narsistik adalah

Ada orang yang merasa sangat penting atau haus akan pujian dari orang lain. Ini hanyalah beberapa ciri dari gangguan narsistik, sejenis masalah kepribadian yang termasuk gangguan mental.

Narsistik adalah tipe kepribadian yang ditandai dengan perasaan diri lebih penting dari orang lain, kurang peduli terhadap lingkungan sekitar, dan mudah cemburu terhadap kesuksesan orang lain.

Padahal, di balik pembawaannya yang narsistik dan percaya diri, ada jiwa yang rapuh dan sangat peka terhadap kritik sekecil apa pun. Lantas, apa saja ciri-ciri narsistik? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Narsistik adalah?

Gangguan kepribadian narsistik merupakan jenis gangguan jiwa dengan gejala berupa perasaan bahwa diri sendiri lebih penting dari orang lain, keinginan berlebihan untuk diperhatikan dan disukai, dan kurangnya empati terhadap orang lain.

Namun dibalik itu semua, penderita memiliki harga diri yang rendah dan rentan terhadap kritik. Gangguan kepribadian narsistik menyebabkan masalah di banyak bidang kehidupan, termasuk hubungan, sekolah, pekerjaan, atau uang.

Orang dengan kondisi ini merasa tidak bahagia dan kecewa ketika tidak diberi perhatian khusus atau pujian yang dirasa pantas untuk didapatkan.

Orang dengan gangguan kepribadian narsistik juga menemukan hubungan dengan orang lain kurang memuaskan, dan orang lain mungkin tidak merasa nyaman. Jika demikian, dibutuhkan perawatan dari psikoterapi.

Mengenal Psikoterapi, Pengobatan Efektif Untuk Gangguan Mental

Ciri-ciri narsistik

Narsistik adalah orang yang memiliki gangguan kepribadian mental yang merasa bangga terhadap dirinya dan mendahulukan kepentingan pribadi. Beberapa hal yang menandakan gejala gangguan narsistik antara lain:

  1. Perasaan mementingkan diri sendiri yang berlebihan
  2. Selalu ingin dikagumi dan dihargai oleh orang lain
  3. Ingin dianggap lebih unggul meski tidak melakukan sesuatu yang berprestasi
  4. Bereaksi berlebihan terhadap bakat dan prestasi
  5. Berfantasi tentang kesuksesan, kekuatan, kecerdasan, atau pasangan yang ideal
  6. Merasa superior dan hanya ingin bergaul dengan orang yang merasa berharga
  7. Mendominasi pembicaraan dan merendahkan orang lain
  8. Menggunakan orang lain untuk mendapatkan apa yang kamu inginkan
  9. Enggan atau tidak mampu memahami perasaan orang lain
  10. Mudah sekali merasa iri pada orang lain atau sebaliknya merasa orang lain iri padanya
  11. Perilaku sombong
  12. Memaksa diri sendiri untuk memiliki hal-hal terbaik dibandingkan dengan orang-orang di sekitar kamu

Beberapa gejala tersebut memang tidak pasti, hanya saja secara umum memang dirasakan oleh orang yang mengalami gangguan narsistik.

Tipe narsistik

mental retardation

Pada dasarnya, narsistik adalah gangguan kepribadian mental yang bangga pada dirinya sendiri. Berikut adalah jenis kepribadian narsistik terhadap lingkungannya:

1. Narsistik ganas

Narsis ini berpotensi merugikan orang-orang di sekitarnya. Individu dengan narsisme ganas tidak akan melakukan apa pun untuk kepentingan orang lain. Bahkan, mereka tidak segan-segan menyerang atau mencoba menghancurkan orang lain untuk mendukung perasaan rentan.

Orang-orang ini dapat menjalin hubungan jangka panjang, tetapi perilakunya tidak stabil dan dapat menjadi agresif saat merasa terancam. Narsistik ganas akan bekerja keras untuk melindungi persepsi diri yang berlebihan dan tidak merasa terkekang oleh kebenaran.

