sabun kewanitaan
Period Period Hacks

Seperti Apa Sabun Kewanitaan yang Aman untuk Area Intim?

Imelda Rahmawati | Maret 9, 2022
Share

Sabun kewanitaan digunakan untuk membuat area intim wanita bersih dan wangi. Produknya bermacam-macam mulai dari tisu basah, sabun gel, dan sabun cair. Kamu harus teliti dalam memilih produk, karena produk yang tidak aman bisa bikin iritasi.

Sabun kewanitaan berbeda dengan sabun mandi biasa. Kamu tidak boleh menggunakan sabun biasa untuk membersihkan area kewanitaan, karena akan menimbulkan iritasi dan perih pada organ intim.

Penggunaan produk sabun untuk area intim memang tidak wajib, karena pada dasarnya area tersebut akan selalu bersih tanpa perawatan khusus. Kamu bisa menggunakan produk pembersih untuk bagian vulva atau bagian luar saja, seperti klitoris dan labia.

Sabun pembersih kewanitaan

Sabun pembersih kewanitaan digunakan untuk membuat area intim lebih bersih dan kesat. Banyak wanita yang ingin area intimnya memiliki aroma yang wangi dan segar. Beberapa produk sabun bahkan mengklaim dapat mengurangi keputihan.

Area intim wanita sebenarnya memiliki sifat asam yang dapat melindunginya dari bakteri secara alami. Pada dasarnya vagina memiliki kemampuan self-wash, yang dapat membersihkan bakteri dengan sendirinya.

Caranya yaitu dengan mengeluarkan cairan atau lendir dari vulva, yang mengindikasikan bahwa vagina telah dibersihkan. Cairan yang dikeluarkan biasanya berwarna bening dan tidak berbau. Cairan tersebut akan sedikit berubah warna dan baunya saat kamu telah melakukan hubungan seksual atau olahraga berat.

Namun self-wash tersebut tidak termasuk untuk bagian vulva. Kamu bisa membersihkannya dengan air hangat atau boleh juga dibarengi dengan produk pembersih khusus. Setelah dibersihkan, pastikan area intim selalu kering agar tidak menjadi sarang bakteri jahat tumbuh.

Hal yang diperhatikan dalam memilih sabun wanita

Saat membeli sabun kewanitaan, kamu harus teliti mengecek kandungannya. Pastikan bahan-bahan yang digunakan tidak mengandung kimia berbahaya. Berikut adalah beberapa hal yang harus diperhatikan:

  • Pilih sabun yang membuat area intim selalu lembap.
  • Pilih sabun dengan klaim ph balance.
  • Hindari sabun dengan aroma yang terlalu kuat.
  • Hindari sabun yang menghasilkan busa terlalu banyak.
  • Pastikan kandungan sabun bersifat hypoallergenic.
  • Hindari sabun dengan kandungan paraben.

Pembersih kewanitaan yang baik

Cara menjaga kebersihan dan kesehatan alat reproduksi harus hati-hati. Banyak produk pembersih organ intim yang beresiko mengiritasi kulit, sehingga kamu akan merasa kesakitan. Agar hal itu tidak terjadi, hindari produk pembersih kewanitaan dengan kandungan berikut ini:

  1. Sulfat (Sodium Lauryl Sulfate). Biasanya untuk menghasilkan busa, yang banyak terdapat dalam sampo dan sabun mandi. Sulfat telah terbukti mengiritasi kulit, terutama kulit vulva yang halus. Untuk itu, pastikan kamu selalu menghindarinya.
  2. Paraben: Paraben adalah bahan kimia yang berfungsi sebagai pengawet dalam produk perawatan tubuh. Kandungan ini juga menyebabkan iritasi kulit dan dermatitis pada kulit sensitif.
  3. Formaldehida. Senyawa pengawet ini juga dapat mengiritasi area vulva yang halus.
  4. Gliserin. Produk gula yang dapat meningkatkan produksi bakteri dan membuat kamu rentan terhadap infeksi bakteri.
  5. Pewarna. Bahan ini juga dapat mengiritasi kulit vulva yang halus.

Sabun kewanitaan dengan pH balance

Aspek paling penting dalam merawat organ intim, yaitu keseimbangan pH (asam dan basa) harus tetap terjaga. Studi menunjukkan bahwa, pH vulva biasanya 3,5-4,7 sedangkan pH vagina bervariasi sesuai dengan usia dan siklus menstruasi.

Sebelum mencapai usia reproduksi dan menstruasi, vagina umumnya memiliki pH 7 (netral). Sedangkan pada usia reproduksi kemungkinan pH vagina menjadi 3,8–4,4. Saat menopause pH vagina mereka mungkin 4,5-5 atau 6,5-7, tergantung adanya terapi penggantian hormon atau tidak.

Berikut ini adalah kandungan sabun kewanitaan yang dapat mempengaruhi pH:

  1. Mineral oil. Kandungan ini dapat mengubah pH vagina.
  2. Sabun. Tidak ramah pH untuk area vulva dan menyebabkan kekeringan dan iritasi.
  3. Parfum. Pewangi dan parfum sintetis dapat mengandung ratusan bahan kimia yang menyebabkan iritasi kulit. Bahan ini juga dapat mengubah pH vulva dan area vagina, sehingga lebih rentan terhadap infeksi vagina.

Ingat bahwa, produk pembersih area kewanitaan hanya untuk bagian luar area intim saja. Jangan aplikasikan produk ke dalam vagina karena akan menimbulkan iritasi. Selain itu, jangan terobsesi dengan produk yang membuat area intim wangi semerbak, karena biasanya produk dengan pewangi lebih keras kandungannya untuk area sensitif.

Reference
Share