pantyliner adalah produk kewanitaan

Berbicara soal pantyliner, pasti kaum hawa sudah tak asing lagi dengan benda kecil yang memiliki banyak manfaat ini. Yup, pantyliner adalah adalah bantalan penyerap tipis yang dikenakan di atas pakaian dalam untuk menyerap keputihan atau aliran menstruasi ringan.

Dalam dunia medis, keputihan adalah cairan yang keluar dari kelenjar kecil di vagina dan leher rahim. Cairan ini keluar dari vagina setiap hari untuk mengangkat sel-sel lama dan kotoran untuk menjaga vagina serta saluran reproduksi agar tetap bersih dan sehat.

Pada dasarnya, warna, konsistensi, dan jumlah debit keputihan yang keluar bisa berbeda-beda pada tiap orang. Ada yang mengalami keputihan banyak, tetapi ada juga yang mengalami keputihan sedikit. 

Apabila tak segera dibersihkan, keputihan pada celana dalam dapat meninggalkan bekas. Itulah alasannya banyak orang memilih untuk menggunakan produk kewanitaan ini. Selain mencegah noda membekas, penggunaan pantyliner juga mencegah celana dalam lembap akibat banyaknya cairan yang keluar.

Kendati memiliki banyak manfaat, nyatanya pantyliner ini tidak boleh digunakan setiap hari atau setiap waktu lho, Yoonies. Lantas, kapan sebaiknya pantyliner digunakan? Yuk, simak faktanya!

Apa itu pantyliner?

Pantyliner adalah pembalut versi mini. Namun, daripada pembalut biasa, produk ini biasanya lebih tipis dan kecil dengan kapasitas penyerapannya lebih sedikit daripada pembalut untuk menstruasi. Namun, pantyliner tetap menawarkan kenyamanan ketika dipakai. 

Sama seperti pembalut, produk ini memiliki bagian belakang yang lengket dan terbuat dari bahan penyerap. Pantyliner dapat menahan cairan apa pun yang sifatnya ringan, baik itu cairan putih (keputihan) atau bercak ringan yang biasanya muncul sebelum dan sesudah siklus menstruasi.

Kabar baiknya, kini produk kewanitaan ini tersedia dalam berbagai bentuk, pilihan wangi, dan berbagai ukuran. Mulai dari yang kecil dan padat hingga dengan perlindungan besar yang dibuat untuk keputihan yang banyak dan aliran menstruasi ringan. 

Bahkan, beberapa produsen mengeluarkan desain dengan sayap seperti pembalut. Jadi stabilitasnya pun lebih baik. Tak hanya itu, kini produk ini juga ada yang terbuat dari kain yang dapat digunakan kembali. 

Bagi kamu yang khawatir iritasi tak perlu khawatir. Kini ada pantyliner keluaran Yoona yang dapat digunakan sekali pakai dan terbuat dari material ramah lingkungan. Terbuat dari 100% katun organik sehingga tetap bersih dan kering sepanjang hari.

Bolehkah Ibu Hamil Menggunakan Pantyliner? Ini Fakta dari Sisi Medis!

Manfaat dan fungsi pantyliner

manfaat dan fungsi pantyliner adalah menyerap keputihan

Agar tak salah dalam penggunaan, para wanita perlu mengetahui apa saja manfaat atau fungsinya. Yup, pantyliner adalah pembalut mini yang memiliki fungsi:

1. Menyerap keputihan dan keringat

Peran utama pantyliner adalah menyerap keputihan yang berlebih agar tidak menimbulkan noda pada pakaian dalam. Selain itu, produk kewanitaan ini dapat menyerap keringat ekstra saat berolahraga atau beraktivitas.

2. Menjaga area kewanitaan tetap segar

Fungsi lainnya adalah menjaga kelembapan area kewanitaan, menjaga area tersebut tetap segar dan kering sepanjang hari serta menghindari sensasi tidak enak yang bisa timbul saat vagina basah atau lembap.

3. Menjadi penyelamat saat haid tiba-tiba muncul

Seperti yang telah disebutkan, produk kewanitaan ini dapat memberikan perlindungan sehari-hari dari kebocoran urin, keputihan, dan menstruasi yang tidak terduga atau datang secara tiba-tiba. Selain itu, produk kewanitaan ini juga bisa berguna untuk hari-hari terakhir haid ketika masih ada sedikit pendarahan

4. Membantu aliran darah yang tak terlalu deras setelah melahirkan

Produk kewanitaan ini dapat membantu aliran darah setelah melahirkan yang terlalu deras. Oleh karena itu, pantyliner tidak hanya untuk keputihan ya, Yoonies!

Jangan Keliru! Ketahui Perbedaan Darah Haid dan Hamil Berikut!

Kapan sebaiknya pantyliner digunakan?

Tak bisa dipungkiri bahwa menggunakan pantyliner sangat nyaman dan dapat membantu dalam beberapa masalah, tapi ada beberapa hal yang harus kamu ingat saat menggunakan dan kapan waktu yang tepat untuk menggunakannya. 

Sama seperti pembalut dan tampon, disarankan untuk mengganti pantyliner setiap beberapa jam, sebaiknya setiap 3-5 jam sekali. Cara ini dilakukan demi meminimalkan risiko infeksi. Selain itu, tidak disarankan tidur dengan menggunakan produk kewanitaan ini karena pemakaian terlalu lama akan membuat kulit kesulitan bernapas.

Sebaliknya, produk kewanitaan ini lebih enak dan nyaman digunakan sebelum atau sesudah menstruasi, tetapi bukan saat aliran yang deras. Jadi, pantyliner adalah pembalut tipis yang sebaiknya digunakan untuk mencegah noda dan menjaga kebersihan pakaian dalam pada masa keputihan atau sebelum dan sesudah menstruasi.


Penulis: Silvia Wardatul

Share artikel ini
Reference