perbedaan miom dan kista

Detail of a woman in pain of abdominals, gallbladder, ovaries, appendix, liver or intestines holding belly with hands.

Perbedaan miom dan kista memang tidak bisa dilihat sekilas, karena keduanya merupakan tumor jinak yang menyerang organ reproduksi wanita. Perlu pemeriksaan mendalam untuk mengetahui apakah tumor jinak tersebut miom atau kista. Keduanya memerlukan penanganan dan pengobatan yang berbeda.

Perbedaan yang jelas dari keduanya adalah bentuk serta posisinya. Miom merupakan pertumbuhan dari sel jinak dari otot dinding rahim. Sedangkan kista memiliki bentuk seperti kantung yang berisi cairan dan berkembang dalam ovarium.

Apa itu miom?

Miom adalah tumor halus non kanker yang dapat berkembang di dalam atau di sekitar area rahim. Tumor ini sebagian besar terbentuk dari jaringan otot dan jarang terletak di area leher rahim, sehingga keberadaannya mudah dirasakan.

Miom pada rahim ini biasa juga disebut sebagai fibroid atau leiomyoma. Kebanyakan miom dapat menimbulkan beberapa gejala khusus. Salah satu gejalanya yaitu adanya perdarahan di bagian vagina.

Gejala lainnya yang mungkin dialami ketika menderita miom adalah perdarahan berat, anemia, mudah merasa lelah dan tidak bertenaga. Selain itu, kamu mungkin akan merasakan sakit ketika berhubungan intim dan nyeri ketika ada cairan yang keluar dari vagina.

Gejala berat lainnya adalah merasakan adanya tekanan atau benjolan pada bagian perut. Serta merasakan kesulitan ketika buang air kecil atau retensi urin yang minim karena adanya mioma yang menghalangi saluran kemih.

Apa itu kista?

Kista ovarium adalah suatu penyakit ditandai dengan adanya kantong padat yang berisi cairan dalam ovarium. Kista ini umumnya terjadi pada wanita hamil atau wanita yang belum menopause.

Biasanya kista ovarium ini tidak menimbulkan rasa sakit dan tidak berbahaya. Kista dapat sembuh dengan sendirinya seiring dengan berjalannya waktu tanpa adanya pengobatan khusus.

Kista ovarium akan menjadi masalah ketika tidak kunjung hilang atau mengalami pembesaran. Tandanya bisa dirasakan ketika benjolan membesar dan menimbulkan rasa sakit pada rahim. Selain itu, ada juga kemungkinan mengarah ke kanker tetapi kasusnya jarang ditemukan.

Umumnya kista ovarium memiliki ukuran yang kecil dan tidak menimbulkan gejala yang berat. Gejala umum yang akan dirasakan yaitu seperti tekanan, kembung, bengkak atau terasa nyeri di satu sisi bagian perut bawah.

Beberapa gejala lainnya yang spesifik yaitu sakit di bagian perut secara tiba-tiba, sakit disertai dengan demam, mual dan muntah, pusing, lemah dan lemas serta mengalami nafas yang berat dan cepat.

Perbedaan miom dan kista yang perlu diketahui

Tidak sedikit orang yang keliru menganggap miom dan kista adalah kondisi yang sama. Padahal keduanya merupakan kondisi yang sangat berbeda. Dengan begitu, sebagai orang awam akan lebih baik jika kamu mengetahuinya.

Meski kista sering disebut sebagai penyakit yang tidak berbahaya, tetapi kamu tetap perlu mewaspadainya. Karena, kista ovarium yang mengalami perbesaran dapat menimbulkan gejala yang cukup berat, seperti nyeri pada panggul dan menghambat menstruasi.

Penyebab dari kista sendiri memang belum diketahui secara pasti, biasanya ada dari faktor keturunan dan penyumbatan di saluran keluar cairan. Dimana penyumbatan ini yang dapat membuat kista menjadi lebih besar.

Penyebab miom dan kista

Miom dan kista merupakan penyakit yang tidak dapat diprediksi dan bisa datang kapan saja. Miom pada umumnya terjadi pada wanita usia 40 dan awal 50-an. Kebanyakan kista merupakan golongan kista fungsional dan bisa terjadi pada wanita yang belum menopause.

Penyebab dari miom sendiri belum diketahui secara jelas, tetapi kadar hormon seks pada wanita dan gen mungkin saja ikut berperan. Apalagi ketika wanita memasuki usia 30-an dan memiliki riwayat keluarga miom.

Penyebab lainnya yang mungkin menyebabkan miom adalah kegemukan dan stres yang berat. Selain itu, diet yang ketat dan terlalu banyak mengonsumsi daging merah. Kemudian adanya sindrom ovarium polikistik, kehamilan dan infeksi panggul yang parah juga ikut berperan.

Pengobatan miom dan kista

Miom dan kista pada dasarnya tidak selalu membutuhkan perawatan khusus. Tetapi jika ukurannya cukup besar dapat mengganggu konsepsi atau dapat menyebabkan gejala yang parah, pengobatan dan pencegahannya yaitu sebagai berikut:

  • Menunggu dan tetap waspada dengan melakukan pemeriksaan rutin.
  • Melakukan USG untuk mengetahui apakah bisa disembuhkan atau masih berkembang.
  • Memasang kontrasepsi hormonal untuk membantu mengurangi adanya pendarahan yang hebat.
  • Operasi pengangkatan fibroid atau rahim jika diperlukan dan tidak memiliki risiko yang berat.
  • Ablasi endometrium.
  • Embolisasi fibroid rahim untuk memotong suplai darah pada fibroid.
  • Sedangkan untuk kista, kamu bisa mengonsumsi kontrasepsi hormonal untuk menurunkan risiko pembentukan kista.
  • Melakukan operasi invasif minimal pengangkatan kista yang lebih kecil.
  • Melakukan operasi untuk mengangkat ovarium, yang dikenal sebagai ooforektomi.

Kista dan miom merupakan penyakit yang bisa terjadi kapan saja pada wanita. Jadi, perlu adanya kewaspadaan dan perhatian khusus pada kesehatan rahim dan area kewanitaan. Meski tidak terlalu berbahaya perlu dilakukan pencegahan dan pengobatan selayaknya.

Share artikel ini