kalori sate ayam

Salah satu kuliner favorit orang Indonesia adalah sate ayam. Jika kamu salah satu penggemarnya, kamu sebaiknya memerhatikan jumlah kalori sate ayam.

Hal ini dikarenakan dalam proses pembuatannya, sate dibuat dengan minyak yang cukup banyak, kamu yang memiliki kolesterol tinggi sebaiknya betul-betul cermat dalam mengonsumsinya. Kandungan gizi lainnya juga perlu kamu tahu, supaya dietmu bisa lebih efektif.

Berapa Kalori Ceker Ayam? Ini Ragam Manfaatnya Untuk Tubuh

Berapa jumlah kalori sate ayam?

Satu tusuk sate yang terdiri dari 3 hingga 5 potong daging seukuran satu ruas ibu jari, mengandung sekitar 34 kkal (3400 kal). Lebih rincinya, bisa dilihat pada daftar di bawah ini.

Ukuran Porsi 1 tusuk sate ayam:

Energi 141 kj (3400 kal)

Lemak 2,22g

Lemak Jenuh 0,514g

Lemak tak Jenuh Ganda 0,581g

Lemak tak Jenuh Tunggal 0,963g

Kolesterol 7mg

Protein 2,93g

Karbohidrat 0,73g

Serat 0,3g

Gula 0,3g

Sodium 53mg

Kalium 47mg

Sejarah dan fakta sate ayam

Sejarah sate ayam
Sejarah sate ayam

Negara tetangga seperti Thailand dan Malaysia memang telah mengklaim makanan ini sebagai milik mereka, tapi secara historis, sate ditemukan di Jawa.

Salah satu teori yang ada mengatakan, bahwa sate pertama kali ditemukan pada 1404, ketika Islam mulai menyebar di tanah Jawa, seiring dengan munculnya Wali Songo pertama, Sunan Gresik atau sebagai Maulana Malik Ibrahim. 

Di Jawa, daging kambing biasa direbus pada abad ke-9. Kemudian, sekitar tahun 1600-an, orang mulai menggunakan rempah-rempah sebagai bahan yang menyebabkan penemuan pertama rebusan dan makanan berbahan dasar kambing lainnya.

Ini Kalori Nasi Liwet dan Resep Memasak yang Sehat

Berbeda dengan orang Jawa, orang Timur Tengah lebih suka memanggang daging kambing seperti yang biasa kita lihat di kebab, yang dimasak dan disajikan di atas tusuk sate besi. Tradisi tersebut kemudian dipopulerkan oleh para pendatang Arab ketika mereka datang ke Indonesia.

Konon katanya, murid dan koki Sunan Gresik yang bernama Satah kemudian mengadopsi cara orang Arab mengolah daging kambing. Namun penggunaan besi sebagai tusuk sate diganti dengan bambu karena diketahui ia berprofesi sebagai pengrajin bambu.

Ternyata, apa yang dilakukan Satah diterima masyarakat dan setiap orang yang datang untuk menuntut ilmu kepada Sunan Gresik merasa senang mencicipi hidangan yang dikenal sebagai daging satah dan kemudian disebut sate.

Seiring waktu, varian daging yang digunakan sebagai bahan utama sate juga berubah. Kita sekarang bisa menemukan sate sapi, sate kerbau, sate ayam, dan sebagainya.

5 makanan pendamping paling sehat dengan sate ayam

makanan untuk meningkatkan imun tubuh

  • Saus kacang

Saus kacang sangat penting untuk disajikan dengan sate ayam! Rasanya bisa membuat sate terasa lebih beragam dan tekstur yang lebih renyah. Saus kacang juga dapat menyamarkan rasa kecap yang manis.

  • Salad mentimun

Salad mentimun segar akan membuat pencernaah leih dingin. Pasalnya, kandungan air di dalam salad akan membantu membersihkan sisa daging dalam pencernaan yang membuat perut panas.

Cukup potong mentimun setebal setengah sentimeter. Kamu bisa mengupas kulitnya atau membiarkannya. Pastikan saja kulitnya sudah dicuci bersih ya.

  • Kerupuk udang

Kerupuk memang teman sejuta makanan, tak terkecuali sate ayam. Kamu bisa menambahkan kerupuk Palembang, kerupuk jangek, kerupuk udang, dan sebagainya.

  • Salad mangga dan cabai

Rasa asam pedas dari manga cabai menghasilkan perpaduan yang menggoda. Potong saja mangga dan tambahkan sayuran seperti bawang merah potong dadu dan paprika merah. Peras beberapa jus jeruk nipis segar, dan hiasi dengan daun ketumbar segar.

  • Brokoli

Sayuran hijau kukus adalah pilihan lezat untuk disajikan dengan sate ayam, terutama jika kamu mencoba untuk sadar kesehatan dan mengurangi kalori yang tidak perlu.

Jika kamu ingin menambahkan rasa ekstra, tumis dalam wajan, dan tambahkan sedikit saus tiram dan minyak wijen. Untuk memeriahkan tampilan, sajikan dengan taburan biji wijen.

Share artikel ini
Reference