kista endometriosis bisa hambat kesuburan

kista endometriosis bisa hambat kesuburan

Kista endometriosis dapat menyerang seluruh wanita yang telah mengalami menstruasi atau menarche.

Belum lagi, seseorang berisiko mengalami endometriosis jika mengalami menstruasi di usia dini, memiliki siklus menstruasi yang pendek, hingga tidak pernah melahirkan.

Kista endometriosis yang tidak diobati dapat memicu terjadinya komplikasi seperti masalah kesuburan hingga kanker ovarium.

Lantas apa itu endometriosis dan bagaimana cara mengobatinya? Mari simak artikel ini lebih lanjut.

Apa itu endometriosis?

Endometriosis adalah jaringan endometrium (lapisan dinding rahim) yang tumbuh di luar rahim. Jaringan tersebut memiliki aktivitas seperti endometrium yang ikut menebal dan kemudian meluruh setiap periode menstruasi.

Jaringan kista tersebut dapat tumbuh pada saluran tuba, kandung kemih, atau peritoneum (lapisan panggul dan perut).

Jika jaringan endometrium terbentuk di ovarium maka akan membentuk kista endometrium atau endometrioma.

Kista ini memiliki variasi ukuran yang berkisar antara kurang dari 5 sentimeter hingga 20 sentimeter.

Meskipun umumnya kista endometriosis bersifat jinak, kista endometrium dapat menyebabkan seseorang sulit hamil, menghambat kesuburan, nyeri panggul kronis, serta mengganggu fungsi kerja ovarium.

Gejala kista endometriosis

Tanda umum yang sering terjadi pada seseorang yang mengalami kista endometriosis adalah rasa sakit di perut bagian bawah.

Rasa sakit biasanya tidak kunjung hilang dan bahkan lebih buruk menjelang atau selama periode menstruasi. Terlepas dari hal tersebut, berikut adalah beberapa gejala lain dari kista endometriosis:

  • Volume darah menstruasi berlebihan
  • Rasa sakit saat berhubungan seksual
  • Mengalami nyeri panggul yang tidak berkaitan dengan periode menstruasi
  • Siklus atau periode menstruasi tidak teratur
  • Kesulitan untuk hamil atau memiliki masalah kesuburan (infertilitas)
  • Rasa nyeri saat buang air besar atau ketika buang air kecil
  • Sering mengalami masalah pencernaan seperti diare, sembelit, kembung, atau mual
  • Mengalami kelelahan terutama selama periode menstruasi

Beberapa kista endometriosis bisa tidak menimbulkan gejala. Biasanya kista ini terdeteksi ketika melakukan pemeriksaan panggul atau pemeriksaan dengan ultrasonografi.

Pada kasus yang berat, kista endometriosis dapat pecah dan menyebabkan penderita merasakan beberapa hal seperti:

  • Demam
  • Nyeri perut mendadak disertai mual dan muntah
  • Pendarahan
  • Perubahan pola nafas
  • Merasa lemas, pusing, hingga pingsan.

Apabila kamu mengalami gejala-gejala tersebut, segera cari bantuan medis terdekat untuk mendapatkan pertolongan.

Penyebab kista endometriosis

Tidak atau belum diketahui secara pasti, penyebab endometriosis masih terus ditelusuri oleh para peneliti.

Tetapi, beberapa peneliti mengungkap bahwa kemungkinan penyebab endometriosis adalah menstruasi retrograde.

Menstruasi retrograde berarti darah menstruasi wanita tidak keluar sepenuhnya melalui serviks dan vagina, melainkan kembali ke tubuh.

Sel kemudian akan menempel di lokasi tertentu dan menyebabkan tumbuhnya jaringan endometrium luar rahim (endometriosis) pada saluran tuba, ovarium dan rongga panggul .

Jaringan endometrium akan terperangkap di dalam kista dan menyebabkan peradangan.

Kista endometriosis umumnya berisi cairan berwarna coklat tua yang terdiri dari darah dan jaringan menstruasi yang terperangkap.

