Makanan Penambah Darah
Hidup Sehat Nutrisi

15+ Makanan Penambah Darah untuk Atasi Anemia

Putri Aprillia | Maret 11, 2022
Share

Apakah kamu sering merasa lemas dan lelah? Kamu mungkin mengalami gejala anemia atau kekurangan darah. Kondisi ini dapat menyebabkan sejumlah komplikasi pada kesehatan, lho. Jadi, penting untuk segera mengatasinya. Misalnya, dengan mengonsumsi makanan penambah darah.

Selain mengonsumsi makanan penambah darah, ada beberapa cara lain untuk menambah darah. Apa saja caranya? Nah, baca terus artikel ini untuk tahu cara menambah darah, penyebab, dan bahaya kekurangan darah.

Apa itu kekurangan darah?

Kekurangan darah (anemia) adalah keadaan saat badan kekurangan produksi sel darah merah atau saat sel darah merah tidak dapat berfungsi dengan baik. Karena hal ini, tubuh tidak bisa memperoleh oksigen yang cukup. Akibatnya, pengidap anemia sering terlihat pucat dan gampang lelah.

Kekurangan darah bisa terjadi hanya sementara, namun juga bisa terjadi untuk waktu yang lama. Kekurangan darah terjadi saat kadar hemoglobin di dalam tubuh berada di bawah batas normal.

Wanita dewasa biasanya mengalami kekurangan darah jika memiliki kadar hemoglobin di bawah 12 gram, sedangkan pada pria kekurangan darah terjadi apabila kadar hemoglobinnya kurang dari 14 gram. Jika kadar hemoglobin kurang dari 8 gram, maka kondisi tersebut sudah termasuk parah.

Penyebab kekurangan darah

Kekurangan darah bisa terjadi jika badan memiliki kadar hemoglobin yang rendah. Pada umumnya, kekurangan darah bisa terjadi karena beberapa kondisi berikut ini:

  • Sel darah merah mengalami kehancuran yang terlalu cepat
  • Tubuh kehilangan darah secara berlebihan
  • Produksi sel darah merah yang kurang pada tubuh

Beberapa kondisi tersebut bisa terjadi karena hal-hal berikut ini.

  • Kurangnya asupan zat besi atau tubuh tidak bisa menyerap zat besi akibat penyakit celiac.
  • Kekurangan asupan vitamin B12 dan asam folat.
  • Terjadi perdarahan berat yang disebabkan cedera, gangguan menstruasi, penyakit, atau efek samping obat.
  • Kerusakan pada sumsum tulang yang membuat tubuh tidak dapat memproduksi sel darah merah secara optimal.
  • Mengalami penyakit kronis yang mempengaruhi proses produksi sel darah merah, seperti penyakit crohn, penyakit ginjal, kanker, rheumatoid arthritis, dan HIV/AIDS.
  • Terjadinya mutasi genetik pada hemoglobin sehingga hemoglobin memiliki bentuk yang tidak wajar.
  • Mengalami thalasemia.

Bahaya kekurangan darah

Kekurangan darah jangan dianggap sepele. Hal ini dapat membahayakan kesehatan. Seseorang yang kekurangan darah biasanya mudah mengantuk, pusing, lemas, dan terlihat pucat. Apabila tidak segera ditangani, kekurangan darah bisa menyebabkan beberapa gangguan berikut ini.

  • Menghambat proses tumbuh kembang anak.
  • Mengurangi performa dan kecerdasan dalam aktivitas sehari-hari.
  • Mengganggu kesehatan reproduksi.
  • Menyebabkan gagal jantung.

Cara menambah darah

Jika kamu mengalami kekurangan darah, cobalah beberapa cara berikut ini untuk menambah darah.

Konsumsi suplemen

Suplemen bisa membantu meningkatkan produksi sel darah merah dan mendukung kinerja tubuh. Saat mengonsumsi suplemen, jangan sampai melebihi dosis yang dianjurkan. Suplemen yang biasanya dianjurkan meliputi zat besi, vitamin C, tembaga, vitamin A, vitamin B-12, vitamin B-9, vitamin B-6, dan vitamin E.

Melakukan olahraga

Olahraga secara teratur juga bisa bermanfaat. Selain meningkatkan kesehatan secara keseluruhan, olahraga juga bisa membantu produksi sel darah merah. Olahraga akan menyebabkan tubuh membutuhkan lebih banyak oksigen. Sehingga, otak akan memberi sinyal bagi tubuh untuk memproduksi lebih banyak sel darah merah.

Mengonsumsi obat penambah darah

Jika perubahan pola makan dan gaya hidup tidak cukup, dokter mungkin akan menyarankan untuk mengonsumsi obat-obatan. Dokter biasanya akan memberikan resep obat untuk merangsang produksi sel darah merah. Rata-rata obat penambah darah mengandung zat besi yang setara dengan setengah kebutuhan harian, yaitu sekitar 14 miligram.

Mengonsumsi makanan penambah darah

Selain mengonsumsi obat, kamu juga bisa mengatasi kekurangan darah dengan mengonsumsi makanan yang dapat meningkatkan sirkulasi darah. Makanan penambah darah antara lain tomat, jeruk, sayuran hijau, dan sebagainya.

Berhenti merokok

Cara lainnya adalah menghentikan kebiasaan merokok dan minum alkohol. Selain meningkatkan risiko terjadinya penyakit kronis seperti kanker, bahaya merokok juga bisa berdampak negatif terhadap sirkulasi darah.

Menurunkan berat badan

Tidak hanya menyebabkan komplikasi yang berbahaya seperti penumpukan plak pada arteri, kelebihan berat badan atau obesitas bisa memberikan dampak negatif terhadap aliran darah.

Minum air yang cukup

Tetap terhidrasi memberi efek baik bagi kesehatan, termasuk sirkulasi darah. Jika kamu mengalami dehidrasi, hal ini bisa merusak sel-sel endotel dan meningkatkan peradangan di tubuh. Di samping itu, hal ini bisa membatasi aliran darah.

Mengurangi stres

Dilansir dari Health Line, tingkat stres dapat mempengaruhi tekanan darah secara signifikan. Oleh karena itu, penting untuk mengelola stres. Kamu bisa mengelolanya dengan melakukan yoga, meditasi, berkebun, atau menghabiskan waktu di alam.

Makanan penambah darah

Kurangnya sel darah merah dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti nyeri, kram, mati rasa, masalah pencernaan, dan rasa dingin di tangan maupun kaki. Walaupun seringkali masalah peredaran darah diatasi dengan obat-obatan, sebenarnya hal ini juga bisa diatasi dengan makan makanan yang bisa meningkatkan aliran darah.

Berikut ini adalah beberapa makanan yang bisa mengoptimalkan aliran darah.

  • Jahe
  • Tomat
  • Buah beri
  • Kenari
  • Anggur
  • Lemon
  • Jeruk
  • Sayuran hijau
  • Kunyit
  • Bit
  • Salmon
  • Kayu manis
  • Bawang putih
  • Bawang merah
  • Delima
  • Cabai rawit

Memang ada banyak cara alami untuk meningkatkan aliran darah, termasuk mengonsumsi makanan penambah darah yang bisa merangsang aliran darah. Namun, tidak hanya itu, kamu juga perlu menjalani gaya hidup yang sehat dengan tidak merokok, menjaga berat badan, pola makan dan pola tidur.

Reference
Share