frekuensi hubungan suami istri
Seks & Relationship

Frekuensi Hubungan Suami Istri yang Sehat agar Bertambah Intim

dr. Wisniaty Condro | November 22, 2021
Share

Frekuensi hubungan suami istri yang sehat berasal dari berbagai faktor. salah satunya adalah kegiatan yang melibatkan aktivitas seksual bagi suami istri. Tidak hanya bertujuan untuk proses reproduksi saja, aktivitas ini dapat membangun hubungan intim.

Hubungan intim yang dibangun antara suami istri dapat memiliki banyak manfaat bagi kesehatan fisik dan mental seseorang. Terkadang, pasangan suami istri mungkin bingung dalam menentukan seberapa banyak frekuensi hubungan suami istri yang sehat.

Pasalnya hal ini juga dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti stamina tubuh, kondisi lingkungan, dan kesibukan masing-masing.

Frekuensi hubungan suami istri yang sehat

Hubungan suami istri yang sehat adalah salah satu pondasi utama untuk menjaga rumah tangga tetap intim dan keharmonisannya terjaga.

Kegiatan ini juga akan mendukung terciptanya hubungan antar suami dan istri yang lebih positif dan kuat. Untuk mencapai tujuan ini berapa frekuensi hubungan suami istri yang sehat yang perlu dilakukan?

Menurut Paul Hokemeyer, PhD, seorang terapis pernikahan, frekuensi hubungan suami istri dalam pernikahan bervariasi tergantung pada usia pasangan dan durasi pernikahan. Namun, rata-rata pasangan menikah berhubungan seks minimal seminggu sekali.

Pada kenyataannya, tidak ada yang bisa menentukan berapa banyak pasangan perlu melakukan hubungan intim suami istri ini. Hal ini sangat ditentukan oleh keinginan tiap pasangan dan kesepakatan bersama pasangan.

Kamu dan pasanganmu sebaiknya utamakan kualitas daripada kuantitas atau frekuensi hubungan intim ini. Keterbukaan dan komunikasi adalah kunci untuk saling memahami kebutuhan masing-masing.

Tahapan dalam hubungan seksual

Siklus respons seksual memiliki empat fase: excitement, plateau, orgasme, dan resolusi. Baik pria maupun wanita mengalami fase-fase ini, meskipun waktunya biasanya berbeda

Selain itu, intensitas respons dan waktu yang dihabiskan di setiap fase bervariasi dari orang ke orang. Memahami perbedaan ini dapat membantu pasangan lebih memahami tubuh dan respons satu sama lain, dan meningkatkan pengalaman seksual.

Fase 1: Excitement

Fase pertama dari siklus respon seksual adalah tahap excitement. Ciri umum fase excitement, yang dapat berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam, meliputi:

  1. Ketegangan otot meningkat.
  2. Detak jantung menjadi lebih cepat dan pernapasan menjadi lebih cepat.
  3. Kulit mungkin memerah (bercak kemerahan muncul di dada dan punggung).
  4. Puting menjadi mengeras atau tegak.
  5. Aliran darah ke alat kelamin meningkat, mengakibatkan pembengkakan klitoris wanita dan labia minora (bibir bagian dalam), dan ereksi penis pria.
  6. Vagina secara alami mulai mengeluarkan pelumas.
  7. Payudara wanita menjadi lebih penuh dan dinding vagina mulai membengkak.
  8. Testis pria membengkak, skrotumnya mengencang, dan mulai mengeluarkan cairan pelumas.

Fase 2: Plateau

Fase kedua dari siklus respon seksual adalah fase plateau.Ciri umum dari fase plateau ini sebelum mencapai orgasme, meliputi:

  1. Perubahan yang dimulai pada fase 1 diintensifkan.
  2. Vagina terus membengkak karena peningkatan aliran darah, dan dinding vagina berubah menjadi ungu tua.
  3. Klitoris wanita menjadi sangat sensitif (bahkan mungkin nyeri saat disentuh) dan memendek di bawah tudung klitoris untuk menghindari rangsangan langsung dari penis.
  4. Testis pria itu tertarik ke dalam skrotum.
  5. Pernapasan, detak jantung, dan tekanan darah terus meningkat.
  6. Otot menjadi kencang dimulai di kaki, wajah, dan tangan.
  7. Ketegangan otot meningkat.

