apa itu mandul? ketahui dulu seluk-beluknya
Kehamilan

Apa itu Mandul? Cari Tahu Dulu Seluk-beluknya

dr. Wisniaty Condro | November 22, 2021
Share

Tidak kunjung hamil, kamu mungkin berpikir memiliki masalah dengan kesuburan. Ya, kemandulan memang dipengaruhi oleh tingkat kesuburan seseorang. Namun, hal ini bukan berarti bahwa seseorang yang tidak subur akan mengalami kemandulan.

Setelah kamu melakukan hubungan seksual selama setidaknya satu tahun dan tidak kunjung hamil, akhirnya kamu menjadi waswas karena takut mengalami mandul. Mandul memang cukup sulit untuk didiagnosis dan membutuhkan perawatan yang berbeda-beda tergantung dari penyebabnya.

Oleh karena itu, kamu tidak boleh asal-asalan mendiagnosis atau melabelkan dirimu mengalami mandul. Lantas, sebenarnya apa itu mandul dan mengapa mandul bisa terjadi?

Apa itu mandul?

Mandul atau infertilitas adalah kondisi di mana pasangan sulit atau bahkan tidak bisa memiliki anak meskipun sering melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi. Sekitar 1 dari setiap 6 pasangan mengalami mandul akibat masalah ataupun gangguan kesehatan yang menyebabkan ketidaksuburan.

Kemandulan dapat terjadi pada pria maupun wanita. Masing-masing berkontribusi sebanyak 50% kasus. Lalu, apa yang menyebabkan terjadinya kemandulan pada wanita? Simak penjelasan di bawah ini.

Penyebab kemandulan pada wanita

Kemandulan umumnya dipicu oleh masalah ketidakseimbangan hormon. Namun, dalam beberapa kasus lain, kemandulan tidak hanya disebabkan oleh masalah ovulasi, kerusakan pada saluran tuba ataupun rahim, masalah dengan serviks, tetapi juga masalah kesehatan organ reproduksi lainnya.

Berikut adalah beberapa penyebab kemandulan:

Kemandulan karena masalah ovulasi

Kegagalan atau masalah ovulasi adalah penyebab paling umum dari kemandulan. Sebesar 40% wanita yang mengalami masalah ovulasi biasanya juga memiliki masalah ketidaksuburan.

Gangguan ovulasi dapat disebabkan oleh masalah pada ovarium atau ginekologi seperti insufisiensi ovarium primer dan sindrom ovarium polikistik. Selain itu, seiring berjalannya waktu, usia seseorang mempengaruhi jumlah sel telur di ovarium.

Mengalami gangguan endokrin

Seperti penyakit tiroid atau masalah dengan hipotalamus, gangguan endokrin memengaruhi hormon yang diproduksi oleh tubuh. Ketika seseorang menderita gangguan endokrin, hormon dalam tubuh bisa hadir dalam jumlah yang terlalu banyak atau bahkan terlalu sedikit.

Adanya kerusakan saluran tuba atau rahim

Dapat dipicu oleh penyakit radang panggul, infeksi, polip rahim, dan masalah organ reproduksi lainnya, kerusakan saluran tuba atau rahim menghambat jalannya sel telur dari ovarium menuju rahim.
Tentu saja, ketika sel telur tidak mampu menuju rahim atau bahkan tidak bisa melewati saluran tuba maka, tidak akan ada janin yang berkembang.

Lendir serviks yang tidak normal

Menghalangi sel sperma mencapai sel telur, lendir serviks yang tidak normal akan mempersulit sperma menembus sel telur. Kondisi ini dapat menyebabkan seseorang sulit hamil atau bahkan mengalami kemandulan.

Adanya masalah dengan siklus menstruasi

Menstruasi adalah bagian dari atau proses tubuh mempersiapkan kehamilan. Terdiri dari beberapa fase, masalah siklus menstruasi dapat menyebabkan seseorang mengalami kesulitan untuk hamil dan berujung pada kemandulan.

Masalah pada siklus menstruasi kerap kali memiliki keterkaitan dengan hormon dan tingkat kesuburan seseorang.

Masalah dengan struktur dan sistem reproduksi

Melibatkan jaringan saluran tuba atau rahim yang tidak normal, saat saluran tuba tersumbat, telur tidak dapat bergerak dari ovarium menuju rahim dan sperma tidak dapat mencapai sel telur untuk pembuahan.

Kelainan struktur pada organ reproduksi seperti rahim dapat mengganggu implantasi dan menyebabkan ketidaksuburan. Biasanya masalah reproduksi akan dibarengi oleh masalah lain seperti endometriosis, fibroid rahim, polip, dan lain-lain.

Infeksi menular seksual

Dapat menyebabkan kemandulan pada pria dan wanita, infeksi menular seksual seperti gonore dan klamidia yang tidak diobati dapat menyebabkan jaringan parut menyumbat saluran tuba.

