, kebanyakan orang dengan HIV akan mulai merasa lebih sehat dan tidak merasakan gejala apa pun selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Padahal, virus tersebut terus merusak sistem kekebalan tubuh kamu. 

Mengingat tidak adanya gejala, ini berarti banyak orang dengan HIV tidak tahu jika mereka telah terinfeksi. Apabila setelah bertahun-tahun terinfeksi HIV dan tidak segera diobati, kemungkinan besar kamu akan terkena infeksi yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur sehingga tubuhmu tidak lagi cukup kuat untuk melawan. 

Itu bisa menjadi tanda bahwa infeksi yang kamu alami telah berubah dari HIV menjadi AIDS dan kamu akan mengalami gejala berupa:

  1. Penurunan berat badan
  2. Diare
  3. Demam
  4. Batuk yang tidak kunjung sembuh
  5. Sering berkeringat di malam hari
  6. Kerap alami masalah mulut dan kulit
  7. Sering mengalami infeksi 

Perlu diingat bahwa meskipun kamu mengalami gejala seperti flu singkat yang berlangsung 1-2 minggu, itu tidak secara otomatis mendiagnosis kalau kamu positif HIV. Pasalnya, banyak penyakit yang berbeda yang memiliki gejala sama.

Namun, siapa pun yang menunjukkan gejala HIV, penting untuk menghubungi dokter sesegera mungkin demi mendapatkan tes dan diagnosis yang cepat.

Ciri-ciri HIV Aids yang Perlu Kamu Ketahui

Berapa lama masa infeksi HIV?

tahapan infeksi hiv

Perlu diketahui bahwa tanpa pengobatan, infeksi HIV dapat berkembang secara bertahap dan semakin memburuk dari waktu ke waktu. Dengan begitu, semakin lama HIV akan menghancurkan sistem kekebalan dan akhirnya menyebabkan sindrom imunodefisiensi (AIDS).

Menjawab berapa lama masa infeksi HIV, sebenarnya HIV sendiri terdiri dari tahapan-tahapan berikut ini!

1. Infeksi HIV akut

Infeksi HIV akut adalah tahap paling awal. Berapa lama masa infeksi HIV akut? Jawabannya, infeksi akut dapat berkembang dalam 2-4 minggu setelah terinfeksi HIV. Selama ini, beberapa orang mengalami gejala mirip flu, seperti demam, sakit kepala, dan ruam. Pada tahap infeksi akut, HIV berkembang biak dengan cepat dan menyebar ke seluruh tubuh.

Selain demam, flu, ruam, dan sakit kepala, penderita HIV infeksi akut juga bisa mengalami gejala berupa:

  1. Kelelahan
  2. Nyeri otot
  3. Sakit tenggorokan
  4. Pembengkakan kelenjar getah bening
  5. Nyeri sendi
  6. Berkeringat di malam hari
  7. Diare

Pada tahap infeksi HIV akut, prosesnya berkembang dengan cepat dan menyebar ke seluruh tubuh. Virus menyerang dan menghancurkan sel CD4 yang melawan infeksi (limfosit T CD4) dari sistem kekebalan tubuh. Selama tahap infeksi HIV akut, kadar HIV dalam darah sangat tinggi sehingga tingkat risiko penularan HIV sangat tinggi.

2. Infeksi HIV kronis

Tahap kedua infeksi HIV adalah infeksi HIV kronis yang disebut sebagai infeksi HIV tanpa gejala atau latensi klinis. Pada tahap ini, HIV terus berkembang di dalam tubuh tetapi pada tingkat yang sangat rendah. 

Seseorang dengan infeksi HIV kronis mungkin tidak mengalami gejala terkait HIV. Namun, adapun gejala yang bisa terjadi pada infeksi HIV kronis bisa berupa:

  1. Kandidiasis vagina atau infeksi jamur
  2. Bercak putih yang tampak kabur di lidah akibat leukoplakia
  3. Herpes zoster
  4. Kerusakan saraf atau neuropati
  5. Displasia serviks
  6. Purpura trombositopenik idiopatik

3. AIDS

AIDS adalah tahap akhir infeksi HIV yang paling parah dan terjadi ketika infeksi HIV seseorang secara drastis menurunkan jumlah CD4-nya. Sel CD4 atau sel-T adalah sejenis sel darah putih untuk melindungi tubuh dari mikroba penyebab penyakit. Faktanya, virus HIV menginfeksi sel-sel tersebut dan membuatnya tidak dapat menjalankan fungsi sebagaimana mestinya.

Jumlah CD4 yang normal adalah 500–1.400 sel CD4 per mikroliter (mcl). Seseorang dikatakan mengidap AIDS jika jumlah CD4-nya di bawah 200 sel CD4 per mcl. Setelah seseorang didiagnosis dengan AIDS, viral load-nya tinggi dan dapat menularkan HIV kepada orang lain dengan sangat mudah. 

HIV pada Ibu Hamil: Ciri-ciri, Tingkat Penularan, dan Bahayanya

Apakah bisa dicegah?

Bukan sekadar bersentuhan, seseorang bisa tertular atau menularkan HIV hanya melalui aktivitas tertentu, seperti seks atau penggunaan narkoba suntikan. HIV hanya dapat ditularkan dalam cairan tubuh tertentu dari orang yang mengidap HIV, seperti darah, air mani, cairan pra-mani, cairan dubur, cairan vagina, dan ASI.

Selain itu, HIV juga dapat menyebar dari seorang wanita dengan HIV ke anaknya selama kehamilan atau masa menyusui. Siapa pun bisa tertular HIV, tapi kamu bisa mengambil langkah-langkah untuk melindungi diri dari HIV, seperti:

  1. Lakukan tes HIV
  2. Gunakan kondom setiap kali berhubungan seks
  3. Batasi jumlah pasangan seksualmu
  4. Jangan menyuntikkan narkoba
  5. Memanfaatkan obat pencegahan HIV, seperti profilaksis pra pajanan (PrEP) dan profilaksis pasca pajanan (PEP)

Apabila kamu mengidap HIV, ada banyak tindakan yang dapat kamu lakukan untuk mencegah penularan HIV ke orang lain. Jadi, jawaban dari berapa lama masa infeksi HIV terjadi sebenarnya tergantung pada tahapan infeksi yang dialami oleh seseorang ya, Yoonies!


Penulis: Silvia Wardatul

Share artikel ini
Reference