Kata-kata atau tindakan biasa bahkan bisa dianggap sebagai serangan, jika dirasa menimbulkan ancaman. Mereka memandang lanskap sosial sebagai sesuatu, seperti kontes besar dan akan melakukan apa saja untuk memenangkannya.

2. Nasistik prososial

Kamu yang memiliki perilaku narsistik prososial akan berusaha beramal dan suka tampil di depan umum untuk membahagiakan orang lain. Dengan cara ini, bisa mendapatkan validasi yang benar-benar dibutuhkan.

Ketika kamu bereaksi dalam bentuk pujian kepada seseorang yang bangga dengan dirinya sendiri dan sangat puas dengan pujian yang diberikan, bisa dipastikan orang tersebut mengidap perilaku narsistik prososial. Ciri lainnya narsistik adalah mereka juga ingin dikenal dan dihargai oleh semua orang, sehingga orang ini umumnya cukup ramah.

Anxiety Adalah Gangguan Kecemasan, Jangan Abaikan Ciri-Cirinya!

3. Narsistik antisosial

Narsistik antisosial, mirip dengan tipe narsistik dalam penampilan. Ciri dari tipe narsistik antisosial adalah memanfaatkan orang lain untuk keuntungan kamu sendiri tanpa merasa bersalah.

Kamu juga sombong, senang berdebat, dan bersaing dengan orang lain. Selain itu, tipe narsistik antisosial memiliki kecenderungan pendendam dan sulit memaafkan orang lain.

4. Narsisistik terselubung

Orang dengan narsisme terselubung percaya bahwa kamu lebih unggul dari orang lain, tetapi kamu menyimpan kepercayaan ini jauh di dalam.

Kamu cenderung egois. Kamu percaya bahwa kamu pantas mendapat perhatian lebih dari orang lain.

Ciri lain dari orang dengan narsisme terselubung adalah kamu sering merasa menjadi korban seolah-olah dunia gagal mengenali potensi yang kamu miliki. Tak heran, tipe narsis ini rentan mengalami depresi karena perasaannya yang sangat sensitif. Namun, pada saat yang sama kamu merasa sulit untuk berempati dengan orang lain.

Masih Bingung Apa Itu Body Positivity? Ini 10 Cara Melakukannya

Perbedaan narsistik dan narsisme

Berikut adalah perbedaan orang yang narsistik dan narsisme yang perlu kamu ketahui:

1. Narsistik

Narsistik adalah gangguan kepribadian mental, di mana pengidapnya ingin orang lain merasa bangga terhadap dirinya dan mendahulukan kepentingan dirinya sendiri.

Seseorang dikatakan memiliki gangguan kepribadian narsistik ketika ia menunjukkan ciri-ciri berikut:

  • Mengutamakan kepentingan pribadi di atas segalanya dan sulit menerima kritik.
  • Merasa bahwa dirinya adalah yang paling hebat, unik, dan berharap orang menganggapnya demikian
  • Sering melebih-lebihkan prestasi dan bakatnya.
  • Sering berfantasi seperti sukses dalam pekerjaan, menjadi yang terhebat hingga memiliki kehidupan sempurna.

2. Narsisme

Sementara narsisme bukan gangguan mental, tidak memiliki gangguan kepribadian, dan orang yang memiliki sifat ini lebih tertarik untuk mendapatkan uang, kekuasaan, dan prestise.

Biasanya dipandang sebagai orang yang menyebalkan, hal ini karena merasa lebih hebat daripada yang lain. Parahnya lagi, orang yang demikian tidak akan merasa hal tersebut sebagai kesalahannya. Selain itu, empati yang dimiliki sangat sedikit terhadap situasi dan kondisi orang lain.

Jika orang dengan sifat narsisme dibutuhkan, akan mudah memanfaatkan orang demi mendapat apa pun yang di inginkan. Bahkan, tidak ada rasa malu dan merasa bersalah.

Jadi, narsistik adalah perilaku yang berbeda dengan narsisme. Jika seseorang sudah memiliki gangguan kepribadian, baik narsistik maupun tipe lainnya, sebaiknya konsultasikan ke psikiater untuk mendapat solusi yang tepat.

__

Penulis: Annisa Sukarno

Share artikel ini
Reference