Asian fitness girl doing workout at home, sitting on floor mat in activewear, warm up and stretching arms, doing yoga in living room.

Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan kondisi saat tekanan darah mencapai 130/80 mmHg atau lebih. Hipertensi yang tidak segera ditangani dapat menyebabkan berbagai penyakit serius seperti ginjal, gagal jantung, hingga stroke. Ada berbagai cara menurunkan darah tinggi yang dapat kamu coba, yakni dari pola hidup sehat sampai dengan mengonsumsi obat-obatan untuk menurunkan tekanan darah.

Kenali kondisi darah tinggi

Tekanan darah dibagi menjadi dua, yakni tekanan sistolik dan juga tekanan diastolik. Tekanan sistolik merupakan tekanan ketika jantung memompa darah ke semua tubuh. Sedangkan, tekanan diastolik merupakan tekanan yang terjadi ketika jantung berelaksasi belum akhirnya kembali memompa darah.

Hipertensi terjadi saat tekanan diastolik lebih dari 80 mmHg dan tekanan sistolik berada di atas 130 mmHg. Tekanan darah yang melebihi batas angka tersebut tergolong kondisi berbahaya dan memerlukan penanganan untuk mengatasinya.

Penyebab darah tinggi

Darah tinggi dibagi menjadi dua, yakni hipertensi sekunder dan primer. Masing-masing memiliki penyebab yang berbeda, yakni:

1. Hipertensi primer

Jenis hipertensi yang satu ini umumnya sangat lazim terjadi pada orang dewasa. Penyebab pastinya sendiri belum diketahui. Hipertensi primer juga cenderung berkembang secara bertahap dalam beberapa tahun.

2. Hipertensi sekunder

Hipertensi sekunder biasanya disebabkan karena adanya kondisi yang mendasarinya. Selain itu, jenis hipertensi yang satu ini biasanya menyebabkan tekanan darah yang lebih tinggi dibandingkan dengan hipertensi primer.

Berikut beberapa kondisi kesehatan yang dapat menyebabkan hipertensi sekunder cukup beragam, seperti masalah ginjal, masalah tiroid, konsumsi obat-obatan, hingga obstruktif sleep apnea (OSA).

Ciri-ciri darah tinggi

Orang dengan darah tinggi dapat mengalami gejala seperti sakit kepala dan lemas. Mereka juga memiliki masalah penglihatan yang juga disertai nyeri dada dan sesak napas. Dalam beberapa kasus, ciri-ciri darah tinggi juga mencakup aritmia atau irama jantung yang terlalu cepat. Selain itu, dalam kasus yang cukup parah penderita juga bisa melihat adanya darah dalam urine.

Berikut 10 ciri-ciri darah tinggi yang harus kamu waspadai:

  1. Sakit Kepala Parah
  2. Mimisan (Epistaksis)
  3. Sesak napas
  4. Tinnitus (Telinga Berdenging)
  5. Kantuk, Insomnia
  6. Kebingungan
  7. Kelelahan
  8. Keringat berlebih
  9. Muntah
  10. Penglihatan kabur

Jika kamu belum mengalami gejala di atas, bukan berarti kamu tidak mengalaminya karena efek samping yang paling umum adalah tidak memiliki gejala. Cara terbaik untuk tetap sehat adalah dengan memeriksa tekanan darah secara teratur, ya.

Pemeriksaan darah tinggi

Dokter atau tenaga medis melakukan pemeriksaan darah tinggi dengan memakaikan manset lengan tiup pada lengan dan mengukur tekanan darah dengan menggunakan alat pengukur tekanan.

Hasil pengukuran tekanan darah dibagi menjadi empat kategori umum. Biasanya tekanan darah normal yakni tekanan darah di bawah 120/80 mmHg. Nah, hipertensi tahap 1 merupakan tekanan sistolik yang berkisar antara 140–159 mmHg, atau tekanan diastolik berkisar antara 90–99 mm Hg.

Sementara itu, hipertensi tahap 2 tergolong lebih parah. Hipertensi tahap 2 sendiri merupakan tekanan sistolik yang mencapai 160 mmHg atau lebih tinggi, atau tekanan diastolik yang mencapai 100 mmHg atau lebih tinggi.

