Seks & Relationship

Wajib Tahu, Ini Kondisi Vagina Yang Sehat Bagi Wanita

Imelda Rahmawati | Maret 20, 2022
Share

Vagina yang sehat tentu merupakan hal yang diinginkan setiap wanita. Area intim ini adalah mahkota wanita yang memang harus dijaga kesehatannya sebaik-baiknya. Untuk itu, penting untuk kamu mengetahui bagaimana kondisi vagina yang sehat itu semestinya. Selain ke dokter, kamu bisa memeriksanya sendiri di rumah.

Nah, ada beberapa tips ringan yang bisa kamu ikuti untuk menjaga vagina tetap sehat. Pertama-tama, cari tahu dulu seperti apa kondisi vagina yang sehat.

Kondisi vagina yang sehat

Kesehatan vagina, salah satunya bisa diketahui melalui bau yang dikeluarkannya. Bau setiap vagina unik dan bervariasi tergantung pada fase siklus menstruasi. Selain itu, dapat dipengaruhi oleh kebiasaan higienis kamu.

Bau area intim kamu juga bisa tercium berbeda ketika ada infeksi vagina yang mendasarinya, yang disebut vaginitis. Dalam kebanyakan kasus, vagina akan berbau tidak sedap selama infeksi sehingga baunya amis dan busuk.

Vagina yang sehat juga diapat ditandai oleh keputihan. Keputihan yang sehat biasanya berwarna bening atau putih dan tidak berbau. Tergantung pada fase siklus menstruasi, keputihan bisa encer atau kental. Tepat di sekitar waktu ovulasi, keputihan cenderung jernih, berlendir, dan lengket. Setelah menstruasi, keputihan berubah menjadi coklat saat vagina membersihkan sisa darah.

Perubahan tidak normal pada pola warna dan bau keputihan bisa menjadi tanda infeksi atau peradangan pada vagina.

Bagaimana ciri-ciri vagina yang sehat?

Vagina yang sehat akan tercermin dari rasa nyaman saat beraktifitas, berbau tidak menyengat, warna merah muda, dan pertumbuhan bulu kemaluan normal. Ini beberapa ciri vagina sehat.

  1. Tidak berbau, kalau berbau pun tidak menyengat
  2. Area intim tidak gatal
  3. Tidak ada rasa nyeri dan terbakar di area privat
  4. Tidak ada benjolan dan ruam

Kesehatan vagina yang harus diketahui

Vagina yang sehat bisa teriritasi atau terinfeksi karena beberapa hal seperti kebersihan yang tidak tepat, alergi, meningkatnya stres, penyakit, dan seks tidak aman. Kamu bisa ke dokter untuk pemeriksaan menyeluruh atau pemeriksaan mandiri. Pastikan tangan dan kuku dalam keadaan bersih atau mengenakan sarung tangan steril.

Perhatikan warna dan ukuran setiap anatomi yang bisa kamu periksa. Warnanya haruslah merah muda, tidak pucat atau merah maupun warna lainnya seperti lebam. Tidak ada benjolan aneh seperti jerawat atau polip, rasa nyeri, perih, terbakar, dan sensasi yang tidak nyaman lainnya.

Menggunakan alat pengukur pH juga bisa menjadi solusi. Vagina yang sehat memiliki pH 4,5 atau lebih rendah (asam). Keseimbangan khusus mikroba sehat di vagina membantu menjaganya tetap asam untuk mencegah infeksi. Beberapa mikroba ini, bakteri yang disebut Lactobacilli, menjaga vagina tetap asam dengan memproduksi asam laktat dan hidrogen peroksida.

Jika pH menjadi kurang asam, ini biasanya merupakan tanda bahwa ada cukup mikroba sehat di dalam vagina untuk melindunginya dari iritasi atau infeksi. Estrogen, salah satu hormon seks wanita, mendorong Lactobacilli yang sehat dan pH asam di area intim kamu.

Tips menjaga kesehatan vagina

Lakukan hal-hal mudah ini untuk menjaga kesehatan vagina sehari-hari.

1. Kenakan celana dalam katun

Kapas memungkinkan udara masuk dan menyerap kelembapan. Ini baik untuk menjaga kebersihan daerah kewanitaan, terutama saat berkeringat. Bila sudah lembap, gantilah celana dalam.

2. Lakukan latihan kegel

Melakukan kegel membantu memperkuat otot dasar panggul kamu, yang kemudian membantu mengurangi ketegangan pada organ panggul, dan meningkatkan fungsi kandung kemih dan usus. Lakukan tiga set 10 kegel setiap hari untuk hasil yang bagus untuk kesehatan.

3. Hindari sabun beraroma

Sabun mandi beraroma mungkin wangi, tetapi tidak cocok di dekat alat kelamin kamu. Vagina tidak memiliki lapisan pelindung ekstra, yang berarti sabun dan bahan kimia lainnya dapat benar-benar mengeringkan kulit sensitif di area itu. Gunakan saja air hangat untuk membersihkannya.

4. Jangan atau hentikan pemakaian perbersih kimia

Vagina kamu sebenarnya membersihkan dirinya sendiri berkat bakteri sehat. Menggunakan bahan kimia justru dapat mengganggu pembersihan. Sebuah studi tahun 2013 yang diterbitkan dalam jurnal Obstetrics & Gynecology menemukan bahwa, menggunakan sabun kewanitaan dapat meningkatkan alergi, risiko infeksi, dan penyakit radang panggul.

5. Jangan terlalu sering menggunakan antibiotik

Penggunaan antibiotik yang tidak perlu secara signifikan dapat mengurangi kesehatan area intim. Itu karena antibiotik membunuh bakteri baik dan bakteri jahat, yang kemudian dapat mengubah flora (yaitu, koloni bakteri sehat) di vagina. Efeknya, ini menyebabkan jamur dan infeksi lainnya tumbuh. Jika memang harus meminum antibiotik untuk melawan infeksi, kamu harus mengikuti apa yang diresepkan oleh dokter.

6. Jangan lupa pakai kondom dengan pasangan baru

Kondom merupakan satu-satunya cara efektif untuk melindungi area intim terhadap penyakit menular seksual. Menurut studi tahun 2013 di jurnal PLoS One, kondom juga membantu menjaga tingkat pH area intim kamu tetap stabil saat berhubungan seks, sehingga semua bakteri baik yang ada di sana dapat tetap ada. Ini sangat penting karena bakteri kecil tersebut membantu mencegah infeksi jamur dan penyakit menular.

7. Pakai pelumas

Kondisi vagina yang kering dapat terjadi jika kamu mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti antihistamin, antidepresan, atau kontrasepsi hormonal. Kondisi ini juga muncul pasca kehamilan atau sesaat sebelum menopause. Ketika ini terjadi, pastikan kamu menggunakan pelumas untuk menghindari rasa sakit di area intim.

Reference
Share