Arhritis adalah kondisi ketika sendi pada tubuh mengalami peradangan dan menyebabkan rasa sakit yang cukup parah.

Salah satu obat yang sering digunakan untuk meredakan nyeri kondisi ini adalah Diclofenac Sodium. Simak apa itu obat Diclofenac Sodium dan berapa dosis serta aturan pakai obat ini di sini!

Apa itu obat Diclofenac Sodium?

apa itu obat diclofenac sodium

Diclofenac Sodium adalah obat antiinflamasi nonsteroid yang digunakan untuk meredakan nyeri, peradangan, dan kaku pada sendi akibat arthritis. Obat ini juga dipakai untuk mengurangi rasa nyeri akibat cedera dan operasi. 

Cara kerja Diclofenac sodium adalah menghambat enzim cyclooxygenase (COX). Enzim ini bertanggung jawab dalam pembentukan prostaglandin yang menyebabkan peradangan dan nyeri.  

Obat dengan nama lain Voltaren ini kini tengah diteliti sebagai pencegahan dan pengobatan sejumlah jenis kanker kulit.

Meski menawarkan banyak manfaat, pemakaian Diclofenac Sodium harus selalu sesuai rekomendasi dokter. 

Kenali Pilkita, Obat Pegal Linu yang Bisa Kamu Coba!

Manfaat obat Diclofenac Sodium

Setelah mengetahui apa itu obat Diclofenac Sodium, kenali pula manfaat yang ditawarkan dari obat antiinflamasi nonsteroid satu ini. Berikut manfaat obat Diclofenac Sodium. 

  • Meredakan nyeri akibat arthritis, baik rheumatoid arthritis maupun osteoarthritis.
  • Mengurangi nyeri setelah operasi, seperti operasi gigi atau operasi lainnya. 
  • Mengatasi nyeri akibat migrain, baik saat serangan maupun untuk mencegah rasa sakit. 
  • Mengurangi nyeri pada penderita kanker yang sudah menyebar ke tulang atau daerah lainnya. 
  • Menghambat produksi prostaglandin yang dapat memicu inflamasi (peradangan) dan rasa sakit. 

Obat Sakit Kepala yang Ampuh Tidak Hanya Paracetamol, lho!

Dosis dan penggunaan obat 

diclofenac sodium obat apa

Walaupun Diclofenac Sodium dapat membantu meredakan berbagai jenis nyeri, penggunaan obat ini harus tetap sesuai dengan anjuran dokter. Maka dari itu penting memahami apa dan bagaimana dosis dan penggunaan obat Diclofenac Sodium. 

Dosis dan aturan pakai obat pereda nyeri ini sebenarnya bervariasi dan tergantung pada kondisi medis masing-masing pasien dan respons tubuh. Sebaiknya gunakan obat ini sesuai dengan anjuran dokter. Berikut ini aturan umum pemakaian Diclofenac Sodium. 

1. Tablet

Umumnya, penggunaan Diclofenac Sodium dalam bentuk tablet bertujuan meredakan nyeri akut dan peradangan akibat osteoarthritis, rheumatoid arthritis, atau nyeri haid

  • Dewasa: 50 mg, 2–3 kali sehari
  • Anak-anak >14 tahun: 25 mg, 3 kali sehari atau 50 mg, 2 kali sehari

Jika obat digunakan untuk meredakan migrain akut, dokter biasanya akan menggunakan dosis di bawah ini: 

  • Dewasa: 50 mg pada serangan pertama. Bila masih terasa setelah 2 jam, gunakan 50 mg lagi. Selama gejala masih ada, konsumsi obat 50 mg tiap 4–6 jam. Maksimal dosis 200 mg/hari. 

2. Suntikan

Diclofenac Sodium juga tersedia dalam bentuk suntikan yang bertujuan meredakan nyeri kolik ginjal maupun peradangan . Lantas, apa dan bagaimana dosis obat Diclofenac sodium dalam bentuk suntikan? 

  • Dewasa: 75 mg, disuntikkan melalui otot (intramuskular/IM). Ulang dosis setelah 30 menit jika dibutuhkan. Maksimal dosis 150 mg/hari dengan maksimal penggunaan selama 2 hari. 