Bagaimana cara menurunkan darah tinggi

Berikut sejumlah cara menurunkan darah tinggi yang bisa kamu aplikasikan:

1. Menurunkan berat badan

Menurunkan berat badan, terutama pada orang dengan berat badan berlebih dapat membantu menurunkan berat badan. Penurunan berat badan juga dapat membantu mengatasi apnea tidur.

2. Menjalani pola makan sehat

Mengkonsumsi makanan sehat seperti buah-buahan, biji-bijian, produk olahan susu rendah lemak, sayuran dan mengurangi asupan lemak jenuh serta kolesterol juga dapat membantu menurunkan tekanan darah tinggi.

Selain itu, kamu juga wajib mengkonsumsi makanan dengan kandungan kalium seperti kentang, pisang, wortel, jeruk, bayam, dan anggur. Kalium sendiri memiliki manfaat untuk membantu menurunkan hipertensi.

3. Membatasi konsumsi garam

Sodium (natrium) dalam garam yang berlebih dapat menyebabkan hipertensi. Ini sebabnya, membatasi konsumsi garam saat mengalami hipertensi sangat penting. Orang dewasa sendiri sebaiknya mengkonsumsi sodium 1500-2000 mg per hari saja.

4. Rutin berolahraga

Olahraga rutin juga dapat menjadi cara menurunkan darah tinggi. Melakukan olahraga 30-60 menit sebanyak 3-5 kali seminggu dapat menurunkan tekanan darah hingga 5-8 mmHg.

Beberapa olahraga yang baik untuk mengatasi hipertensi adalah jogging, jalan kaki, senam, bersepeda, sampai berenang.

5. Mengonsumsi obat-obatan

Dokter biasanya meresepkan sejumlah obat yang dapat mengurangi tekanan darah tinggi atau antihipertensi.
Berikut beberapa jenis obat antihipertensi untuk menurunkan tekanan darah tinggi adalah:

  • ACE-inhibitor, seperti lisinopril, captopril, dan ramipril.
  • Angiotensin-2 receptor blocker (ARB), seperti irbesartan, candesartan, valsartan, losartan, dan olmesartan.
  • Diuretik, seperti hydrochlorothiazide dan furosemid.
  • Calcium channel blocker, seperti felodipine, amlodipine, diltiazem, nifedipine, dan verapamil.
  • Beta-blockers atau penghambat beta, seperti atenolol, bisoprolol, propranolol, dan metoprolol.

Apa yang harus dihindari untuk menurunkan darah tinggi?

Ada beberapa hal yang harus kamu lakukan untuk menurunkan tekanan darah tinggi, yakni:

1. Batasi merokok dan  konsumsi alkohol

Kebiasaan buruk ini dapat menyebabkan tekanan darah tinggi. Orang yang sering merokok juga lebih berisiko mengalami komplikasi hipertensi seperti stroke dan penyakit jantung. Jika kamu ingin mencegah darah tinggi, pastikan untuk mulai hentikan kebiasaan mengkonsumsi alkohol dan merokok.

2. Mengurangi stres

Stres juga dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan darah. Ini sebabnya, orang dengan hipertensi harus mengendalikan stres sehingga tekanan darah tinggi juga dapat turun. Beberapa cara untuk mengendalikan stres adalah dengan meditasi, yoga, melakukan relaksasi, atau melakukan hal lain yang kamu sukai.

3. Hindari konsumsi garam berlebih

Seperti yang sudah Yoona sebutkan, kandungan sodium pada garam menjadi salah satu penyebab hipertensi jika konsumsinya berlebihan. Menghindari konsumsi garam berlebih dapat menjadi cara menurunkan darah tinggi. Sebaiknya tidak mengkonsumsi garam lebih dari 1 sendok teh per hari, ya.

Selain itu, kamu juga bisa mencegah hipertensi dengan cara:

  • Melakukan aktivitas fisik teratur, misalnya jalan kaki sejauh 3 km/ atau olahraga selama 30 menit per hari minimal 5x per minggu.
  • Tidak merokok dan menghindari asap rokok.
  • Diet dengan gizi seimbang.
  • Mempertahankan berat badan ideal.
  • Menghindari minum beralkohol.

Kapan harus ke dokter

Guna menghindari hipertensi, kamu bisa melakukan pengecekan tekanan darah secara berkala. Segera berkonsultasi dengan dokter jika kamu mengalami berbagai gejala tekanan darah seperti yang sudah Yoona sebutkan di atas.

Share artikel ini
Reference