Disamping itu, ketika infeksi kronis terjadi pada serviks seperti infeksi virus papiloma, jumlah dan kualitas lendir serviks dapat berkurang dan memengaruhi kehamilan pada wanita.

Untuk mencegah infeksi papiloma manusia, Centers for Disease Control and Prevention merekomendasikan semua anak laki-laki dan perempuan berusia 11-12 tahun, serta awal hingga pertengahan 20-an melakukan vaksinasi virus papiloma manusia.

Kegagalan sel telur untuk matang dengan sempurna

Masalah ovulasi yang menyebabkan kemandulan tentu berhubungan dengan masalah atau kegagalan kematangan sel telur. Ketika belum matang, sel telur mungkin tidak turun ke saluran tuba, tidak dilepaskan, atau bahkan tidak dapat dibuahi.

Masalah kematangan sel telur biasanya dibarengi oleh masalah berat badan, kekurangan protein yang mendukung telur untuk matang, serta adanya sindrom ovarium polikistik.

Kegagalan implantasi

Mengacu pada kegagalan sel telur yang telah dibuahi untuk ditanamkan pada dinding rahim, penyebab kegagalan implantasi sering kali tidak diketahui. Namun, ada beberapa kemungkinan penyebab kegagalan implantasi seperti cacat genetik pada embrio, endometriosis, serta tipisnya endometrium.

Endometriosis

Terjadi ketika jaringan atau sel yang melapisi bagian dalam rahim ditemukan di tempat lain dan menghalangi saluran tuba, endometriosis ditemukan memiliki hubungan dengan masalah ketidaksuburan dan kemandulan.

Pada suatu studi, 25-50% wanita yang memiliki masalah kesuburan memiliki endometriosis, dan sekitar 30 hingga 40% wanita dengan endometriosis dinyatakan tidak subur.

Endometriosis biasanya memengaruhi struktur organ reproduksi, perubahan lapisan perut, serta perubahan jumlah cairan dalam peritoneum. Meningkatnya cairan di peritoneum berdampak negatif pada fungsi sel telur, saluran tuba, hingga sperma.

Sindrom ovarium polikistik

Menjadi penyebab paling umum masalah ketidaksuburan dan kemandulan pada wanita, polycystic ovary syndrome atau sindrom ovarium polikistik adalah kondisi di mana kelenjar dalam ovarium menghasilkan lebih banyak hormon daripada biasanya.

Kadar hormon yang tinggi tidak hanya mengganggu perkembangan folikel ovarium dan pelepasan sel telur selama ovulasi, melainkan juga memicu adanya kantung berisi cairan atau kista dalam ovarium.

Insufisiensi ovarium primer

Kondisi di mana ovarium berhenti memproduksi hormon dan telur pada usia muda adalah insufisiensi ovarium primer. Kerap disebut dengan POI atau primary ovarian insufficiency, wanita dengan insufisiensi ovarium primer sering mengalami kesulitan hamil.

POI biasanya terjadi karena adanya masalah pada ovarium sehingga ovulasi tidak teratur, dan kadar hormon ovarium atau hipofisis tidak normal. Meskipun jarang, seseorang yang menderita POI masih mungkin mengalami kehamilan.

Adanya fibroid rahim

Pertumbuhan non-kanker yang muncul di dalam atau sekitar dinding rahim dapat menyebabkan kemandulan. Fibroid rahim ditemukan pada 5 hingga 10% wanita yang memiliki masalah dengan kesuburan.

Gangguan autoimun

Menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan tubuh normal, gangguan autoimun seperti lupus, tiroiditis, serta arthritis dapat memengaruhi kesuburan dan menyebabkan kemandulan.
Baik pria maupun wanita yang mengalami gangguan autoimun memiliki risiko adanya antibodi yang menyerang sperma ataupun organ reproduksi lainnya.

Ciri-ciri mandul

Ketika membicarakan kemandulan, kemungkinan besar hal yang terlintas di pikiran kita adalah ketidakmampuan untuk hamil.

Sebenarnya, kemandulan tidak bisa diketahui begitu saja tanpa berkunjung ke dokter. Seseorang yang tidak kunjung hamil belum tentu mengalami kemandulan, dan bisa saja mengalami masalah kesuburan.

Oleh karena itu, untuk mengetahui ciri-ciri mandul dan memastikan apakah seseorang mengalami kemandulan, hanya dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan pada layanan kesehatan.

Jenis-jenis mandul

Berdasarkan penyebabnya, kemandulan dapat dibagi menjadi tiga jenis yaitu kemandulan akibat genetik, kemandulan karena kebiasaan atau gaya hidup yang buruk, serta kemandulan karena adanya masalah pada organ reproduksi.

Kemandulan akibat faktor genetik

Biasanya diturunkan melalui keluarga dengan riwayat ketidaksuburan.

Kemandulan akibat gaya hidup yang buruk

Seperti kebiasaan minum minuman beralkohol dan merokok dapat memicu terjadinya kemandulan.