Selain menstruasi retrograde, ada beberapa teori lain penyebab endometriosis seperti:

  • Perubahan sel-sel peritoneum: Dikenal sebagai teori induksi di mana hormon atau faktor imunitas tubuh mendorong transformasi sel yang melapisi sisi dalam perut (sel peritoneum) menjadi sel seperti endometrium.
  • Transformasi sel embrio: Terjadi karena hormon estrogen mengubah sel embrionik menjadi implan sel seperti endometrium. Biasanya transformasi sel embrio terjadi ketika seseorang berada di masa pubertas.
  • Implantasi bekas luka operasi: Penyebab endometriosis yang berikutnya adalah implantasi bekas luka operasi. Dalam hal ini, sel endometrium menempel luka sayatan saat operasi.
    Implantasi karena operasi dapat terjadi pada ibu yang melakukan operasi kelahiran caesar maupun pada ibu yang pernah melakukan histerektomi.
  • Perpindahan sel endometrium: Tidak hanya dapat diangkut ke bagian tubuh lain oleh pembuluh darah, sel endometrium juga dapat dibawa oleh sistem cairan jaringan (limfatik).

Disamping itu, pada beberapa penelitian lain, gangguan sistem imun seperti autoimun dapat berkontribusi pada endometrioma.

Dalam hal ini, sistem kekebalan tubuh tidak dapat mengenali dan menghancurkan jaringan mirip endometrium yang tumbuh di luar rahim.

Diagnosis kista endometriosis

Untuk mendeteksi kista endometriosis dan kondisi lain yang menyebabkan nyeri pada panggul, dokter akan menanyakan tentang deskripsi dan lokasi nyeri serta kapan nyeri tersebut timbul.

Setelah melakukan pemeriksaan fisik, dokter mungkin akan melanjutkan pemeriksaan tambahan seperti:

  • Ultrasonografi (USG)
  • Pengambilan sampel darah untuk memeriksa adanya infeksi, kehamilan maupun pertanda tumor.

Pengobatan kista endometriosis

Saat kamu memutuskan untuk melakukan pengobatan endometriosis, dokter akan mempertimbangkan beberapa hal untuk memutuskan perawatan yang tepat seperti tingkat keparahan, usia, gejala, dan perencanaan kehamilan kamu di masa mendatang.

Berikut adalah beberapa metode pengobatan kista endometriosis:

1. Observasi dan monitoring

Apabila kista tidak menimbulkan gejala, dokter biasanya akan menggunakan pendekatan berupa pengamatan dan pemantauan berkala. Kista yang tidak memberikan gejala biasanya belum memerlukan pengobatan.

2. Penggunaan obat nyeri

Kista endometriosis dapat menyebabkan rasa nyeri yang hebat. Jika gejala dan tingkat endometriosis masih ringan, dokter mungkin akan menyarankan obat pereda nyeri atau obat antiinflamasi nonsteroid seperti ibuprofen atau naproxen.

3. Penggunaan terapi hormon

Endometriosis merespon fluktuasi hormon progesteron dan estrogen karena memiliki kemiripan dengan dinding rahim. Penggunaan obat-obatan seperti pil KB biasanya digunakan jika wanita tidak sedang dalam program hamil.

Jenis kontrasepsi hormonal tersebut dapat mengatur fungsi hormon, memperlambat pertumbuhan kista, dan membantu mengurangi rasa sakit.

4. Operasi pembedahan

Pengobatan endometriosis dengan operasi pembedahan dilakukan jika kista berukuran besar, nyeri yang terasa hebat, berpotensi menyebabkan kanker, hingga infertilitas.

Dalam melakukan operasi pembedahan, dokter biasanya menggunakan laparoskopi untuk membantu mengeluarkan kista.

Namun, operasi pembedahan berpotensi memiliki efek negatif pada fungsi ovarium dan menurunkan angka pembuahan.

Oleh karenanya, pengobatan endometriosis dengan metode operasi pembedahan tidak sepenuhnya dilakukan untuk wanita yang masih berencana untuk hamil dilakukan dengan berbagai pertimbangan.

5. Terapi alternatif lain

Meskipun pengobatan endometriosis dengan terapi belum diteliti secara ekstensif, beberapa terapi alternatif ditemukan mampu membantu beberapa wanita dengan endometriosis.

Beberapa terapi tambahan yang dapat kamu pertimbangkan adalah akupunktur, vitamin, serta suplemen makanan.

Sebelum kamu mencoba pengobatan endometriosis dalam bentuk apapun, jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu ya.

Share artikel ini
Reference