vaksin booster apa saja kriterianya
Penyakit

Vaksin Booster: Apa saja Kriterianya?

dr. Wisniaty Condro | Desember 15, 2021
Share

Meskipun dua dosis vaksin COVID-19 memang dinilai telah memberikan perlindungan yang baik, sayangnya, virus COVID-19 terus berkembang sehingga muncul beberapa varian baru yang menuntut manusia untuk kembali memperkuat sistem pertahanan tubuh.

Salah satu cara untuk memperkuat sistem pertahanan tubuh adalah pemberian vaksin booster agar dapat meningkatkan perlindungan. Belum lagi, kekebalan atau imunitas tubuh dapat menurun seiring berjalannya waktu. Lantas, apa itu vaksin booster? Yuk, kita tinjau sama-sama.

Apa itu vaksin booster?

Vaksin booster adalah dosis vaksin tambahan yang berperan sebagai penguat untuk memastikan perlindungan yang lebih tahan lama. Vaksin ini memperkuat dosis sebelumnya akan membantu mencegah penyebaran virus.

Jenis yang diberikan pada seseorang boleh berbeda atau sama dengan dosis sebelumnya. Biasanya, seseorang memperoleh jenis vaksin yang berbeda agar efikasi atau tingkat kemanjuran vaksin lebih tinggi untuk menangani varian virus baru.

Singkatnya, penerima yang telah mendapat dua dosis vaksin Sinovac dapat kembali menerima Sinovac sebagai vaksin booster, atau mendapat Moderna atau Pfizer setelah menerima dua dosis vaksin Sinovac.

Manfaat vaksin booster COVID-19

Sama seperti manfaat vaksin dosis pertama dan kedua, vaksin booster COVID-19 membantu meningkatkan perlindungan tubuh dari infeksi virus penyebab COVID-19. Yang membedakan dengan vaksin dosis satu dan dua adalah perannya sebagai penguat.

Jadi, dengan bantuan vaksin booster COVID-19 diharapkan dapat membantu melindungi tubuh dari virus dalam waktu yang lebih lama, dan menurunkan risiko keparahan dan kematian karena varian baru dari COVID-19.

Kapan vaksin booster diperlukan?

Vaksin booster tidak hanya diperlukan saat muncul varian baru, melainkan juga ketika kekebalan tubuh berkurang seiring berjalannya waktu. Biasanya booster diberikan setelah menerima dosis kedua vaksin COVID-19 dengan jeda waktu 3 hingga 5 bulan atau lebih.

Vaksin booster memang diprioritaskan untuk orang yang berisiko terpapar COVID-19 seperti:

  • Individu berusia 30 tahun ke atas
  • Tenaga kesehatan, lansia, penyandang disabilitas dan tenaga layanan sosial

Dalam beberapa situasi tertentu, penyuntikan vaksin booster belum direkomendasikan untuk orang berusia 12 hingga 17 tahun, serta orang yang telah menerima dosis ketiga.

Vaksin juga boleh diberikan untuk khalayak umum jika memenuhi syarat seperti berusia 18 tahun ke atas, telah memperoleh kedua dosis vaksin COVID-19, dan kelompok tertentu seperti wanita hamil.

Dilansir dari harian Kompas, Ketua Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) Sri Rezeki Hadinegoro mengungkap terdapat tiga kriteria jenis vaksin COVID yang akan digunakan untuk dosis ketiga bagi masyarakat.

“Pertama, vaksin COVID-19 tersebut dapat memblokir protein spike pada COVID-19 yang bisa masuk melalui saluran pernafasan. Kedua, vaksin tersebut memiliki efikasi yang lebih tinggi. Dan ketiga, adalah efikasi vaksin terhadap varian baru virus korona, terutama varian Delta.”

Jenis-jenis vaksin booster COVID-19

Menurut Therapeutic Goods Administration (TGA) dan Australian Technical Advisory Group on Immunisation (ATAGI), ada beberapa jenis vaksin yang telah disetujui dan direkomendasikan untuk digunakan sebagai booster COVID-19 yakni Pfizer dan Moderna. Dalam kondisi tertentu, kamu juga dapat menerima vaksin AstraZeneca sebagai booster.

