apa itu kimchi

apa itu kimchi

Siapa di sini yang enggak kenal dengan kimchi? Kamu tidak perlu jauh-jauh ke Negeri Ginseng sebab acar asal Korea yang satu ini sudah banyak dijual di pasaran Indonesia.

Bisa dimakan begitu saja sebagai asinan hingga dicampur menjadi nasi goreng kimchi, kimchi ternyata memberikan sejumlah manfaat kesehatan. Mulai dari rendah kalori hingga menyehatkan jantung, berikut penjelasannya.

Apa itu kimchi?

Kimchi (김치) adalah acar sayuran yang difermentasi dengan bumbu dan taburan garam. Di Korea, kimchi dibuat menggunakan sayuran seperti kol, seledri, wortel, terong, bayam, daun bawang, bit, rebung, lobak cina, dan mentimun.

Dalam proses pembuatannya sayuran diiris kemudian dibumbui dengan cabai merah, bawang merah dan putih, lalu difermentasi dengan air garam. Untuk menambah cita rasa, terkadang udang kering, udang asin, pasta ikan teri, ataupun tiram digunakan sebagai bumbu tambahan.

Fermentasi mungkin membutuhkan waktu sekitar seminggu hingga 1 bulan atau disesuaikan dengan temperatur di daerah tersebut. Kimchi yang siap difermentasi akan disimpan di ruang bawah tanah atau gudang penyimpanan khusus kimchi.

Nah, karena kimchi difermentasi dengan bumbu-bumbu seperti cabai dan bawang maka kimchi memiliki cita rasa yang pedas dan sedikit asam. Lantas, bagaimana dengan kandungan gizi dalam kimchi?

Kandungan gizi dalam kimchi

Berbeda dengan makanan Korea bibimbap yang dikenal tinggi kalori, kimchi justru dinilai sebagai makanan rendah kalori. Banyak mengandung vitamin A dan C, kimchi memiliki setidaknya 10 macam mineral dan lebih dari 34 asam amino.

Kandungan gizi kimchi mungkin berbeda-beda tergantung dari bahan yang digunakan, seperti menambahkan jahe hingga gula. Namun, pada umumnya kimchi mengandung beberapa nutrisi seperti:

  • Karbohidrat
  • Protein
  • Lemak
  • Fiber
  • Sodium
  • Vitamin B6
  • Vitamin C
  • Asam folat
  • Besi
  • Niasin

Kimchi banyak menggunakan sayuran hijau seperti kol, seledri, hingga bayam. Nah, sayuran-sayuran tersebut memiliki sumber vitamin K dan riboflavin yang tinggi sehingga kimchi dinilai sebagai acar bernutrisi baik.

Tapi, bagaimana dengan kalori yang terdapat pada acar kimchi? Di bawah ini adalah penjelasan detailnya.

Kalori kimchi

Kimchi mungkin memiliki kalori yang berbeda-beda tergantung dari bahan yang digunakan, bumbu, hingga merek dagang tertentu. Tapi, kimchi diperkirakan memiliki kalori sebesar 23 kkal. Di samping itu, berikut adalah jumlah nutrisi kimchi yang lain:

  • Karbohidrat 4 gram
  • Protein 2 gram
  • Lemak kurang dari 1 gram
  • Fiber 2 gram
  • Sodium 747 mg
  • Vitamin B6 19%
  • Vitamin C 22%
  • Vitamin K 55%
  • Asam folat 20%
  • Besi 21%
  • Niasin 10%
  • Riboflavin 24%

Dari seluruh kalori dan kandungan nutrisi yang dimiliki kimchi, kamu mungkin bertanya apakah kimchi memiliki manfaat untuk kesehatan? Coba simak penjelasan terkait manfaat kimchi di bawah ini.

