minum jamu pelancar haid saat hamil

Jamu pelancar haid umumnya diminum untuk meredakan nyeri PMS menjelang haid. Namun, pada beberapa kasus, jamu pelancar haid justru diminum saat awal kehamilan untuk menggugurkan kandungan.

Disengaja atau tidak, minum jamu pelancar haid saat hamil muda bisa berisiko membahayakan kesehatan kamu. Jamu pelancar haid yang dijual di pasaran umumnya terbuat dari rempah-rempah seperti kunyit, asam jawa (tamarind), kencur, temulawak, temulawak, dan kayu manis.

Sebuah penelitian dari International Journal of Applied Engineering Research (IJAER) pada tahun 2020 menyebutkan bahwa kunyit asam yang dicampur dengan jahe sangat efektif untuk meredakan nyeri haid. Keduanya memiliki efek antiinflamasi sekaligus menurunkan kadar prostaglandin dalam tubuh.

Lantas, apa pengaruh minum jamu pelancar haid saat hamil? Yuk simak informasinya, sebelum kamu minum jamunya!

Bolehkah minum jamu saat hamil muda?

ramuan tradisional untuk menghentikan haid

Sebagian besar obat herbal di Indonesia juga belum melalui uji klinis BPOM untuk membuktikan efektivitas dan keamanannya.

Karena tidak ada standar yang jelas, maka akan sulit untuk memastikan efek jamu pada kandungan dan kehamilan kamu tanpa mengetahui apa dan seberapa banyak kandungan jamu tersebut.

Oleh karena itu, minum jamu saat hamil sebenarnya tidak dianjurkan oleh dokter. Secara umum, tidak ada jaminan minum jamu saat hamil benar-benar aman.

Pengaruh minum jamu pelancar haid saat hamil

Berikut ini adalah berbagai resiko bahaya yang mungkin terjadi akibat minum jamu pelancar haid saat hamil muda:

1. Menyebabkan berat janin rendah

Meskipun kurkumin umumnya dianggap aman, ada juga cukup banyak penelitian yang menentang penggunaan kurkumin pada awal kehamilan.

Pasalnya, melansir Healthline, kurkumin dapat memicu perubahan kadar hormon dan fungsi sel rahim yang berbahaya.

Sebuah studi tahun 2010 yang dilakukan pada tikus menemukan bahwa asupan kurkumin selama awal kehamilan dikaitkan dengan penurunan berat badan janin. Hal ini menunjukkan bahwa kurkumin bisa mengganggu perkembangan embrio. Itulah mengapa minum jamu pelancar haid saat hamil muda sebaiknya kamu hindari.

Perkembangan Janin 1 Bulan, Apa Saja Perubahan Tubuh Yang Terjadi?

2. Memicu keguguran

Mengkonsumsi jamu saat hamil sembarangan, baik sengaja maupun tidak, ditengarai memiliki risiko yang lebih besar daripada manfaatnya.

Kunyit, temulawak, dan kencur memiliki senyawa aktif bernama kurkumin. Sebuah studi dalam jurnal Nutrients pada tahun 2020 melaporkan bahwa mengonsumsi kurkumin dalam dosis berlebihan berpotensi menimbulkan efek toksik pada kandungan.

Asupan kurkumin yang berlebihan terbukti mengganggu proses pembuahan dan menggagalkan proses implantasi yakni pelekatan embrio ke dinding rahim. Dalam beberapa kasus, embrio yang menempel tidak berkembang secara normal.

Bukti lain juga menunjukkan bahwa efek toksik kurmin dapat meningkatkan risiko kematian dini pada embrio. Ini bisa mengakibatkan keguguran. Keguguran tidak hanya merugikan janin, tetapi juga merugikan ibu.

3. Mengganggu fungsi ginjal dan hati

Rempah-rempah seperti kunyit, kencur, dan temulawak aman dikonsumsi sebagai makanan dalam jumlah normal.

Namun dalam bentuk obat dan jamu, kandungan zat aktifnya bisa lebih pekat sehingga bisa mengubah enzim hati, mengencerkan darah, dan mengubah fungsi ginjal.

Kurkumin memiliki sifat pengencer darah dan mencegah pembentukan gumpalan darah di dinding pembuluh darah.

Dalam beberapa kasus, efek pengencer darah dari kurkumin dapat meningkatkan risiko perdarahan ginjal akut. Risiko ini sangat tinggi jika ibu menderita penyakit hati selama kehamilan.

Sifat pengencer darah kurkumin juga dapat meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Selain itu, kunyit mengandung oksalat dan hal ini dapat meningkatkan risiko batu ginjal pada beberapa orang yang sensitif atau rentan terhadap penyakit tersebut.

4. Memicu persalinan prematur

Para peneliti sejauh ini belum dapat memastikan risiko yang sebenarnya dari ibu hamil yang mengonsumsi kurkumin dalam jumlah besar. Namun, ada teori bahwa mengonsumsi jamu dengan dosis berlebihan minum jamu pelancar haid saat hamil muda bisa memicu persalinan dini.

Pasalnya, kurkumin bekerja meniru hormon estrogen dalam tubuh untuk merangsang kontraksi rahim.

Minum jamu kurkumin saat hamil

Kunyit memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk ibu hamil. Mulai dari antioksidan, antiradang, hingga antibakteri. Namun, beberapa penelitian juga menunjukkan adanya efek samping bagi ibu hamil jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Berikut manfaat minum kurkumin saat hamil

1. Membantu perkembangan otak janin

Masih berkaitan dengan peradangan, ternyata gangguan perkembangan otak bayi juga dipengaruhi oleh peradangan saat hamil.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara tingginya tingkat peradangan yang terjadi selama kehamilan dan risiko gangguan perkembangan saraf pada bayi. Ini termasuk penurunan memori fungsional serta gangguan autisme dan hiperaktif pada anak-anak.

Manfaat Jamu Beras Kencur, Kandungan, dan Tips Mengonsumsinya

2. Mencegah preeklampsia

Secara umum, preeklampsia dapat terjadi saat usia kehamilan di atas 20 minggu. Hal ini dapat membahayakan ibu dan janin, bahkan mengancam nyawa keduanya.

Preeklampsia adalah tekanan darah tinggi atau hipertensi selama kehamilan, termasuk protein dalam urin atau masalah ginjal atau hati.

Senyawa dalam kunyit bernama kurkumin memiliki efek anti-inflamasi yang dapat mengurangi peradangan pada ibu hamil dan mencegah preeklampsia.

3. Meredakan refluks asam lambung

Ibu hamil sering mengalami refluks asam, bahkan semakin parah saat hamil. Kondisi ini sering menimbulkan rasa panas di area ulu hati hingga dada atau nyeri ulu hati.

Kunyit telah lama dikenal dalam pengobatan tradisional Tiongkok dan ayurveda sebagai obat alami untuk sakit maag dan penyakit pencernaan lainnya.

Efek antiradang yang terkandung dalam kunyit diketahui dapat meredakan gejala maag, GERD, dan nyeri ulu hati. Namun, khasiat dan keamanannya bagi ibu hamil masih perlu penelitian lebih lanjut.

Secara umum penggunaan kunyit sebagai bumbu masakan atau minuman masih aman untuk ibu hamil. Kandungan kunyit pada makanan atau minuman ini juga biasanya tidak terlalu banyak. Jadi, ini tidak perlu dikhawatirkan.

Sebagian besar ahli menyarankan untuk menghindari minum jamu pelancar haid saat hamil muda. Hal ini dapat meningkatkan risiko efek samping yang buruk bagi kesehatan ibu dan janinnya.

Share artikel ini
Reference