Cara Menghilangkan Noda Darah di Sprei Wajib Coba

Sebagian besar wanita pasti pernah mengalami momen terbangun di pagi hari dan menemukan noda darah menstruasi di seprai. Berada di kondisi ini memang cukup menyebalkan, terlebih menghilangkan noda darah di sprei juga tidak semudah yang dibayangkan.

Pasalnya, noda darah menstruasi cenderung dapat menyerap dengan cepat dan melekat pada serat-serat kain sprei. Meskipun terkadang terlihat sulit diatasi, sebenarnya ada cara menghilangkan noda darah di sprei yang bisa kamu lakukan.

Apa penyebab haid sering bocor?

Darah haid yang sering bocor di malam hari dapat menjadi masalah yang mengganggu bagi wanita karena kondisi ini bisa membuat tidur menjadi tidak nyaman.

Pada dasarnya, selain karena aliran menstruasi yang sedang deras-derasnya, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan kebocoran darah haid di malam hari dan memahami penyebabnya adalah langkah pertama yang bisa kamu lakukan untuk menemukan cara mencegah haid bocor di malam hari.

Adapun penyebab haid sering bocor di malam hari, di antaranya:

  • Tidur dengan posisi yang salah
  • Produk pembalut yang digunakan tidak memiliki kapasitas yang sesuai dengan volume darah menstruasi hingga menyebabkan kebocoran. Untuk mengatasi masalah ini, kamu bisa menggunakan produk night pads dari Yoona yang bisa diandalkan saat terjadi heavy flow selama masa datang bulan
  • Pemasangan pembalut kurang tepat (miring)

Jangan Panik, Yuk Cek Cara Mengatasi Bocor saat Haid di Sekolah!

Cara menghilangkan noda darah di sprei yang ampuh

cara menghilangkan noda darah di sprei

Menghilangkan noda darah pada sprei bisa menjadi tugas yang menantang, tetapi ada beberapa cara yang dapat dicoba. Berikut beberapa cara menghilangkan noda darah di sprei yang bisa kamu lakukan:

1. Hindari menggosok noda darah

Ketika melihat ada noda darah di sprei, mungkin kamu langsung seketika mengucek noda tersebut untuk menghilangkannya. Padahal, menggosok noda dapat membuatnya semakin menyebar dan menempel di sprei. Hindari menggosok secara langsung noda darah, ya!

2. Gunakan air dingin

Cara menghilangkan noda darah dari seprai termudah, yaitu dengan langsung menghilangkan noda menggunakan air dingin. Semakin cepat bertindak, semakin besar kemungkinan noda darah bisa hilang. 

Jika mendapati noda darah yang masih segar, noda tersebut dapat hilang hanya dengan membilas menggunakan air dingin. Jika masih ada noda yang tersisa, oleskan terlebih dahulu dengan sabun cuci piring, lalu diamkan selama kurang lebih 15 menit sebelum dicuci. 

Selalu pastikan air yang kamu gunakan adalah dingin karena membersihkan noda darah dengan air panas hanya akan membuat noda menjadi kering dan sulit hilang. 

3. Oleskan hidrogen peroksida

Jika noda darah tetap ada bahkan setelah kamu mencucinya dengan air dingin, cara menghilangkan noda darah di sprei yang selanjutnya bisa kamu lakukan, yaitu mengoleskan hidrogen peroksida. 

Hidrogen peroksida ini sangat cocok untuk menghilangkan noda darah pada sprei berwarna putih. Jika memiliki sprei yang lebih gelap, ujilah sedikit hidrogen peroksida untuk memastikannya tidak mengubah warna asli spreimu.

Untuk menghilangkan darah dari seprai menggunakan hidrogen peroksida, ambil mangkuk besar dan letakkan bagian seprai yang terkena noda di dalamnya. Kemudian, tuangkan sedikit hidrogen peroksida ke atasnya (sebaiknya sekitar ½ cangkir) dan tambahkan air dingin. Biarkan terendam selama kurang lebih 24 jam. Jika noda belum hilang, ulangi prosesnya.

4. Cuci dengan mesin cuci dan deterjen

Setelah sprei terendam selama 24 jam, kamu bisa mencuci sprei dengan mesin cuci seperti biasa. Pastikan untuk menggunakan deterjen ringan dan ingat selalu menggunakan air dingin. Setelah dicuci, kamu bisa langsung menjemur sprei tanpa perlu memasukkannya ke pengering. 

4 Tips Agar Haid Tidak Bocor saat Heavy Flow

Cara agar haid tidak bocor saat tidur

Untuk mencegah kebocoran menstruasi saat tidur, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan, di antaranya:

1. Ubah posisi tidur

Menurut para ahli, posisi tidur terbaik saat sedang menstruasi adalah posisi janin, yaitu tidur miring dengan kedua kaki dirapatkan untuk menghindari kebocoran menstruasi karena mengurangi kemungkinan keluarnya darah.

Sedangnya, satu-satunya posisi yang harus dihindari adalah tidur tengkurap. Sebab, tidur dalam posisi tengkurap saat menstruasi justru dapat menekan rahim sehingga lebih banyak darah yang keluar, sehingga meningkatkan kemungkinan terjadinya kebocoran dalam semalam

2. Ganti pembalut baru sebelum tidur

Untuk mencegah kebocoran haid saat tidur, mengganti pembalut baru sebelum tidur. Jika dirasa aliran darah menstruasi sedang deras-derasnya, kamu bisa bangun di malam hari untuk mengganti pembalut secara berkala untuk memberikan perlindungan optimal.

3. Pilih pembalut berdaya serap tinggi

Pilih pembalut malam yang menunjukkan daya serap tinggi (atau bahkan super tinggi). Untuk melihat seberapa efektif dalam mencegah kebocoran, kamu bisa melihat informasinya di bagian kemasan. Biasanya di sana tertera informasi mengenai berapa banyak darah menstruasi yang dapat ditampung pembalut tersebut. 

Selain itu, untuk mencegah kebocoran di malam hari, pastikan kamu menggunakan pembalut khusus malam hari yang memang dirancang dengan daya serap lebih tinggi dengan bantalan yang lebih panjang lebar.

Itulah cara menghilangkan noda darah di sprei yang bisa kamu lakukan. Untuk mencegah kebocoran, pastikan kamu memilih pembalut dengan daya serap tinggi seperti produk pembalut Yoona. 

Selain berbahan organik, Yoona Night Pads juga memiliki daya serap yang tinggi. Bahkan, pembalut ini memiliki anion strip with nano silver yang bisa mencegah bakteri dan jamur penyebab bau, gatal, dan iritasi saat haid.


Penulis: Silvia Wardatul

Share artikel ini
Reference