efek samping kb spiral

Meskipun ada beberapa efek samping kb spiral yang akan dialami wanita, alat kontrasepsi yang satu ini tetap memiliki banyak peminat. Alasannya yaitu karena penggunaannya yang mudah dan cara kerjanya efektif.

Kb spiral juga terdiri dari beberapa jenis, setiap jenisnya memiliki efek samping yang berbeda. Umumnya efek samping tersebut akan hilang setelah beberapa bulan, sehingga banyak wanita yang merasa nyaman dengan kb spiral.

Apa itu kb spiral?

Kb spiral adalah alat kontrasepsi pencegah kehamilan yang digunakan oleh wanita. Alat ini terbuat dari plastik dan dilapisi tembaga dan bentuknya sangat kecil menyerupai huruf T. Dokter atau bidan akan memasang kb spiral ke dalam rahim untuk menutup saluran rahim agar sperma tidak lolos.

Proses pemasangan hanya berlangsung 15-20 menit. Akan ada tali yang menggantung dari leher rahim kea rah vagina untuk memastikan kb spiral tetap pada posisi yang benar. Kamu akan mendapat obat pereda nyeri sebelum pemasangan kb spiral dilakukan.

Apakah kb spiral itu aman?

Kb spiral sangat aman digunakan, asalkan proses pemasangannya dilakukan oleh dokter atau bidan ahli. Pastikan juga alat spiral yang akan dimasukkan sudah steril dan memiliki kualitas bagus, agar tidak menimbulkan infeksi pada rahim.

Meski begitu, tidak semua wanita akan cocok dengan kb spiral. Akan ada beberapa efek samping negatif yang dirasakan, bahkan hingga menimbulkan beberapa penyakit tertentu pada sistem reproduksi. 

Apa saja efek samping kb spiral

Pil KB
Efek samping KB

Kb spiral yang terkenal sangat efektif mencegah kehamilan ini, nyatanya memiliki beberapa efek samping yang tidak bisa kamu hindari. Berikut efek samping tersebut:

  1. Nyeri saat pemasangan, terutama saat kamu baru pertama kali melakukan pemasangan.
  2. Menstruasi tidak teratur, tergantung pada jenis kb spiral yang kamu gunakan. 
  3. Kram perut, rasa nyeri mungkin akan lebih parah saat kamu sedang haid.
  4. Pendarahan ringan, kamu akan mengalami bercak pendarahan sebagai bentuk adaptasi tubuh dengan kb spiral.
  5. Mual, menjadi salah satu respon tubuh terhadap masuknya benda asing pada rahim.
  6. Infeksi, jika kb spiral dipasang dengan tidak benar atau tidak steril kamu mungkin akan mengalami infeksi vagina.
  7. Posisi alat bergeser dalam rahim, hal ini membuat kb spiral tidak bekerja dengan maksimal.
  8. Pegal linu dan tumbuh jerawat, tidak semua wanita akan mengalami hal ini.

Berapa lama kb spiral harus diganti

Kb spiral yang berbahan dasar tembaga biasanya memiliki ketahanan yang sangat panjang, kamu bisa menggantinya setelah 10 tahun. Sedangkan kb spiral dengan bahan plastik atau hormonal memiliki ketahanan yang bervariasi.

Umumnya kb spiral biasa harus diganti setelah 3-6 tahun, dokter akan memberitahu kamu kapan waktu pergantiannya. Pastikan kamu mengingat jangka waktu tersebut, kb spiral yang dipasang terlalu lama mungkin saja akan menimbulkan masalah kesehatan.

Jenis kb spiral

Sebelum memilih untuk menggunakan kb spiral, kamu harus mengetahui beberapa jenisnya berikut ini;

Kb spiral tembaga

Alat ini bekerja dengan melepaskan lapisan tembaga di dalam rahim, sehingga sperma tidak dapat naik ke sel telur. Kb ini juga membuat sel telur yang telah dibuahi tidak dapat menempel pada dinding rahim. Ketahanan kb spiral jenis ini bisa mencapai 5-10 tahun.

Kb spiral hormonal

Berbeda dengan kb spiral tembaga, kb jenis ini hanya bisa bertahan 3-5 tahun. Alat ini bekerja dengan mengentalkan lendir serviks sehingga sperma tidak dapat bergerak menuju sel telur. Dinding rahim juga akan menipis dan pembuahan ovulasi menjadi terhambat.

Prosedur penanaman kb spiral

Agar kb spiral tetap aman dan bekerja efektif, kamu harus mengikuti prosedur penanaman yang aman sesuai perintah dokter, diantaranya yaitu;

  • Kamu akan berbaring dengan posisi kaki terangkat
  • Dokter akan memasukan alat spekulum untuk membuka vagina
  • Leher rahim akan dibersihkan dengan antiseptic
  • Kb spiral akan dimasukkan menggunakan aplikator khusus

Larangan bagi pengguna kb spiral

Setelah kb spiral dipasang selama beberapa hari, kamu mungkin tidak akan merasakan apapun karena sudah terbiasa. Tapi ingat ada beberapa larangan yang harus kamu hindari, diantaranya;

  • Tidak boleh menarik benang kb spiral sendiri
  • Berhubungan seks saat alat bergeser
  • Memasukan benda lain ke dalam vagina
  • Tidak mengunjungi dokter untuk mengecek posisi alat spiral

Cara melepas kb spiral

Memasang dan melepas kb spiral harus dilakukan oleh dokter atau bidan yang berwenang. Berikut adalah langkah-langkah yang akan dilakukan saat melepas alat tersebut dari rahim:

  • Kamu akan berbaring dengan kaki terangkat
  • Speculum akan dimasukan untuk membuka vagina
  • Dokter akan menarik benang kb spiral menggunakan forsep
  • Speculum akan dikeluarkan dan vagina tertutup

Ujung kb spiral yang membentuk huruf T akan menguncup saat proses keluar masuknya alat. Hal ini hanya bisa dilakukan oleh dokter menggunakan alat khusus. Kamu juga mungkin akan merasa nyeri dan kram selama proses tersebut. Dokter akan memberikan resep untuk meredakannya.

Share artikel ini
Reference