efek samping vaksin pfizer
Penyakit

Efek Samping Vaksin Pfizer: Mulai Dari Nyeri Hingga Rasa Lemas

dr. Wisniaty Condro | Februari 8, 2022
Share

Biarpun lebih banyak memberikan manfaat daripada kemungkinan risiko yang ada, tidak jarang seseorang merasa khawatir dengan efek samping penerimaan vaksin. Salah satunya adalah efek samping vaksin Pfizer.

Mulai dari nyeri otot hingga kelelahan, beberapa dari kamu mungkin ingin mengetahui apa saja efek samping vaksin Pfizer untuk membantu mempersiapkan diri. Sementara yang lain mungkin sekedar penasaran dengan kemungkinan yang ada.

Lalu, seperti apa efek samping vaksin Pfizer yang mungkin seseorang rasakan?

Vaksin pfizer

Vaksin Pfizer adalah salah satu jenis vaksin yang digunakan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap virus COVID-19. Vaksin jenis ini ditujukan pada mereka yang berusia 18 tahun ke atas.

Jika kamu menerima vaksin Pfizer sebagai dosis pertama maka vaksin kedua akan diberikan dengan jeda waktu sekitar 3 minggu. Sementara, jika kamu menerima vaksin Pfizer sebagai vaksin booster maka kamu membutuhkan waktu sekitar 6 bulan dari dosis vaksin kedua untuk memperoleh suntikan.

Saat ini, hampir sebagian besar vaksin Pfizer digunakan sebagai vaksin booster di Indonesia. Jadi, kemungkinan besar kamu akan menerima jenis ini dan tentu saja kamu perlu mengetahui atau mempersiapkan kemungkinan dari efek samping vaksin Pfizer.

Tapi, sebelum itu, coba kamu simak penjelasan terkait zat yang terkandung dalam vaksin Pfizer di bawah.

Kandungan vaksin pfizer

Vaksin Pfizer terdiri dari zat yang dinilai aman dan ditemukan di banyak makanan seperti lemak, gula, dan garam. Vaksin Pfizer tidak mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, lateks, logam, besi, nikel, titanium, gelatin, maupun pengawet.

Vaksin Pfizer terdiri dari versi sintesis dari materi genetik yang menerjemahkan protein spike SARS-CoV-2. Berikut adalah bahan aktif atau kandungan vaksin Pfizer:

  • Messenger ribonucleic acid (mRNA)
  • Lipid berfungsi bekerja sama membantu mRNA memasuki sel
  • Gula berfungsi menjaga stabilitas vaksin saat mulai proses produksi hingga siap untuk digunakan

Cara kerja vaksin pfizer

Diberikan melalui injeksi pada otot di lengan atas, vaksin Pfizer yang terdiri dari mRNA akan menerjemahkan protein spike virus. Saat disuntikkan ke dalam tubuh, lapisan lipid yang membungkus vaksin membantu mRNA untuk diambil oleh beberapa sel dalam tubuh.

Kemudian, mRNA yang telah diambil sel tubuh akan digunakan untuk membuat protein spike. Setelah protein spike dibuat, sel akan menghancurkan mRNA. Jadi, mRNA mungkin hanya bertahan selama beberapa jam atau hari.

Setelah itu, sel memecah protein spike dan membawanya ke sel kekebalan tubuh untuk dikenali dan pada akhirnya membentuk respon kekebalan tubuh untuk menghancurkan virus SARS-CoV-2.

Singkatnya, vaksin Pfizer bekerja dengan mengajarkan sel dalam tubuh cara membuat respon imun terhadap virus penyebab COVID-19. Lalu, apa saja efek samping vaksin Pfizer yang kamu rasakan?

Efek samping vaksin pfizer

Setelah proses vaksinasi selesai, beberapa orang mungkin akan mengalami efek samping tertentu. Mulai dari reaksi ringan hingga berat, vaksin Pfizer tentu lebih banyak memberikan manfaat daripada kemungkinan efek samping yang ada.

Biasanya, reaksi tubuh yang paling umum dialami oleh kebanyakan orang adalah reaksi lokal berupa nyeri di daerah suntikan. Akan tetapi, kamu mungkin juga akan merasakan beberapa efek samping vaksin Pfizer seperti:

  • Kelelahan/rasa lemas
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau sendi
  • Demam (bisa di atas 40 derajat)
  • Pembengkakan di tempat injeksi
  • Kemerahan pada kulit
  • Kedinginan atau menggigil
  • Muntah
  • Diare

Selain beberapa reaksi tersebut, kamu mungkin akan mengalami efek samping seperti ruam, bercak merah maupun masalah kulit lainnya. Biasanya hal ini tidak serius dan akan hilang dalam waktu 2 hingga 11 hari. Dalam kasus yang lebih serius dan jarang terjadi, efek samping vaksin Pfizer mungkin akan menyebabkan kamu mengalami hal seperti:

  • Limfadenopati
  • Bell’s palsy
  • Apendisitis
  • Infark miokard akut
  • Gangguan serebrovaskular
  • Masalah kardiovaskular

Efek samping vaksin Pfizer yang ringan hingga sedang biasanya akan hilang dalam waktu sekitar 1 sampai 4 hari. Sedangkan reaksi yang lebih berat dan serius mungkin membutuhkan waktu sekitar 11 hari. Jika tidak kunjung membaik atau justru semakin parah, cobalah kunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan dan perawatan.

Cara mengobati efek samping vaksin pfizer

Setelah menerima vaksin Pfizer sebaiknya kamu menjaga tubuh tetap bugar. Artinya, penuhilah kebutuhan nutrisi dan mineral dengan mengonsumsi makanan yang bergizi. Tidak lupa, tetaplah menghidrasi tubuh dengan cairan terutama air putih.

Dibarengi dengan waktu istirahat yang cukup, kamu boleh-boleh saja melakukan olahraga ringan seperti senam ataupun jalan santai di bawah sinar matahari pagi. Apabila kamu merasa demam, sakit kepala, ataupun nyeri, kamu bisa mengatasinya dengan obat pereda nyeri.

Jika kamu tidak merasakan sedikitpun efek samping vaksin Pfizer, tetap jaga kebugaran tubuh dengan menerapkan pola hidup yang sehat dan bersih, ya.

Reference
Share