Berikut adalah beberapa penjelasan dari setiap jenis vaksin booster COVID-19 yang sebaiknya kamu ketahui:

Vaksin Pfizer

Jika kamu adalah remaja berusia 16 hingga 18 tahun ke atas, kamu dapat menerima vaksin Pfizer terlepas dari jenis vaksin yang kamu peroleh pada dua dosis vaksin pertama. Sebagai booster, Pfizer diberikan dengan jeda waktu setidaknya 6 bulan setelah memperoleh dua dosis vaksin pertama.

Vaksin Moderna

Jika kamu berusia 18 tahun ke atas, kamu dapat menerima vaksin Moderna sebagai dosis booster terlepas dari jenis vaksin yang kamu peroleh pada dua dosis vaksin pertama. Sama seperti Pfizer, pastikan kamu memberikan jeda waktu setidaknya 6 bulan sebelum memperoleh Moderna.

Vaksin AstraZeneca

Apabila kamu tidak dapat menerima vaksin Pfizer sebagai vaksin booster karena alasan medis tertentu, kamu mungkin disarankan untuk menerima AstraZeneca.

Disamping itu, jika kamu telah menerima dua dosis vaksin AstraZeneca sebelumnya, kamu dapat kembali menerima AstraZeneca sebagai dosis ketiga dengan alasan medis tertentu.

Vaksin Johnson and Johnson

Bila kamu telah berusia 18 tahun ke atas dan telah menyelesaikan kedua dosis vaksinasi COVID-19 setidaknya 2 bulan yang lalu, kamu dapat menerima vaksin booster jenis Johnson and Johnson.

Usia pemberian dan penerimaan vaksin dosis ketiga dapat berbeda-beda tergantung kebijakan dan ketentuan dari setiap lembaga kesehatan.

Dalam keadaan yang genting seperti ketika varian baru menyerang, pemberian dosis ketiga mungkin saja dilakukan tidak hanya untuk remaja dan dewasa melainkan juga anak-anak.

Oleh karena itu, sebelum menerimanya, pastikan kamu berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan agar menerima rekomendasi terbaik dan mencari informasi sebanyak-banyaknya dari setiap jenis vaksin yang ada.

Efek samping vaksin booster COVID-19

Setelah memperoleh vaksin dosis ketiga, kamu dapat mengalami efek samping umum yang ringan seperti dua dosis pertama. Kamu mungkin mengalami demam, sakit kepala, kelelahan, dan rasa sakit di daerah suntikan.

Efek samping tersebut dianggap normal sebab hal tersebut menandakan bahwa tubuh sedang bekerja membangun perlindungan terhadap COVID-19.

Bagi beberapa orang, vaksin booster mungkin tidak menunjukan efek samping apapun. Jika ini terjadi, kamu tidak perlu khawatir sebab imunitas dan cara kerja tubuh setiap orang berbeda-beda.

Baik memberikan efek samping maupun tidak memberikan efek samping, yang terpenting adalah menjaga kesehatan tubuh dengan memperbanyak waktu istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, serta melakukan olahraga ringan.

Dalam beberapa situasi, kamu mungkin juga disarankan untuk mengonsumsi vitamin atau obat oleh dokter jika dinilai perlu.

Pada beberapa data terbatas, vaksin dosis ketiga dan Moderna dapat memberikan efek samping yang serius seperti miokarditis atau peradangan pada otot jantung, dan perikarditis atau iritasi-peradangan pada lapisan tipis yang melapisi jantung. Meskipun tidak umum terjadi, efek sampingnya terus dipantau secara ketat.

Melihat beberapa efek samping dan berbagai kemungkinan risiko yang ada, alangkah bijaknya jika kamu memastikan tubuh benar-benar dalam keadaan fit dan bugar.

Jika kamu memiliki beberapa riwayat penyakit tertentu, pastikan kamu berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menerima dosis booster.

Reference
Share