proses kehamilan
Proses Kehamilan

Proses Kehamilan: Bagaimana Urutan Terjadinya Kehamilan?

dr. Wisniaty Condro | Oktober 9, 2021
Share

Proses kehamilan yang dialami oleh para wanita diawali oleh berbagai proses. Yuk kita simak proses apa saja yang terjadi dalam tubuh saat terjadi pembuahan dan gejala yang dapat dialami oleh wanita selama proses tersebut.

Urutan proses kehamilan pada wanita

Menurut federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan atau gestasi adalah fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dilanjutkan dengan nidasi atau implantasi. Rangkaian proses biologis tersebut terdiri dari proses ovulasi, fertilisasi (pembuahan atau konsepsi), dan implantasi.

1. Ovulasi atau pelepasan sel telur

Ovulasi adalah pelepasan sel telur yang telah matang di tuba falopii, bagian dari organ reproduksi wanita yang menyambungkan ovarium dengan uterus atau rahim.

Ovulasi berlangsung selama 12 sampai 24 jam. Apabila sel telur bertemu dengan sperma di tuba falopii saat masa ovulasi, maka proses pembuahan pun dapat terjadi.

Perlu diketahui, sperma dapat bertahan di dalam saluran reproduksi wanita sampai dengan 5 hari.

Seks yang dilakukan tanpa menggunakan pengaman saat periode masa subur (5 hari sebelum dan saat ovulasi), dapat menyebabkan terjadinya pembuahan.

2. Fertilisasi atau pembuahan

Proses fertilisasi atau pembuahan sel telur, dapat berlangsung selama 24 jam. Dalam periode ini, sperma akan memasuki dinding sel telur dan bergabung dengan sitoplasma, serta mengaktifkan rangkaian proses genetik.

Penyatuan pronukleus dari ovum dan spermatozoa yang membentuk zigot.

Zigot terdiri atas materi genetik dari perempuan dan laki-laki. Manusia memiliki 22 pasang kromosom otosom dan 1 pasang kromosom kelamin (XX atau XY).

Zigot sebagai hasil pembuahan yang memiliki 22 pasang kromosom otosom dan 1 pasang kromosom XX akan tumbuh menjadi janin perempuan.

Sedangkan yang memiliki 22 pasang kromosom otosom dan 1 pasang kromosom XY akan tumbuh sebagai janin laki-laki.

Setelah sel telur dibuahi, sel tersebut akan bertahan di tuba falopii selama 48-72 jam dan kemudian mulai bergerak menuju rahim sambil berdiferensiasi.

Beberapa jam setelah pembuahan terjadi, zigot akan mulai membelah diri selama 48-72 jam di tuba falopii kemudian bergerak menuju rahim dalam stadium morula.

Proses mencapai rahim untuk implantasi membutuhkan waktu tiga sampai dengan lima hari.

3. Implantasi atau pelekatan zigot di dinding rahim

Zigot pada stadium morula memasuki rahim 3 hari setelah fertilisasi. Morula berdiferensiasi membentuk blastocyst.

Proses implantasi blastocyst pada dinding rahim membutuhkan waktu 6 sampai dengan 11 hari setelah pembuahan dengan rata-rata berkisar 6 hari.

Endometrium rahim mengalami berbagai perubahan struktur agar dapat menerima sel telur sekitar 6 hari setelah ovulasi dan bertahan selama kurang lebih 4 hari.

Pada beberapa kasus, sel telur yang sudah dibuahi dapat menempel pada lokasi selain dinding rahim, situasi ini disebut dengan kehamilan ektopik.

Implantasi yang terjadi di luar rahim tidak dapat mendukung kehamilan yang baik bagi ibu maupun janin.

Ciri-ciri awal kehamilan

Hampir semua orang tidak mengalami tanda maupun gejala yang menunjukkan bahwa pembuahan telah terjadi. Gejala paling awal yang kebanyakan dialami oleh wanita hamil dimulai saat pelepasan hormon hCG, yang muncul pada awal pembentukan embrio.

Perubahan yang dialami oleh wanita saat hamil meliputi berbagai aspek dalam sistem tubuh wanita yaitu:

  1. Pada sistem reproduksi
  2. Pada sistem pencernaan
  3. Sistem kardiovaskular
  4. Perubahan metabolikPada sistem muskuloskeletal
  5. Sistem endokrin

Sedangkan ciri awal kehamilan yang dapat dirasakan oleh wanita berdasarkan hasil survey adalah:

  1. Sebanyak 29% wanita melaporkan bahwa telat haid adalah gejala awal yang pertama kali yang dialami.
  2. Sebanyak 25% wanita merasa kembung, mual sebagai gejala awal hamil.
  3. Sebanyak 17% wanita merasakan perubahan pada payudara seperti terasa lunak dan sensitif saat awal kehamilan.
  4. Sebanyak 3% wanita mengalami pendarahan ringan atau bercak saat awal kehamilan.
  5. Merasa mudah lelah, perubahan suasana perasaan.

Hal yang memengaruhi ciri-ciri awal kehamilan pada wanita dipengaruhi oleh banyak faktor seperti hormon, berat badan, nutrisi, dll. Pemeriksaan sederhana yang dapat dilakukan untuk memastikan kehamilan adalah uji hormonal, salah satunya adalah menggunakan test pack.

Selain itu juga uji hormonal kehamilan dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu kehamilan normal atau patologis.

Kehamilan merupakan proses yang kompleks pada perubahan tubuh manusia yang membutuhkan waktu serta persiapan yang baik agar individu dan calon individu dapat melewati proses kehamilan yang diinginkan secara baik pula.

Oleh karena itu, jangan lupa untuk kontrol kehamilan kamu secara berkala di fasilitas layanan kesehatan di sekitar kamu agar dapat mengetahui kondisi kehamilan serta menambah pengetahuan kamu seputar kehamilan yang kamu perlukan.

Reference
Share