inkompetensi serviks

Inkompetensi serviks adalah kondisi medis yang dapat mempengaruhi kehamilan dan berpotensi menyebabkan komplikasi serius. Kondisi ini terjadi ketika serviks (leher rahim) melemah dan membuka terlalu awal. 

Jika serviks tidak bisa mempertahankan kehamilan dengan baik, ini  dapat menyebabkan keguguran atau kelahiran prematur. Itu sebabnya, para ibu hamil perlu memahami bahaya dari kondisi ini agar dapat mengambil tindakan pencegahan. Simak ulasannya di sini!

Apa itu inkompetensi serviks?

Inkompetensi serviks adalah kondisi di mana serviks menjadi lemah dan membuka sebelum waktunya selama kehamilan. Normalnya, serviks akan tetap tertutup rapat sampai saat persalinan dimulai. 

Namun, pada kasus ini, serviks dapat membuka secara perlahan atau tiba-tiba, terutama pada trimester kedua kehamilan. Kondisi ini dapat menyebabkan kelahiran prematur atau keguguran, terutama jika tidak ditangani dengan tepat.

Penyebab inkompetensi serviks

Sayangnya, belum ada penelitian yang menunjukkan apa penyebab pasti inkompetensi serviks. Namun, ada beberapa faktor yang bisa membuat kamu berisiko. 

1. Kelainan struktural 

Salah satu faktor yang bisa menyebabkan serviks menjadi lemah adalah adanya kelainan struktural pada serviks. Akibatnya, organ ini tidak dapat menahan tekanan dari janin yang berkembang. 

2. Pengaruh hormonal

Pengaruh hormon selama kehamilan dapat menyebabkan inkompetensi serviks. Pasalnya, hormon-hormon tertentu dapat merileksasi otot-otot di sekitar leher rahim. 

Hormon progesteron yang meningkat selama kehamilan membuat leher rahim menjadi lebih lembut dan kurang kuat dalam menahan tekanan. Hal ini bisa meningkatkan risiko serviks menjadi lemah. 

3. Kehamilan bayi kembar

Kehamilan bayi kembar bisa meningkatkan risiko inkompetensi serviks karena adanya peningkatan tekanan dan bobot pada rahim. Dalam kehamilan ganda, rahim harus mengakomodasi pertumbuhan dan perkembangan dua bayi sekaligus. 

Akibatnya, leher rahim menerima tekanan yang lebih besar dan menyebabkan organ ini menjadi melemah dan tidak mampu menahan tekanan dengan baik. 

4. Riwayat penyakit sebelumnya

Jika seorang wanita pernah mengalami inkompetensi serviks dalam kehamilan sebelumnya, risiko terjadinya kembali meningkat.

Benjolan di Mulut Rahim, Berbahaya atau Tidak?

Gejala inkompetensi serviks

fungsi serviks

Bila fungsi serviks tidak bekerja dengan baik, kamu mungkin tidak akan mengalami gejala atau tanda selama awal kehamilan. Beberapa ibu mungkin mengalami ketidaknyamanan ringan atau bercak sebelum diagnosis.

Umumnya, kondisi ini terjadi sebelum 24 minggu kehamilan dengan tanda-tanda di bawah ini:

  • Tekanan pada panggul
  • Nyeri pinggang
  • Kram perut ringan
  • Keputihan yang berubah-ubah
  • Perdarahan vagina ringan

Penanganan inkompetensi serviks

Jika inkompetensi serviks terjadi selama kehamilan, berikut ini beberapa penanganan yang mungkin direkomendasikan oleh dokter. 

1. Suplemen progesteron

Jika ibu mempunyai serviks pendek tanpa riwayat kelahiran prematur, suplemen progesteron bisa menurunkan risiko kelahiran prematur. Obat ini berbentuk gel atau supositoria yang dimasukkan ke vagina setiap hari. 

2. USG berulang

Bagi kamu yang memiliki riwayat kelahiran prematur, dokter mungkin akan memantau melalui USG berulang. USG ini dilakukan setiap dua minggu, dari minggu ke-16 hingga minggu ke-24 kehamilan. 

Jika serviks mulai terbuka atau menjadi lebih pendek, kamu mungkin memerlukan cervical cervix

3. Cervical cerclage

Cervical cerclage merupakan prosedur yang menjahit rapat serviks. Jahitan nantinya dilepas pada bulan terakhir kehamilan atau sesaat sebelum melahirkan. Kamu mungkin membutuhkan prosedur ini jika mengalami beberapa kondisi: 

  • Hamil kurang dari 24 minggu
  • Punya riwayat kelahiran prematur
  • Hasl USG serviks mulai terbuka

Berapa Lama Melahirkan setelah Keluar Flek Coklat? Cari tahu di sini!

Komplikasi inkompetensi serviks

Jika inkompetensi serviks tidak ditangani dengan baik, kondisi ini dapat menyebabkan komplikasi serius. Berikut ini beberapa komplikasi dari kondisi ini. 

1. Keguguran

Inkompetensi serviks dapat menyebabkan keguguran karena membuat leher rahim lemah dan tidak mampu menahan tekanan akibat pertumbuhan janin. Pada kondisi normal, leher rahim harus kuat dan tertutup rapat selama kehamilan untuk melindungi janin dan mencegah keguguran. 

Namun, inkompetensi serviks membuat leher rahim terbuka terlalu dini, bahkan sebelum janin siap lahir. Ini bisa menyebabkan keguguran

2. Kelahiran prematur

Leher rahim yang melemah dan terbuka terlalu dini tanpa adanya tanda persalinan bisa menyebabkan kelahiran prematur. Pasalnya, rahim tidak mampu menahan tekanan akibat pertumbuhan janin dan menyebabkan janin keluar dari rahim lebih awal. 

Kondisi ini tentu berbahaya bagi bayi karena organ-organ mereka belum sepenuhnya matang untuk hidup di luar rahim. 

3. Serviks robek (ruptur serviks)

Dalam kasus yang jarang terjadi, serviks dapat robek selama kehamilan, yang merupakan kondisi darurat medis yang serius.

Inkompetensi serviks adalah kondisi serius yang dapat mempengaruhi kehamilan dan menyebabkan komplikasi serius, termasuk keguguran dan kelahiran prematur. Penting bagi setiap calon ibu untuk mengenal inkompetensi serviks, memahami penyebabnya, dan menyadari gejala-gejala yang mungkin muncul.



Penulis: Nabila Azmi

Share artikel ini
Reference