rhinofed obat apa

rhinofed obat apa

Masalah pernapasan jadi salah satu kondisi kesehatan yang paling banyak dialami. Biasanya, masalah ini dapat terjadi karena berbagai alasan seperti alergi, infeksi saluran pernapasan, asma, atau kondisi medis lainnya. 

Akibatnya, kamu yang mengalami masalah pernapasan akan mengalami gejala batuk, pilek, hidung tersumbat, dan bersin-bensin. 

Jika tidak ditangani dengan tepat, masalah pernapasan dapat mengganggu kondisi kesehatan dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius, lho.

Untuk itu, salah satu cara mengatasi masalah pernapasan adalah dengan minum obat tablet rhinofed karena termasuk antihistamin dan dekongestan. 

Obat ini dapat membantu memperbaiki aliran udara pada saluran pernapasan dan mengurangi peradangan yang menyebabkan gejala masalah pernapasan.

Seberapa efektif obat rhinofed untuk mengatasi masalah pada hidung tersumbat? Ketahui jawabannya di bawah ini.

Rhinofed obat apa?

Singkatnya, obat rhinofed mengandung triprolidine dan pseudoephedrine yang digunakan untuk meredakan hidung tersumbat karena pilek, alergi, dan demam.

Obat ini juga digunakan untuk meredakan tekanan sinus sementara, tetapi tidak bisa mengobati penyebab gejala atau mempercepat pemulihan. 

Obat rhinofed yang mengandung pseudoephedrine ada dalam kelas yang disebut dekongestan hidung karena menyebabkan penyempitan pembuluh darah di saluran hidung. 

Sedangkan kandungan triprolidine adalah antihistamin yang membantu mengurangi gejala alergi, seperti gatal-gatal, hidung tersumbat, dan bersin-bersin.

Dosis obat rhinofed

Umumnya, dosis obat ini harus diberikan langsung oleh dokter. Hanya saja, sebagai gambaran, kamu bisa mengonsumsi obat ini dengan dosis 3 kali per hari sebanyak 1-2 tablet. Selain itu, obat ini hanya boleh diberikan untuk anak berusia lebih dari 12 tahun, ya.

Sebelum memutuskan untuk minum obat rhinofed, kamu harus berkonsultasi dengan dokter jika mengalami masalah berikut ini untuk meminimalisir efek samping.

  • Alergi terhadap pseudoefedrin atau kandungan lainnya dalam obat.
  • Memberitahukan obat, vitamin, dan produk lainnya yang sedang kamu konsumsi.
  • Pernah menderita tekanan darah tinggi, glaukoma (suatu kondisi di mana peningkatan tekanan pada mata dapat menyebabkan hilangnya penglihatan secara bertahap), diabetes, kesulitan buang air kecil (karena pembesaran kelenjar prostat), tiroid, dan penyakit jantung. 
  • Sedang hamil, berencana untuk hamil, atau sedang menyusui. 
  • Habis menjalani operasi.

Efek samping obat rhinofed

Tentu, obat rhinofed pastinya memiliki efek samping, layaknya obat lain. Nah, salah satu hal yang bisa meningkatkan risiko efek sampingnya adalah kandungan kafein.

Jadi, sebaiknya kamu menghindari makanan dan minuman yang mengandung kafein selama mengonsumsi obat rhinofed.

Untuk lebih jelasnya, ketahui efek samping obat rhinofed di penjelasan berikut ini.

  • Masalah kardiovaskular

Penggunaan obat rhinofed yang mengandung terfenadine dapat menyebabkan perpanjangan interval QT hingga menyebabkan penyakit arteri koroner dan gangguan elektrolit, seperti hipokalemia dan hipomagnesemia. 

Efek yang dilaporkan cukup beragam, seperti pusing, palpitasi, aritmia ventrikel, serangan jantung, dan kematian pada jantung.

  • Permasalahan pada sistem saraf

Obat ini belum terbukti menyebabkan rasa kantuk, sedasi, atau gangguan keterampilan psikomotor yang signifikan. Namun, permasalahan pada sistem saraf menjadi efek sampingnya, yaitu sakit kepala.

  • Efek gastrointestinal

Efek samping obat rhinofed dari gastrointestinal adalah mual dan mulut yang terasa kering, sehingga kamu akan sering butuh minum.

Meskipun efek sampingnya tidak separah obat lain, kamu tetap harus waspada dengan gejala-gejala di atas.

Jika efeknya berlangsung lama bahkan setelah beberapa hari, sebaiknya kamu langsung menghubungi dokter untuk informasi lebih lanjut. Semoga artikel ini membantu, ya!


Penulis: Nabila Ramadhani

Share artikel ini
Reference