apakah keputihan bisa menghambat menstruasi

Keputihan secara medis dikenal sebagai leukorrhea, yaitu kondisi sekresi alami yang keluar dari vagina. Sekresi ini sebagai pelumas dan mencegah infeksi. Pada dasarnya, jenis, warna, dan volume keputihan bisa berbeda-beda pada setiap orang tergantung waktu dan siklus menstruasinya. Lalu, apakah keputihan bisa menghambat menstruasi? Yuk, cek faktanya di artikel ini.

Keputihan biasanya bisa didorong oleh perubahan hormonal. Tak hanya masalah keputihan, beberapa wanita juga kerap kali mengalami masalah pada siklus haid. Tak sedikit wanita yang mengeluhkan menstruasinya yang datang terlambat atau tidak mengalami menstruasi sama sekali dalam 28 hari.

Padahal, dalam siklus yang normal, wanita akan mengalami menstruasi setiap 28 hari. Kendati demikian, siklus ini bisa lebih pendek atau justru lebih lama, sekitar 21 hingga 40 hari. Nah, sebenarnya ada banyak alasan siklus menstruasi wanita tidak datang tepat pada waktunya atau datang terlambat. Akibatnya, beberapa wanita pun beranggapan apakah keputihan bisa menghambat menstruasi atau tidak.

8 Penyebab Menstruasi Telat, dari Stres hingga Masalah Tiroid

Apakah keputihan bisa menghambat menstruasi?

Tak bisa dipungkiri bahwa telat haid bisa membuat wanita khawatir. Haid yang datang terlambat atau terlewat bisa terjadi karena berbagai alasan selain kehamilan. Penyebab umum telat haid meliputi ketidakseimbangan hormon hingga kondisi medis yang serius.

Di samping alasan ketidakseimbangan hormon, tak sedikit pula yang penasaran apakah keputihan bisa menghambat menstruasi Faktanya, penyebab keputihan sebelum haid bisa meliputi:

1. Perimenopause

Perimenopause terjadi sebelum menopause. Selama masa ini, beberapa orang mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur atau bahkan mengalami keputihan. Keputihan sebelum masa perimenopause bisa berwarna bening, putih, coklat, merah muda, atau merah. 

2. Polycystic ovarian syndrome (PCOS)

Sindrom polikistik ovarium atau polycystic ovarian syndrome (PCOS) adalah kondisi hormonal umum yang dapat menyebabkan menstruasi tidak teratur dan muncul bercak atau keputihan. Dalam beberapa kasus, penderita PCOS hanya mengalami bercak ringan pada saat menstruasi.

3. Tanda awal kehamilan

Peningkatan hormon yang cepat pada awal kehamilan dapat menyebabkan keputihan. Ini terjadi karena serviks membangun penghalang lendir yang tebal untuk menutup rahim dan melindungi embrio yang sedang berkembang. Keputihan pada awal kehamilan bisa berwarna cokelat atau merah muda.

Selain itu, jika kamu melakukan hubungan seks tanpa pengaman dan mengalami peningkatan keluarnya cairan yang tidak normal tanpa bau yang menyengat mendekati waktu haid, cobalah untuk melakukan tes kehamilan atau segera berkonsultasi dengan dokter.

Bingung Kapan Haid? Ini Ciri-ciri Menstruasi Akan Datang

Penyebab menstruasi telat

penyebab menstruasi telat

Apabila kamu kerap mengalami menstruasi telat atau tidak mengalami menstruasi sama sekali selama maksimal 40 hari, berikut penyebab yang mungkin saja terjadi:

1. Stres

Stres menjadi salah satu faktor penyebab siklus menstruasi bisa menjadi lebih lama atau lebih pendek. Bahkan, menstruasi bisa berhenti sama sekali dan mungkin menjadi lebih menyakitkan.

Untuk itu, cobalah untuk menghindari stres dengan memastikan bahwa kamu memiliki waktu untuk bersantai. Jika kamu merasa sulit mengatasi stres, segeralah temui psikiater dan psikolog untuk membicarakan hal ini.

2. Penurunan berat badan drastis

Penurunan berat badan yang berlebihan atau tiba-tiba dapat menyebabkan menstruasimu berhenti. Jika penurunan berat badan disebabkan oleh gangguan makan, seperti anoreksia, biasanya dokter akan merekomendasikan untuk dirujuk ke dokter spesialis.

3. Kelebihan berat badan

Kelebihan berat badan juga dapat memengaruhi siklus menstruasi. Jika kamu kelebihan berat badan, tubuh kamu mungkin memproduksi estrogen (salah satu hormon yang mengatur sistem reproduksi pada wanita) dalam jumlah berlebih. Hal inilah yang akan menyebabkan menstruasimu berhenti atau telat haid.

Gejalanya Mirip, Ternyata Ini 6 Perbedaan Telat Haid dengan Hamil

Cara mengatasi telat haid

Jika haid atau menstruasi kamu tampak tidak teratur, tetapi hasil tes menunjukkan kamu tidak hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter secepatnya. Ada banyak alasan dan kondisi yang dapat menjadi pencetus masalah tersebut.

Nantinya, dokter akan mendiagnosis dengan tepat alasan kamu telat menstruasi. Untuk mendukung proses diagnosis, catat perubahan siklus menstruasimu dan perubahan kesehatan lainnya. Jika mengalami mengalami gejala, seperti pendarahan berat, demam, mual dan muntah, pendarahan lebih dari 7 hari, segera hubungi dokter.

Untuk keputihan, pada dasarnya kondisi tersebut adalah hal yang normal. Sebagian besar, penyebab keputihan adalah perubahan hormonal. Jika kamu mengalami keputihan dan melihat beberapa tanda seperti:

  1. Peningkatan jumlah cairan keputihan
  2. Perubahan warna cairan keputihan menjadi hijau, kuning, atau abu-abu
  3. Mengalami gejala lain seperti nyeri buang air kecil, kram perut, atau demam

Sebaiknya segera ke pusat layanan kesehatan atau rumah sakit terdekat. Cara terbaik untuk mengetahui apakah keputihan yang kamu alami normal atau tidak adalah dengan memperhatikan tanda dan gejala khas siklus menstruasi.

Nah, dari penjelasan di atas mengenai apakah keputihan keputihan bisa menghambat menstruasi atau tidak, jawabannya siklus menstruasi yang datang terlambat pada umumnya tidak berhubungan dengan keputihan yang dialami.

Keterlambatan menstruasi bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti stres, berat badan berlebih, berat badan turun drastis, hingga faktor lainnya. Sementara itu, jumlah, warna, serta kekentalan lendir karena keputihan tergantung pada siklus menstruasi yang dialami.


Penulis: Silvia Wardatul

Share artikel ini
Reference