kanker liposarcoma
Kesehatan Umum

Kanker Liposarcoma: Gejala, Penyebab dan Pengobatan

dr. Wisniaty Condro | Februari 25, 2022
Share

Kanker liposarcoma termasuk jenis kanker pada jaringan lemak tubuh yang jarang terjadi. Meskipun kanker ini termasuk dalam kategori kanker ganas, liposarcoma masih dapat diobati secara efektif dan memiliki 5-year survival rate yang cukup tinggi tergantung jenis dan penyebarannya.

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kanker liposarcoma, yuk kita simak apa saja gejala hingga pengobatan kanker liposarcoma di bawah ini.

Liposarcoma

Liposarcoma adalah jenis kanker yang terjadi pada jaringan lemak pada tubuh. Liposarcoma juga dikenal dengan istilah lipomatous tumor atau sarcoma jaringan lunak. Meskipun kanker ini jarang terjadi, liposarcoma adalah kanker yang paling sering ditemukan di antara 50 jenis sarcoma jaringan lunak.

Kanker ini dapat tumbuh pada jaringan lemak manapun di tubuh, namun biasanya sering ditemukan di:

  • Lengan dan kaki (terutama paha)
  • Sisi dalam rongga perut (retroperitoneal)
  • Selangkangan

Nah, jika kamu pernah mendengar istilah lipoma, mungkin kamu akan bertanya-tanya apa yang membedakannya dengan liposarcoma?

Jika dilihat sekilas, lipoma dapat menyerupai liposarcoma karena dua-duanya adalah masa yang terbentuk di jaringan lemak dan menonjol ke permukaan. Tetapi hal utama yang membedakan keduanya adalah sifat keganasannya. Berikut penjelasannya:

  • Lipoma bersifat jinak (benign) dan liposarcoma bersifat kanker (keganasan)
  • Tumor lipoma ditemukan di bawah kulit, biasanya di sekitar leher, badan, atau lengan sedangkan liposarcoma ditemukan pada bagian lebih dalam seperti perut atau paha
  • Lipoma biasanya tidak nyeri dan tidak disertai gejala tambahan sedangkan liposarcoma dapat menyebabkan nyeri, bengkak dan perubahan bobot tubuh
  • Lipoma tidak menyebar sedangkan liposarcoma dapat menyebar ke seluruh tubuh.

Gejala kanker liposarcoma

Gejala kanker liposarcoma pada stadium awal umumnya tidak bergejala selain merasa adanya benjolan pada jaringan lemak tubuh. Saat tumor semakin berkembang, beberapa gejala lain dapat muncul seperti:

  • Demam, menggigil, berkeringat pada malam hari
  • Kelelahan
  • Penurunan atau peningkatan berat badan

Selain itu, gejala yang muncul juga bergantung pada lokasi tumor. Sebagai contoh, tumor pada perut dapat menimbulkan:

  • Nyeri
  • Pembengkakan
  • Merasa cepat kenyang walaupun hanya makan sedikit
  • Konstipasi
  • Kesulitan bernapas
  • Muntah darah atau ditemukan darah pada kotoran

Sedangkan tumor pada lengan atau kaki menimbulkan gejala seperti:

  • Kelemahan pada anggota gerak bawah
  • Nyeri
  • Pembengkakan

Penyebab dan faktor risiko

Liposarcoma terjadi karena perubahan genetik pada sel-sel lemak sehingga sel tersebut tumbuh di luar kendali. Namun, hingga saat ini, hal-hal yang memicu perubahan genetik masih belum diketahui secara jelas.

Di Amerika, terdapat sekitar 2.000 kasus baru liposarcoma dalam kurun waktu satu tahun. Tumor ini dapat menyerang siapapun, tapi cenderung ditemukan pada laki-laki berusia 50-60 tahun. Tumor ini jarang mengenai anak-anak.

Beberapa faktor risiko yang menyebabkan terjadinya liposarcoma pada seseorang di antaranya adalah:

  • Pernah menjalani radioterapi untuk pengobatan kanker
  • Adanya riwayat kanker pada individu maupun keluarga
  • Kerusakan pada sistem limfatik atau kelenjar getah bening
  • Paparan jangka lama terhadap zat kimia toksik seperti vinyl chloride (bahan untuk pembuatan plastik), arsenik, dioksin (asap hasil pembakaran sampah), serta insektisida dan herbisida (pembunuh gulma)

Diagnosis kanker liposarcoma

Diagnosis liposarcoma biasanya didapatkan melalui prosedur biopsi. Sebelumnya, dokter akan terlebih dahulu menanyakan beberapa hal terkait keluhan benjolan yang muncul pada permukaan kulit dan diikuti pemeriksaan fisik pada benjolan.

Untuk memastikan bawah jaringan tumor tersebut ganas atau tidak, biasanya dokter akan menyarankan pemeriksaan tambahan lain seperti:

  • Biopsi atau pengambilan sampel dari jaringan tumor yang kemudian diperiksa di laboratorium
  • Jika jaringan tumor sulit dijangkau, maka pencitraan tambahan seperti computed tomography (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI) dapat digunakan untuk membantu pengambilan sampel tumor

Pemeriksaan CT dan MRI juga berguna untuk mengetahui ukuran dan penyebaran liposarcoma di dalam tubuh.

Terapi dan pengobatan

Terapi dan pengobatan utama dari liposarcoma adalah prosedur operasi yang bertujuan untuk mengangkat seluruh bagian tumor. Namun, hal ini tidak serta merta dapat dilakukan apabila jaringan tumor telah berkembang jauh ke dalam bagian vital organ atau struktur tubuh. Untuk mengatasi kondisi tersebut terapi alternatif seperti radiasi dan kemoterapi dapat menjadi pilihan untuk menghambat pertumbuhan tumor.

  • Terapi radiasi atau radioterapi menggunakan gelombang energi sinar untuk membunuh sel kanker. Terapi ini juga dapat digunakan setelah operasi untuk menghancurkan sel-sel kanker yang tertinggal
  • Kemoterapi atau terapi sistemik menggunakan obat-obatan poten untuk membunuh sel kanker. Kemoterapi bisa dilakukan setelah operasi untuk menghancurkan sel kanker yang terlepas dari tumor primer

Terapi dan pengobatan liposarcoma juga bergantung pada beberapa faktor seperti:

  • Lokasi dan ukuran tumor primer
  • Area di sekitar tumor yang berhubungan dengan pembuluh darah atau struktur vital pada tubuh
  • Penyebaran kanker
  • Jenis dari liposarcoma
  • Usia dan kondisi kesehatan individu secara umum

Pencegahan kanker liposarcoma

Hampir semua kanker liposarcoma terjadi pada individu dengan faktor risiko yang tidak diketahui dengan jelas. Oleh sebab itu, tidak ada cara untuk mencegah kanker liposarcoma kecuali menghindari faktor risiko seperti:

  • Hindari paparan asap polutan, herbisida, insektisida, dan arsenik dengan menggunakan alat pelindung diri saat berada di lingkungan kerja
  • Hindari asap rokok dan polusi dengan menggunakan masker
  • Hindari meminum air dari sumber yang terkontaminasi seperti air sekitar area industri atau tempat pembuangan sampah
  • Terapkan pola hidup yang sehat seperti rajin berolahraga dan mengonsumsi buah-buahan serta sayuran
Reference
Share