father hunger adalah

Kehadiran figur ayah menjadi sosok yang sangat penting bagi perkembangan anak. Namun, tidak sedikit anak mengalami father hunger atau kebutuhan akan sosok ayah yang tidak terpenuhi.

Ternyata, kondisi ini juga memiliki sejumlah dampak pada anak. Apa saja sih dampaknya? Yuk, simak ulasan ini lebih lanjut untuk menemukan jawabannya. 

Apa itu father hunger?

Father hunger atau rasa kelaparan akan figur ayah adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kebutuhan yang tidak terpenuhi atau kekosongan emosional yang muncul ketika seseorang tidak memiliki figur ayah yang hadir secara emosional atau fisik dalam kehidupannya. Istilah ini dapat diterapkan pada seseorang yang kehilangan ayahnya karena berbagai alasan, seperti perceraian, kematian, atau ketidakhadiran fisik dan emosional.

Bahayanya father hunger untuk anak

Ternyata kondisi kelaparan akan figur ayah ini juga dapat berdampak bagi anak. Berikut sejumlah bahayanya. 

1. Merasa terabaikan

Anak-anak seringkali merasa terabaikan dan keamanan fisik serta emosional mereka terancam ketika ayah mereka tidak terlibat dalam kehidupan mereka secara konsisten. Hal ini menyebabkan mereka kesulitan mengatasi emosi dan seringkali mengalami perasaan kebencian diri yang muncul secara tiba-tiba.

Ini Ciri-Ciri Anak Sehat Jasmani dan Rohani, Apa Saja?

2. Masalah perilaku

Anak-anak dengan kondisi father hunger cenderung mengalami kesulitan dalam beradaptasi dengan lingkungan sosial mereka dan seringkali melaporkan masalah dalam menjalin persahabatan dan menunjukkan perilaku yang bermasalah. Beberapa dari mereka mungkin mengembangkan kepribadian yang angkuh dan intimidatif sebagai cara untuk menyembunyikan ketakutan, kebencian, kecemasan, dan ketidakbahagiaan yang mereka rasakan.

3. Sebabkan kenakalan dan kejahatan remaja

Ketidakstabilan keluarga dapat berkontribusi pada kenakalan dan kejahatan remaja, termasuk kejahatan kekerasan. Fakta yang mengejutkan, 85 persen remaja yang berada di penjara tidak memiliki figur ayah yang terlibat dalam kehidupan mereka. Anak-anak ini juga memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terlibat dalam masalah perilaku lainnya.

Apa Itu Strict Parents Yang Terlalu Mengekang Anak-Anak?

4. Rentan alami masalah kesehatan fisik

Anak-anak father hunger lebih rentan mengalami masalah kesehatan fisik, termasuk gejala dan penyakit psikosomatis seperti nyeri akut dan kronis, asma, sakit kepala, dan sakit perut. Hal ini mungkin disebabkan oleh stres dan ketidakstabilan emosional yang mereka alami akibat kurangnya figur ayah.

5. Gangguan kesehatan mental

Anak-anak yang tidak memiliki figur ayah yang terlibat dalam kehidupan mereka secara konsisten cenderung mengalami masalah kesehatan mental yang lebih sering, terutama masalah kecemasan, depresi, dan risiko bunuh diri yang lebih tinggi. Hal ini mungkin disebabkan oleh rasa kehilangan, kecemasan, dan ketidakpastian yang terus-menerus mereka rasakan tanpa kehadiran figur ayah yang stabil dan terlibat dalam kehidupan mereka.

Cara mengatasi father hunger

cara melatih motorik halus anak

1. Carilah sosok pria lain untuk dijadikan sebagai panutan

Mencari sosok pria positif bisa menjadi langkah penting untuk anak-anak yang tidak memiliki sosok ayah yang terlibat dalam kehidupan mereka. Ada beberapa pilihan sosok panutan tersebut, seperti paman, kakek, tokoh masyarakat atau panutan lain yang bisa kamu jadikan sebagai sosok yang dapat menyemangati atau membimbingmu ke hal yang positif.. Mereka dapat memberikan bimbingan, dukungan, dan rasa stabilitas yang dibutuhkan anak-anak, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

2. Bergabung dengan komunitas

Bergabung dengan kelompok atau komunitas pendukung adalah salah satu cara yang efektif untuk membantu individu yang mengalami kehilangan figur ayah. Kelompok pendukung ini bisa menjadi tempat orang-orang yang mengalami situasi serupa untuk berinteraksi satu sama lain dan berbagi pengalaman serta memberikan dukungan. 

3. Terapi

Terapi dapat menjadi metode yang sangat bermanfaat bagi anak-anak yang mengalami hunger father, karena dapat membantu mereka mengatasi dampak emosional dan psikologis dari situasi tersebut. 

Terapis dapat memberikan ruang yang aman dan mendukung untuk mengeksplorasi perasaan kehilangan, pengabaian, dan masalah terkait lainnya. Terapis dapat membantu anak-anak memahami perasaan mereka, mengatasi rasa takut dan kecemasan, dan menemukan cara-cara yang sehat untuk mengelola stres dan emosi yang mereka rasakan.

Mereka juga dapat belajar bagaimana membangun hubungan yang sehat dan positif, dan mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk hidup yang sehat dan bahagia.

4. Fokus pada pengembangan diri

Ketika seseorang tidak figur ayah atau sosok pria yang positif dalam hidupnya, mereka dapat berfokus untuk mengembangkan diri mereka sendiri. Mereka dapat membuat tujuan yang jelas, mengejar minat dan hobi yang mendorong diri ke arah yang lebih baik.

—-

Penulis: Intan Dwiyanti

Share artikel ini
Reference