Selain nyeri akibat kolik ginjal dan peradangan, suntikan Diclofenac Sodium berfungsi mengurangi nyeri setelah operasi dengan dosis berikut. 

  • Dewasa: 75 mg, disuntikkan melalui infus intravena (IV) selama 30-120 menit. Obat diberikan kembali setelah 4–6 jam bila dibutuhkan. Maksimal dosis 150 mg/hari dengan maksimal penggunaan selama 2 hari. 

3. Gel

Sementara itu, Diclofenac Sodium berbentuk gel berfungsi meredakan nyeri peradangan dan peradangan, nyeri otot, nyeri sendi, keseleo, hingga osteoarthritis. Berikut rekomendasi umum dosis penggunaan gel Diclofenac Sodium. 

  • Dewasa: 2–4 gram pada bagian sendi yang saki 2–4 kali sehari. Maksimal dosis 8 gram per hari dengan lama pengobatan maksimal 7 hari. 

Tetes mata

Jika merasa nyeri setelah operasi katarak, dokter biasanya akan meresepkan Diclofenac Sodium dalam bentuk tetes mata. Berikut dosis umumnya. 

  • Dewasa: 1 tetes mata yang sakit sebanyak 4 kali sehari selama 2 minggu dan dimulai 24 jam setelah operasi. 

Naproxen Sodium: Manfaat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Perhatian penggunaan obat  

Sama seperti obat-obatan lainnya, ada beberapa hal yang wajib kamu perhatikan ketika mengonsumsi atau menggunakan Diclofenac Sodium, antara lain: 

  • Hindari menghancurkan, mengunyah atau memecah tablet. 
  • Telan obat langsung secara utuh dengan segelas air. 
  • Hindari mengonsumsi alkohol selama pengobatan Diclofenac Sodium. 
  • Jangan meningkatkan dosis atau menggunakan obat lebih lama tanpa persetujuan dari dokter. 
  • Hindari menghentikan pemakaian obat secara tiba-tiba. 
  • Jangan mengonsumsi Diclofenac Sodium jika memiliki riwayat alergi terhadap obat ini atau obat antiinflamasi lainnya. 
  • Hindari memberikan obat ini pada anak-anak tanpa berkonsultasi dengan dokter. 

Perlu diingat pula bahwa kamu harus berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan Diclofenac Sodium. Hal ini terutama berlaku untuk kamu yang punya riwayat penyakit maag, asma, penyakit jantung, atau kondisi medis lainnya. Dengan begitu, dokter akan menyesuaikan dosis dan aturan penggunaan obat sesuai dengan kondisi medis kamu. 

Efek samping Diclofenac Sodium

efek samping obat

Memahami dosis dan penggunaan obat memang penting, namun jangan lupakan risiko efek samping Diclofenac Sodium. Lantas, apa saja efek samping dari obat Diclofenac Sodium?

  • Masalah pencernaan, seperti mual, muntah, diare, dan sakit perut. 
  • Gangguan sistem saraf, misalnya sakit kepala, pusing, dan kebingungan. 
  • Masalah pada ginjal, contohnya penurunan fungsi ginjal dan produksi urin. 
  • Reaksi alergi, seperti ruam kulit, gatal-gatal, dan sesak napas. 
  • Gangguan pada sistem kardiovaskular, misalnya risiko serangan jantung atau stroke. 

Interaksi dengan obat lain

Pemakaian Diclofenac Sodium bersama dengan beberapa obat dapat meningkatkan risiko efek interaksi yang berbahaya.

Berikut ini daftar obat yang perlu diwaspadai ketika menggunakan Diclofenac Sodium. 

  • Obat antiiflamasi nonsteroid
  • Obat pengencer darah
  • Antidepresan SSRI
  • Kortikosteroid
  • Obat diuretik hemat kalium
  • Circlosporin
  • Tacrolimus
  • Obat ACE inhibitor atau penghambat beta

Maka dari itu, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau apoteker sebelum mengonsumsi Diclofenac Sodium. Dengan begitu, mereka bisa menyarankan apa aturan pakai obat Diclofenac yang tepat sesuai dengan kondisi kamu. 


Penulis: Nabila Azmi

Share artikel ini
Reference