apakah hiv bisa menular lewat air liur

Tahukah kamu kalau besok, tepat pada 10 Maret, diperingati sebagai Hari HIV & AIDS pada wanita dan anak perempuan? Nah, mengenai topik tersebut, masih banyak yang belum aware dengan cara penularannya, lho. Bahkan, yang sering jadi pertanyaan, apakah HIV bisa menular lewat air liur atau tidak. Yuk, simak faktanya di artikel ini!

Sudah menjadi rahasia umum bahwa HIV adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel darah putih yang disebut sel CD4. HIV menghancurkan sel CD4 ini, melemahkan kekebalan seseorang terhadap infeksi oportunistik, seperti tuberkulosis dan infeksi jamur, infeksi bakteri parah, dan beberapa jenis kanker.

Meski banyak orang mengetahui kalau penyakit ini menular, namun sayangnya masih ada saja yang salah paham tentang cara penularan human immunodeficiency virus (HIV). Faktanya, penyakit akibat virus ini dapat menular dari satu orang ke orang lainnya.

Cara paling umum penyebaran HIV adalah melalui seks, termasuk seks oral dan anal, yang tidak dilindungi oleh kondom. HIV juga dapat ditularkan dengan berbagi jarum suntik oleh pengidap HIV.

Bahkan, orang hamil dengan HIV juga dapat menularkan virus ke anaknya selama kehamilan, persalinan, dan menyusui. Namun, banyak orang yang hidup dengan HIV dapat memiliki bayi HIV-negatif yang sehat dengan mendapatkan perawatan prenatal yang baik.

Apakah HIV bisa menular lewat air liur?

Tak sedikit orang yang khawatir akan kesehatan dirinya dan pasangan pengidap HIV akibat kurangnya edukasi mengenai HIV. Tak jarang pula yang bertanya apakah HIV bisa menular melalui air liur dan kebanyakan beranggapan bahwa berciuman dapat menularkan HIV melalui air liur. 

Jawaban dari apakah HIV bisa menular melalui air liur, tentu tidak. Sebuah studi menunjukkan bahwa virus HIV menyebar melalui pertukaran cairan tubuh seperti darah, air mani, dan cairan vagina, tetapi bukan air liur. 

Meskipun HIV dapat dideteksi dalam air liur, namun HIV tidak seperti virus pilek atau flu. Pasalnya, HIV tidak dapat ditularkan ke orang lain melalui ciuman karena kombinasi antibodi dan enzim yang ditemukan secara alami dalam air liur mencegah HIV menginfeksi sel baru.

HIV hanya dapat ditularkan ketika cairan tertentu dari orang HIV-positif bergerak langsung ke aliran darah atau melalui selaput lendir orang HIV-negatif. Jadi, air mata, ludah, keringat, dan kontak kulit ke kulit biasa tidak dapat menularkan HIV.

Perlu diketahui bahwa darah memang dapat membawa HIV. Dalam kasus yang jarang terjadi ketika orang positif HIV dan ia memiliki darah di mulutnya, kemudian orang yang menerima ciuman mulut terbuka juga memiliki luka berdarah aktif di mulut (seperti gusi berdarah, luka, atau luka terbuka) ciuman mulut dapat mengakibatkan penularan virus.

Namun, hanya ada satu kasus yang terdokumentasi dan kejadian ini dilaporkan pada 1990-an.

Ciri-ciri HIV Aids yang Perlu Kamu Ketahui

Apa saja cara penularan HIV?

cara penularan hiv

Jika air liur bukan suatu media yang dapat menularkan HIV, lantas HIV dapat menular melalui apa saja, ya? Perlu diketahui bahwa seseorang yang hidup dengan HIV hanya dapat menularkan virus melalui cairan tubuh tertentu jika mereka memiliki viral load yang terdeteksi. Cairan ini meliputi:

  1. Darah
  2. Air mani
  3. Cairan vagina
  4. Cairan anus
  5. Air susu ibu (ASI)

Penularan virus ini baru akan terjadi jika cairan ini kemudian bersentuhan dengan selaput lendir (seperti vagina, penis, rektum, atau mulut), luka, atau disuntikkan langsung ke aliran darah.

Sebagian besar kasus, HIV menyebar dengan cara:

  1. Melakukan hubungan seks anal atau vaginal dengan seseorang yang mengidap HIV tanpa menggunakan kondom atau minum obat untuk mencegah penularan HIV.
  2. Berbagi jarum atau berbagi peralatan yang digunakan untuk menyiapkan obat untuk disuntikkan dengan seseorang yang mengidap HIV.

Pada kasus yang jarang terjadi, HIV juga dapat menyebar dengan cara:

  1. Seseorang yang didiagnosis positif HIV yang menularkan virus ke anak mereka selama kehamilan, persalinan, dan menyusui.
  2. Tidak sengaja tertusuk jarum yang terkontaminasi HIV.
  3. Seks oral, jika pengidap HIV ejakulasi ke dalam mulut pasangannya dan pasangannya memiliki luka atau lesi terbuka.
  4. Transfusi darah atau transplantasi organ yang mengandung HIV.
  5. Makanan yang telah dikunyah terlebih dahulu (premasticated) oleh pengidap HIV yang di mana terdapat luka berdarah dalam mulutnya dan bercampur dengan makanan ketika dikunyah, kemudian orang yang menerima makanan yang dikunyah tersebut memiliki luka terbuka di mulutnya.

Sering Tak Terdeteksi, Ini Tanda HIV Pada Anak

Hal yang tidak menularkan HIV

Sudah mengetahui hal-hal apa saja yang dapat menularkan HIV, kini kamu juga harus mengetahui bahwa HIV tidak dapat menular melalui beberapa hal, seperti:

  1. Melalui udara
  2. Berjabat tangan
  3. Berbagi toilet atau kamar mandi, sebab HIV tidak menyebar melalui urin atau feses maupun keringat
  4. Air liur
  5. Air seni
  6. Dari serangga atau hewan peliharaan
  7. Darah atau air mani yang kering, sebab HIV tidak dapat bertahan lama di luar tubuh. Jika terjadi kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya yang telah mengering atau berada di luar tubuh untuk sementara waktu, maka tidak ada risiko penularan.

Gejala HIV pada Wanita: Cek Selengkapnya di Sini!

Jadi, menjawab pertanyaan apakah HIV bisa menular lewat air liur atau tidak, jawabannya seseorang tidak dapat tertular HIV hanya karena air liur ya, Yoonies!


Penulis: Silvia Wardatul

Share artikel ini
Reference