Astherin obat apa

Batuk berdahak adalah salah satu masalah kesehatan yang sangat mengganggu. Pasalnya, kondisi ini bisa mengakibatkan produktivitas berkurang dan mengganggu kualitas tidur seseorang.

Untungnya, ada beragam obat yang biasa digunakan untuk mengatasi batuk berdahak, seperti Astherin. Simak selengkapnya apa itu obat Astherin di sini!

Apa itu obat Astherin?

deskripsi astherin obat apa

Astherin adalah obat yang digunakan untuk mengobati batuk berdahak, asma, dan bronkitis. Obat ini mengandung terbutaline yang termasuk ke dalam golongan bronkodilator.

Artinya, kandungan ini berfungsi melebarkan saluran pernapasan. Dengan melebarkan saluran pernapasan, udara bisa lebih lancar keluar masuk paru-paru. 

Obat Astherin tersedia dalam dua bentuk, yaitu kaplet dan sirup. Masing-masing bentuk mengandung terbutaline sulfat 2.5 mg per dosis.

Kamu tidak bisa membeli obat ini sembarangan karena dikategorikan sebagai obat keras dan dipakai dalam kelas terapi antiasma. Bahkan, pasien dengan penyakit paru obstrukti kronik (PPOK) juga memakai obat ini.

Acetylcysteine: Dari Manfaat hingga Efek Samping

Manfaat obat Astherin

Setelah mengetahui apa itu obat Astherin dan kandungan di dalamnya, tentu kamu wajib tahu apa manfaat dari obat ini.

Astherin merupakan obat yang diresepkan untuk mengatasi berbagai kondisi pernapasan, termasuk batuk berdahak, asma, bronkitis kronis, dan emfisema. 

Obat ini bekerja dengan cara meluruhkan dahak dan lendir. Selain itu, obat ini berfungsi melebarkan saluran pernapasan untuk memudahkan pasien bernapas.

Tidak hanya kondisi pernapasan, dokter terkadang meresepkan Astherin untuk mengatasi penyakit sumbatan paru-paru lainnya. 

Memucil Obat Apa? Ketahui Kandungan dan Manfaatnya di Sini!

Dosis dan aturan pakai obat Atherin

cara menghitung dosis obat

Astherin merupakan salah satu obat keras yang hanya bisa digunakan dan dibeli dengan resep dokter. Maka dari itu, ada dosis dan aturan penggunaan umum obat yang perlu diketahui. 

Astherin kaplet

  • Anak berusia >15 tahun: 2,5 – 3 mg, 3 kali sehari. Bila diperlukan, tingkatkan dosis hingga 5 mg, 3 kali sehari
  • Anak berusia 12-15 tahun: 2,5 mg, 3 kali sehari. 

Astherin sirup

  • Dosis yang dianjurkan: 1-2 sendok teh, 3 kali sehari
  • Anak berusia 12 tahun: 1 sendok teh, 3 kali sehari

Obat Batuk untuk Ibu Hamil: Coba dengan Resep Ini

Efek samping obat Astherin

Mengetahui berapa dosis penggunaan dan apa aturan pakai dari obat Astherin memang penting. Dengan begitu, kamu bisa merasakan manfaat dari obat ini secara maksimal. 

Walau begitu, hal yang tidak kalah penting lainnya adalah memahami bagaimana efek samping dari obat batuk berdahak ini.

Sama seperti obat-obatan lainnya, obat ini bisa memicu beragam efek samping yang tentu bisa mengganggu, seperti: 

  • Gemetar
  • Jantung berdetak kencang
  • Hipokalemia (kadar kalium yang rendah dalam darah)
  • Hipotensi (penurunan tekanan darah)
  • Mual

Interaksi obat

Bila Astherin digunakan bersamaan dengan obat bius bentuk gas, ini bisa memicu perdarahan subarachnoid dan gangguan detak jantung. 

Selain itu, pemakaian obat ini bersama obat penurun kadar kalium dapat meningkatkan risiko hiperkalemia. Di sisi lain, kombinasi obat ini dengan kortikosteroid dapat meningkatkan risiko edema paru. 

Efektivitas obat penghambat beta nonselektif, seperti propranolol, dan obat antidiabetes dapat menurun jika digunakan bersamaan dengan ini.

Maka dari itu, usahakan untuk berkonsultasi dengan dokter untuk memastikan tidak ada interaksi obat yang berbahaya sebelum menggunakannya. 

Obat Batuk COVID: Jenis dan Efek Sampingnya

Penggunaan obat saat kehamilan

penggunaan obat astherin untuk ibu hamil

Sebagai informasi tambahan, Astherin masuk dalam klasifikasi oleh FDA sebagai kategori C. Maksudnya, obat ini telah terbukti memicu efek buruk pada janin dalam studi pada hewan atau tidak tersedia studi terkontrol pada manusia dan hewan. 

Itu sebabnya, penggunaan obat Astherin hanya akan dilakukan jika manfaat yang diharapkan lebih besar dibandingkan risiko terhadap janin. 

Overdosis

Astherin merupakan obat yang mengandung terbutaline. Lantas, apa yang akan terjadi jika seseorang mengalami overdosis obat Astherin?

Jika dosis Terbutaline digunakan berlebihan, ini bisa menyebabkan berbagai gejala, seperti: 

  • Sakit kepala
  • Gelisah
  • Tremor
  • Mual
  • Kram otot
  • Detak jantung berdeba
  • Takikardia
  • Aritmia
  • Hipotensi
  • Hipokalemia
  • Hiperglikemia
  • Asidosis laktat

Pada kasus overdosis, pengurangan dosis bisa dilakukan pada kasus ringan hingga sedang. Jika kasusnya sudah parah, dokter membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui keseimbangan asam-basa, kadar gula darah, dan elektrolit. 

Selain itu, tekanan darah, detak jantung, dan ritmenya wajib dipantau, serta perubahan metabolisme pun perlu diperbaiki. Untuk pengobatan aritmia, dapat diberikan penyekat β kardioselektif seperti metoprolol dengan hati-hati.

Itu tadi informasi lengkap seputar apa itu obat Astherin, mulai dari manfaat, dosis dan penggunaan, hingga efek samping yang ditimbulkan. Selalu konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk menghindari risiko efek samping, ya!


Penulis: Nabila Azmi

Share artikel ini
Reference