Manfaat kimchi untuk kesehatan

Dikenal sebagai makanan probiotik yang sehat, kimchi sebagai sumber bakteri asam laktat bermanfaat dalam antioksidasi dan antikanker. Tidak hanya itu, kimchi juga membantu mencegah penuaan dan memberikan sejumlah manfaat lain seperti:

  • Membantu metabolisme tulang dan pembekuan darah
  • Membantu mengatur produksi energi dan pertumbuhan sel
  • Mendukung kesehatan pencernaan
  • Mendukung kesehatan jantung
  • Mengobati masalah beberapa masalah kulit
  • Membantu mengatasi demam
  • Membantu mengatasi sembelit dan beberapa jenis diare
  • Meningkatkan sistem imun atau kekebalan tubuh
  • Mengurangi peradangan
  • Memperlambat penuaan atau anti-penuaan
  • Mencegah infeksi jamur seperti jamur di vagina

Jika kamu berencana untuk mengurangi berat badan, kamu bisa mengonsumsi kimchi yang bermanfaat dalam membantu proses penurunan berat badan. Dalam suatu studi, kimchi segar terbukti menurunkan indeks massa tubuh (BMI) dan lemak.

Tapi, apakah kimchi harus selalu di beli di toko-toko? Jawabannya adalah tidak. Kamu bisa membuat kimchi segar yang menyehatkan di rumah ya.

Cara membuat kimchi yang sehat

Menghidangkan makanan fermentasi mungkin terdengar sulit untuk dilakukan. Padahal, proses pembuatan kimchi cukup sederhana sehingga banyak orang membuat kimchi rumahan.

Di bawah ini adalah cara mudah membuat kimchi rumahan yang menyehatkan:

  • Siapkan sayuran seperti kubis, wortel, lobak, serta bumbu-bumbu seperti bawang merah, jahe, bawang putih, gula, garam, bubuk cabai, dan kecap ikan
  • Potong kemudian cuci sayuran segar bersama jahe dan bawang putih
  • Taburi garam di antara lapisan daun kubis dan diamkan selama 2-3 jam
  • Balik kubis setiap 30 menit dan taburi garam secara merata
  • Bilas kubis dengan air dan tiriskan untuk menghilangkan garam yang terlalu berlebihan
  • Campurkan tepung beras, gula, jahe, bawang putih, minyak cabai, kecap ikan, dan tambahkan air bila perlu
  • Tuang dan aduk sayuran ke dalam bumbu yang telah dibuat pada tahap sebelumnya
  • Simpan campuran sayur yang telah dibumbui ke dalam wadah atau toples dan tutup dengan baik
  • Biarkan kimchi berfermentasi setidaknya selama 3 hari pada suhu kamar atau hingga 3 minggu dengan suhu 4 derajat Celcius

Untuk memastikan kimchi terfermentasi, kamu bisa melihat gelembung kecil muncul di dalam wadah atau dengan menghirup aroma asam dari kimchi. Setelah proses fermentasi, kamu bisa mendinginkan kimchi hingga 1 tahun.

Sementara, jika kamu ingin membuat kimchi vegetarian maka kamu tidak perlu menggunakan saeujeot dan kecap ikan. Apabila kamu lebih suka kimchi segar daripada kimchi yang difermentasi, kamu bisa langsung mengonsumi kimchi tanpa perlu melakukan fermentasi.

Hal yang harus diperhatikan saat makan kimchi

Kimchi fermentasi yang disimpan di dalam kulkas bisa bertahan hingga 1 tahun. Meskipun akan terus berfermentasi, suhu dingin akan memperlambat proses fermentasi.

Di samping itu, sebelum mengonsumsi acar Korea yang satu ini, pastikan kimchi selalu berada dalam kondisi yang normal dan tidak basi. Berikut adalah kondisi normal kimchi yang harus diperhatikan:

  • Kimchi tampak menggelegak
  • Tergapat gelembung di dalam wadah kimchi
  • Kimchi terasa asam
  • Sayuran seperti kol menjadi lunak

Jika kamu menghirup aroma busuk atau melihat adanya lapisan putih di atas kimchi maka itu berarti kimchi sudah rusak dan berjamur. Buanglah kimchi yang sudah rusak atau basi sebab mengonsumsi makanan yang sudah rusak berpotensi menyebabkan diare hingga keracunan makanan.

Share artikel ini
Reference