Fase 3: Orgasme

Orgasme adalah klimaks dari siklus respons seksual. Ini adalah fase terpendek dan umumnya hanya berlangsung beberapa detik. Ciri-ciri umum dari fase ini antara lain sebagai berikut:

  1. Dimulainya kontraksi otot yang tidak dapat dikontrol.
  2. Tekanan darah, detak jantung, dan pernapasan berada pada puncak, diikuti dengan suplai oksigen yang cepat.
  3. Otot-otot di kaki menjadi kencang.
  4. Ada pelepasan ketegangan seksual yang tiba-tiba dan kuat.
  5. Pada wanita, otot-otot vagina berkontraksi. Rahim juga mengalami kontraksi berirama.
  6. Pada pria, kontraksi ritmik otot-otot di pangkal penis menghasilkan ejakulasi air mani.
  7. Ruam, atau “sex flush” dapat muncul di seluruh tubuh.

Fase 4: Resolusi

Selama resolusi, tubuh perlahan kembali ke tingkat fungsi normal, dan bagian tubuh yang membengkak dan ereksi kembali ke ukuran dan warna sebelumnya. Fase ini ditandai dengan rasa kepuasan, keintiman yang meningkat dan, seringkali, kelelahan.

Beberapa wanita mampu kembali dengan cepat ke fase orgasme dengan rangsangan seksual lebih lanjut dan mungkin mengalami beberapa kali orgasme. Sedangkan pria membutuhkan waktu pemulihan setelah orgasme, yang disebut periode refraktori, di mana mereka tidak dapat mencapai orgasme lagi.

Durasi periode refraktori ini bervariasi pada pria dan semakin lama seiring dengan pertambahan usia.

Manfaat hubungan suami istri

Tidak hanya terasa nikmat, hubungan intim suami istri juga dapat memiliki manfaat yang signifikan bagi Kesehatan diantaranya:

Membantu menjaga sistem kekebalan tubuh

Orang yang berhubungan seks memiliki tingkat pertahanan tubuh yang lebih tinggi dari kuman, virus, dan penyusup lainnya. Para peneliti di Wilkes University di Pennsylvania menemukan bahwa seseorang berhubungan seks sekali atau dua kali seminggu memiliki tingkat antibodi tertentu yang lebih tinggi.

Meningkatkan libido atau gairah

Bagi wanita, berhubungan seks meningkatkan pelumasan vagina, aliran darah, dan elastisitas yang semuanya membuat seks terasa lebih baik.

Meningkatkan kontrol kandung kemih wanita

Dasar panggul yang kuat adalah hal penting untuk menghindari inkontinensia

Seks yang baik adalah seperti latihan untuk otot-otot dasar panggul. Ketika kamu mengalami orgasme, kontraksi yang terjadi akan memperkuat otot-otot dasar panggul.

Menurunkan tekanan darah

Penelitian menunjukkan hubungan antara seks dan tekanan darah rendah, Joseph J. Pinzone, MD, seorang CEO dan direktur medis Amai Wellness mengatakan hubungan seksual secara khusus dapat menurunkan tekanan darah sistolik.

Membakar kalori

Sex merupakan salah satu aktivitas olahraga. Aktivitas sex tidak sepenuhnya menggantikan olahraga yang membakar banyak kalori. Namun aktivitas sex membakar 5 kalori setiap menit, selain itu juga meningkatkan kerja jantung serta otot-otot lainnya.

Meredakan stress

Menjadi intim dengan pasangan dapat meredakan stress dan rasa cemas. Sentuhan dan pelukan dapat melepaskan hormon alami tubuh yang membuat kamu merasa lebih baik.

Selain itu, aktivitas seks dan hubungan intim antara suami istri juga dapat meningkatkan rasa gembira dan percaya diri.

Reference
Share