Kemandulan karena masalah kesehatan

Seperti tumor, kista, ketidakseimbangan hormon, bahkan gangguan makan seperti anoreksia ataupun bulimia dapat memicu terjadinya kemandulan.

Faktor risiko mandul

Risiko terjadinya kemandulan dapat disebabkan oleh beberapa faktor tertentu seperti usia, kebiasaan merokok dan minum alkohol, berat badan, serta riwayat kesehatan organ reproduksi.

Usia

Seiring bertambahnya usia, terutama di pertengahan usia 30 tahun, kualitas dan kuantitas sel telur pada wanita mulai menurun. Pada usia tersebut, kualitas dan jumlah sel telur yang dihasilkan oleh ovarium sulit dibuahi.

Merokok

Selain meningkatkan risiko keguguran dan kehamilan ektopik, kebiasaan merokok dapat merusak leher rahim dan saluran tuba. Indung telur yang menua akibat rokok akan kesulitan untuk memproduksi dan melepas sel telur. Singkatnya, rokok mengakibatkan sel telur habis sebelum waktunya.

Alkohol

Sama seperti rokok, kebiasaan minum alkohol dapat mempengaruhi kesuburan wanita dan meningkatkan risiko kemandulan.

Masalah berat badan

Ovulasi dapat dipengaruhi oleh berat badan entah itu kelebihan ataupun kekurangan. Indeks massa tubuh yang sehat dapat meningkatkan peluang ovulasi dan kemungkinan kehamilan.

Riwayat kesehatan organ reproduksi

Dapat merusak saluran tuba, jika kamu pernah menderita infeksi menular seksual seperti klamidia dan gonore akibat melakukan hubungan seksual tanpa alat kontrasepsi, kamu berisiko memiliki masalah dengan kesuburan dan kemandulan.

Diagnosis mandul

Untuk memastikan adanya gangguan kesuburan, seseorang akan menjalankan pemeriksaan fisik secara menyeluruh mulai dari memeriksa riwayat medis, hingga mengetahui faktor-faktor potensial yang dapat memicu kemandulan. Biasanya, dokter akan mendiagnosis dengan melakukan pemeriksaan berikut:

  • Tes urin dan darah, dilakukan untuk memeriksa infeksi atau masalah hormon, serta fungsi tiroid.
  • Memeriksa panggul dan payudara.
  • Mengambil sampel lendir serviks dan jaringan, digunakan untuk melihat apakah ada ovulasi
  • Menggunakan laparoskopi, untuk melihat kondisi organ, mencari penyumbatan, atau masalah jaringan parut di dalam perut.
  • Rontgen dengan sinar-X, atau disebut juga histerosalpingografi untuk memeriksa penyumbatan.
  • Histeroskopi, untuk mencari kelainan rahim dengan menggunakan teleskop kecil lengkap dengan cahaya.
  • USG atau ultrasonografi, untuk melihat rahim dan ovarium melalui vagina ataupun perut.
  • Sonohistogram, yang menggabungkan USG dengan larutan isotonis (saline), dan disuntikkan ke dalam rahim untuk mencari kelainan atau masalah pada rahim.

Dalam melakukan pemeriksaan, dokter dapat menggunakan satu atau lebih metode pemeriksaan. Dokter biasanya juga akan melacak tingkat kesuburan untuk membantu menilai status kemandulan seseorang.

Penanganan kemandulan

Saat kamu dinyatakan mengalami masalah kesuburan setelah melakukan pemeriksaan, maka dokter dapat memberi saran untuk penanganan kemandulan pada wanita dengan beberapa cara seperti:

  • Terapi hormon untuk mengatasi gangguan keseimbangan hormon, endometriosis maupun siklus menstruasi yang singkat
  • Mengonsumsi obat untuk menstimulasi ovulasi
  • Mengonsumsi makanan dan vitamin atau suplemen untuk kesuburan
  • Menggunakan antibiotik apabila terdapat infeksi yang memengaruhi kesuburan
  • Operasi untuk membuka sumbatan atau membuang jaringan parut pada tuba falopi, rahim serta daerah panggul.

Jika seorang individu dinyatakan benar-benar mengalami kemandulan setelah melakukan pemeriksaan, maka individu tersebut mungkin memerlukan konsultasi dengan keluarga dan pasangan serta profesional kesehatan untuk mencari solusi alternatif lain.

Beberapa pilihan alternatif yang ada berupa obat-obat kesuburan, teknologi bantu reproduksi atau Assisted Reproductive Technology (ART), dll. Semua alternatif tersebut memiliki kekurangan dan kelebihan masing-masing.

Oleh karena itu, kamu perlu memahami seluk beluk kesehatan reproduksi dengan baik, sehingga solusi pilihan kamu dapat sesuai dengan kondisi, kemampuan dan keselamatan tubuh kamu.

Reference
Share