Banyak orang yang mungkin bertanya-tanya apakah saat hamil bisa haid. Pasalnya, beberapa wanita mengklaim dirinya tengah menstruasi, tetapi bisa tetap hamil. Lantas, bagaimana jawaban yang tepat? Simak jawabannya di sini!

Apakah saat hamil bisa haid?

Jawabannya adalah kemungkinannya kecil. Kamu mungkin tidak akan hamil jika berhubungan seks saat menstruasi. Pasalnya, waktu ovulasi masih beberapa hari lagi sehingga kemungkinan hamil selama periode ini sangat kecil, tetapi masih ada pengecualian.

Pengecualian ini berlaku untuk wanita dengan siklus menstruasi yang berlangsung antara 28 hingga 30 hari atau lebih lama. Jika siklus haid kamu lebih pendek, misalnya 21 hingga 24 hari, artinya kamu sedang ovulasi lebih awal. 

Ini karena sperma dapat bertahan hidup dalam tubuh selama hingga 5 hari. Ada kemungkinan kamu bisa hamil bila berhubungan seks pada kahir masa menstruasi dan kemudian ovulasi awal 4 atau 5 hari kemudian. 

Jadi, jawaban dari apakah saat hamil bisa haid masih memiliki kemungkinan yang sangat rendah. Jika kamu mencoba untuk hamil, sebaiknya berhubungan seks ketika masa ovulasi, bukan saat periode menstruasi sedang berlangsung. 

Pendarahan saat Hamil Muda Seperti Haid, Apakah Berbahaya?

Penyebab positif hamil tapi keluar darah

pendarahan saat hamil muda

Setelah mengetahui jawaban dari apakah hamil bisa haid, ada kalanya orang-orang menjumpai bercak darah ketika positif hamil. Jika ibu hamil mengalami pendarahan, ini bisa jadi pertanda masalah kesehatan serius yang membutuhkan perawatan medis. 

Walau begitu, ada beberapa penyebab positif hamil tapi keluar darah pada beberapa kasus. Berikut ini deretan penyebabnya. 

Pendarahan implantasi

Pendarahan implantasi terjadi ketika sel telur yang telah dibuahi menempel pada dinding rahim, sekitar seminggu hingga 10 hari setelah ovulasi. Ini disebabkan pecahnya beberapa pembuluh darah di area implantasi, menyebabkan pendarahan atau bercak-bercak darah.

Kondisi ini termasuk ringan dan berlangsung selama beberapa jam atau beberapa hari saja. Pendarahan implantasi juga jarang terjadi setelah minggu ke-10 kehamilan dan dianggap sebagai tanda positif kehamilan normal. 

Jika pendarahan berlanjut dengan nyeri atau kram yang parah, konsultasikan dengan dokter atau bidan.

Persalinan prematur

Persalinan prematur bisa menyebabkan keluar darah saat positif hamil karena serviks atau leher rahim belum matang sepenuhnya. Akibatnya, bagian tersebut tidak dapat menahan tekanan kontraksi rahim. 

Hal ini bisa menyebabkan terbukanya serviks secara dini dan keluarnya darah dari rahim. Persalinan prematur juga bisa memicu masalah kesehatan lain pada bayi dan ibu, seperti gangguan pernapasan dan risiko infeksi.

Jangan Takut Moms, Ini Ciri-Ciri Bayi Prematur Yang Sehat

Plasenta previa

Beberapa orang mengira bahwa apakah saat hamil bisa haid dapat terjadi karena terjadi pendarahan ketika mereka tidak menyadari sedang hamil. Ini bisa jadi disebabkan oleh plaenta previa

Begini, plasenta menempel pada bagian bawah rahim sehingga menutupi sebagian atau seluruh pembukaan serviks. Jika rahim berkontraksi, plasenta bisa mengalami pendarahan karena adanya tekanan pada plasenta. 

Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya keluar darah dari vagina pada ibu hamil, terutama pada trimester kedua dan ketiga. Keluar darah pada kondisi plasenta previa dapat mengancam nyawa ibu dan janin sehingga membutuhkan perawatan medis segera.

Solusio placenta

Solusio placenta adalah kondisi pelepasan plasenta prematur. Kondisi ini bisa menyebabkan terjadinya pendarahan saat positif hamil karena plasenta yang menempel pada dinding rahim terlepas sebelum persalinan. 

Hal tersebut bisa mengakibatkan pendarahan berat dari vagina pada ibu hamil dan memicu kontraksi rahim. Solusio placenta juga bisa mengurangi pasokan oksigen dan nutrisi pada janin sehingga dianggap sebagai kondisi yang berbahayan memerlukan perawatan segera.

Keluar Gumpalan Darah Saat Hamil Muda, Apa Penyebabnya?

Ruptur uteri

Selain mencemaskan jawaban dari apakah saat hamil bisa haid, kamu perlu mengkhawatirkan keluarnya darah ketika positif hamil. Ini bisa terjadi akibat ruptur uteri atau pecahnya dinding rahim karena dinding rahmi robek dan menyebabkan perdarahan hebat. 

Ruptur uteri adalah kondisi gawat darurat dan bisa membahayakan nyawa ibu dan janin. Ini biasanya terjadi selama persalinan atau setelah operasi caesar sehingga memerlukan penanganan medis untuk menyelamat ibu dan janin. 

Penyebab lainnya

Selain kondisi di atas, ada beberapa masalah kesehatan lain yang bisa jadi penyebab keluar darah tapi positif hamil, antara lain: 

  • Infeksi pada saluran reproduksi
  • Kehamilan ektopik
  • Keguguran
  • Kanker serviks atau rahim
  • Ada benda asing dalam rahim

Kapan harus ke dokter?

Jika mengalami pendarahan saat positif hamil, sebaiknya segera hubungi dokter atau bidan. Berikut ini beberapa kondisi keluar darah saat hamil yang memerlukan penanganan medis segera. 

  • Pendarahan hebat atau terus menerus
  • Pendarahan disertai nyeri atau kram hebat
  • Pendarahan disertai pusing, sakit kepala, atau sesak napas
  • Pendarahan disertai dengan demam atau menggigil
  • Pendarahan disertai dengan cairan ketuban yang keluar

Penting untuk diingat bahwa pendarahan saat posiitif hamil bisa jadi pertanda kondisi serius yang membutuhkan penanganan medis segera. Maka dari itu, jawaban dari pertanyaan apakah saat hamil bisa haid dan penyebab keluar darah saat hamil sebaiknya diskusikan dengan dokter.


Penulis: Nabila Azmi 

Share artikel ini
Reference