cara membersihkan daerah kewanitaan dengan daun sirih

Kamu tentu menyadari betapa penting merawat area intim agar organ kewanitaan tetap sehat. Tak hanya itu, area intim yang selalu terjaga dengan baik juga dapat mencegah munculnya berbagai gangguan kesehatan di area tersebut, seperti keputihan dan bentol di area kemaluan.

Jika kamu tidak merawat dan membersihkan dengan baik, organ ini rentan mengalami masalah. Mungkin kamu pernah mendengar jika daun sirih bisa jadi solusinya. Penasaran? Coba baca dulu agar kamu bisa mengetahui apakah daun sirih aman untuk area kewanitaan.

Apakah daun sirih bisa membersihkan daerah kewanitaan?

Rasa gatal yang bisa diatasi oleh daun sirih disebabkan oleh infeksi jamur dan bakteri. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Institut Pertanian Bogor, daun sirih bisa mengatasi masalah pada vagina yang disebabkan infeksi jamur Candida tropicalis.

Berdasarkan penelitian tersebut, ekstrak daun sirih mengandung asam benzoat, hexadecene, tetra methyl, dan neophytadiene. Semua ini dipercaya dapat menghambat infeksi jamur Candida tropicalis.

Candida tropicalis dan Candida albicans adalah jenis jamur yang cukup sering menyebabkan infeksi vagina. Selain memiliki sifat antijamur, ekstrak daun sirih juga mengandung senyawa antibakteri.

Manfaat daun sirih untuk daerah kewanitaan

Berikut ini beberapa manfaat daun sirih untuk mengatasi masalah di area kewanitaan.

1. Mengobati keputihan

Keputihan merupakan hal yang biasa terjadi pada setiap wanita. Namun, keputihan yang berlebihan dan bau yang tidak sedap dapat menyebabkan masalah. Kamu bisa menggunakan air rebusan daun sirih untuk membasuh vagina saat masih hangat.

2. Menghilangkan gatal

Daun sirih dipercaya memiliki sifat antiseptik dan antijamur yang dapat mengurangi rasa gatal pada organ intim wanita. Rasa gatal yang sering terjadi pada vagina biasanya disebabkan oleh bakteri atau jamur.

Menggaruk area tersebut justru akan memperparahnya karena bisa menyebabkan iritasi. Sebaiknya, gunakan air rebusan daun sirih untuk mencuci vagina secara rutin.

3. Membuat organ kewanitaan yang harum

Adanya kandungan minyak atsiri pada daun sirih dapat menghilangkan bau tidak sedap pada organ intim wanita. Kamu juga bisa sedikit meminum rebusan daun sirihnya dengan menambahkan garam sedikit.

Cara membersihkan daerah kewanitaan dengan daun sirih

Khasiat daun sirih dipercaya mampu membunuh jamur, bakteri, parasit, dan mikroorganisme penyebab keputihan. Menggunakan daun sirih untuk kebersihan vagina dan penyembuhan keputihan bisa dilakukan dengan cara yang sederhana. Metodenya adalah dengan cara merebus sebagai berikut:

  • Siapkan 10 lembar daun sirih.
  • Kemudian cuci bersih.
  • Rebus daun sirih menggunakan 500 ml air bersih sampai mendidih.
  • Dinginkan air hingga suhu kamar.
  • Gunakan rebusan air daun sirihnya untuk membersihkan pada area vagina.

Daun sirih memang memiliki khasiat yang baik. Namun, sebaiknya jangan digunakan untuk setiap hari, ya. Hal ini karena pemakaian rutin bisa menghilangkan pH alami di area intim. Seperti yang kamu ketahui, Miss V memiliki bakteri baik yang berfungsi menjaga suasana asam pada suhu normal.

Membersihkan Miss V secara berlebihan justru bisa mengganggu keseimbangan. Oleh karena itu, jika kamu mengalami keputihan yang berlebihan setelah menggunakan produk pembersih kewanitaan, bisa jadi karena kamu menggunakan produk yang berbahaya.

Tips membersihkan daerah kewanitaan

Pakar kesehatan wanita justru berpendapat bahwa menggunakan sabun kewanitaan yang mengandung daun sirih bukanlah pilihan yang tepat, untuk membersihkan vagina dan menghilangkan bau tak sedap.

Membersihkan vagina dengan daun sirih akan mengganggu keseimbangan pH alami vagina dan mengeluarkan bakteri baik yang hidup di dalam vagina. Ketika bakteri baik di vagina hilang, bakteri dan jamur jahat akan lebih mudah berkembang biak hingga menyebabkan infeksi. Agar vagina tidak bau, kamu hanya perlu menjaga kebersihan vagina dengan cara-cara berikut ini:

1. Sering-seringlah mengganti pakaian dalam

Setelah membersihkan vagina dengan air bersih, segera keringkan area vagina kamu dengan baik. Jangan memakai pakaian dalam saat area kemaluan masih terasa lembap, apa lagi basah. Kelembapan akan menarik bakteri dan jamur jahat untuk berkembang biak.

Jika kamu merasa ada lendir atau keringat, segera ganti pakaian dalam kamu. Idealnya ganti 2-3 kali sehari. Lendir dan keringat pada pakaian dalam akan menciptakan kelembapan yang dapat memicu tumbuhnya jamur dan bakteri. Agar penyerapan keringat lebih maksimal, kenakan pakaian dalam berbahan katun.

2. Bersihkan alat kelamin dari depan ke belakang

Pastikan arah pembersihan vagina dari depan ke belakang, ke arah anus. Jika kamu melakukannya secara berlawanan, hal ini justru akan membuat kotoran dari anus terbawa ke vagina yang akan memicu terjadinya infeksi. Jangan lupa juga untuk membersihkan anus secara menyeluruh agar bakteri tidak menyebar ke vagina.

3. Gunakan sabun hanya pada bagian luar vagina

Sabun tidak dianjurkan untuk membersihkan bagian dalam vagina. Vagina mampu membersihkan diri dengan adanya bakteri baik di dalamnya.

Jika wanita ingin membersihkan vagina, cara menghilangkan bau cukup dengan mengusap bagian luar vagina atau vulva dengan sabun yang lembut, tanpa pewangi, tidak mengandung bahan kimia, non antiseptik. Tidak dengan sabun daun sirih.

4. Rutin ganti pembalut setiap 3 hingga 4 jam setiap harinya

Saat menstruasi, kondisi alat kelamin akan menjadi lebih lembap. Jadi, selain sering mengganti pakaian dalam, ganti pembalut setiap tiga hingga empat jam. Jika sebelum tiga jam terasa penuh, tetap segera ganti. Menggunakan pembalut terlalu lama dapat membuat vagina terasa lembap dan bau sehingga menyebabkan bakteri menumpuk.

Cara membersihkan daerah kewanitaan dengan daun sirih memang sudah menjadi tindakan turun temurun sejak dulu. Namun demikian, sebaiknya jangan gunakan terlalu sering. Pada dasarnya, Miss V bisa membersihkan diri sendiri dan memiliki bakteri baik yang berfungsi menjaga kesehatan kewanitaan.

Share artikel ini
Reference