apa itu foreplay

Foreplay bukan kata asing bagi pasangan yang melakukan hubungan intim. Lalu, apa itu foreplay? Aktivitas ini yang membuat kamu dan pasangan mencapai puncak kenikmatan.

Pasangan yang mempunyai masalah disfungsi seksual dan masalah ejakulasi dini sering kali disarankan untuk melakukannya, sebelum berhubungan intim. So, buat sesi bercinta kamu dan pasangan lebih nikmat dengan beberapa tips seputar foreplay ini.

Apa itu foreplay?

Foreplay juga disebut “outercourse” adalah aktivitas seksual apa pun yang terjadi sebelum hubungan seksual. Kamu dapat menganggapnya seperti pemanasan untuk acara utama.

Meskipun begitu, foreplay tidak selalu harus mengarah ke hubungan intim, loh. Ada banyak jenis yang bisa kamu dan pasangan coba. Jangan ragu dan terpengaruh oleh mitos seputar foreplay yang banyak beredar.

Manfaat foreplay bagi pasangan

Aktivitas ini bisa membuat seks lebih menggairahkan. Misalnya, berciuman melepaskan oksitosin, serotonin, dan dopamin. Hormon perasaan baik ini dapat mengurangi stres dan membantu kamu keluar dari pikiran mumet sehingga lebih menikmati seks.

Selain itu, dapat meningkatkan gairah seksual yang membantu melumasi vagina, dan membuat seks lebih menyenangkan. Sedangkan bagi pria, aktivitas ini membantu mendapatkan dan mempertahankan ereksi lebih lama.

“Saat tubuh wanita terangsang, otot-otot vagina sedikit menarik rahim ke atas, membuat lebih banyak ruang di vagina,” kata Debra Herbenick, PhD, MPH, direktur Pusat Promosi Kesehatan Seksual di Universitas Indiana di Bloomington, Amerika.

Proses ini, yang disebut tenting vagina, menciptakan lebih banyak ruang, yang membuat seks lebih menyenangkan. Selain manfaat biologis, ternyata ada juga manfaatnya secara psikologis. Melaluinya kamu dapat lebih dekat dan lebih intim dengan pasangan, yang pada akhirnya dapat membuat kedua pasangan merasa lebih terangsang.

Jadi, foreplay bisa dikatakan sebagai pembangun hubungan emosional dan pembangkit semangat. Selain itu, ada juga manfaat foreplay lainnya:

1. Bakar kalori lebih banyak

Sudah pernah dengar jika seks bisa membakar kalori, kan? Nah, melakukan foreplay sebelum seks akan menambah pembakaran kalori tersebut. Menurut ahli gizi, standar kalori untuk laki-laki adalah 2500 kalori per hari, sedangkan untuk perempuan sekitar 2200 kalori per hari.

2. Manjalin kedekatan

Bagi pasangan suami istri dengan umur pernikahan yang lama, hal ini akan menambah keromantisan hubungan dan sekaligus menjadi bumbu ekstra agar pasangan terangsang sepenuhnya dan mencapai kenikmatan maksimal.

Para laki-laki perlu memperpanjang durasi foreplay untuk mendapatkan ereksi dan gairah perempuan akan makin meningkatkan.

3. Orgasme yang lebih nikmat

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa, orgasme lebih menyenangkan ketika hasrat seksual telah meningkat sebelumnya. Survei yang dilakukan terhadap 152 pasangan melaporkan bahwa durasi idealnya adalah sekitar 18 menit.

4. Hubungan langgeng

Pasangan yang sudah menikah lama biasanya merasakan api asmara yang mulai padam. Apalagi jika mereka punya kesibukan tinggi dan sudah mempunyai anak. Nah, foreplay bisa membuat hubungan tetap dekat dan langgeng hingga puluhan tahun.

5. Mengurangi sakit

Beberapa orang, biasanya wanita, merasakan ketidaknimatan saat berhubungan seks karena tidak cukupnya cairan sebelum penetrasi. Nah, aktivitas sebelum berhubungan intim ini bisa membuat tubuh wanita lebih rileks dan mengurangi sakit penetrasi.

6. Meningatkan imunitas

Menurut Journal Medical Hypotheses di University of Leeds, ciuman dan pelukan di awal seks mempunyai banyak manfaat. Salah satunya dapat menyebabkan penularan Cytomegalovirus antara pasangan. Hal ini menyebabkan tubuh individu yang terekspos akan memproduksi sistem kekebalan tubuh terhadap Cytomegalovirus, yang bagus untuk imunitas.

Jenis-jenis foreplay

jenis-jenis foreplay

Foreplay memiliki arti yang berbeda untuk orang yang berbeda. Beberapa orang mungkin sangat menikmatinya sehingga mereka tidak pernah melakukan hubungan intim. Selama kamu dan pasangan menyetujui apa pun bentuk foreplay, pemanasan sebelum seks akan menyenangkan.

Aktivitas ini bisa dimulai jauh sebelum kamu berada di ruangan yang sama dengan pasangan. Meninggalkan catatan romantis, mengirim pesan sensual, atau menyiapkan makan malam romantis untuk dibagikan semuanya dapat dianggap sebagai bentuk pemanasan. Juga cobalah beberapa contoh berikut:

  • Mengajak pasangan menari
  • Memberi pijatan sensual
  • Berbicara dengan pasangan tentang aktivitas seksual yang ingin kamu lakukan
  • Mandi bersama
  • Memainkan dildo bersama pasangan

Semakin terbuka dan jujur ​​kamu dengan pasangan tentang aktivitas seksual yang menggairahkan, semakin besar kemungkinan kamu menikmati seks, yang dapat menjalani kehidupan seks yang memuaskan.

Mitos dan fakta tentang foreplay

Salah satu mitos utama tentang foreplay adalah pasangan yang tidak melakukannya tergolong malas atau egois. Tetapi kurangnya kepercayaan diri atau pengalaman seksual jauh lebih mungkin menjadi penyebabnya.

Cara terbaik untuk mengatasi rintangan ini adalah dengan menjaga komunikasi tetap terbuka. Jaga pembicaraan seksual tetap positif. Jangan menuduh atau mempermalukan pasangan kamu.

Penting untuk diingat bahwa bagi sebagian orang, foreplay adalah aspek yang sangat penting dari seks. Faktanya, banyak wanita yang tidak bisa mencapai orgasme hanya dengan melakukan hubungan intim. Foreplay dapat membantu membuat orgasme lebih mungkin.

Persiapan melakukan foreplay

Tidak yakin mau memulai foreplay? Kamu bisa melakukan langkah-langkah berikut:

1. Kontak mata

Luangkan waktu sebentar sebelum kamu mulai berhubungan intim untuk saling berhadapan. Tatap mata satu sama lain, dan jelaskan kepada pasangan bahwa kamu ingin menyelaraskan pernapasan kamu selama 10 napas dalam-dalam. Mungkin terdengar cheesy, tapi berhasil.

2. Berbagi fantasi seksual

Hubungan yang lebih kuat juga dapat dicapai dengan sesuatu yang sederhana seperti memperluas cara kamu berkomunikasi tentang seks. Memulai dengan membagikan fantasi pribadi kamu—bahkan jika hal itu membuat kamu tersipu malu—dapat membuka dimensi baru dalam hubungan kamu dan pasangan.

3. Saling menyentuh tubuh

Jangan takut untuk memperlambat segalanya dan menghabiskan lebih banyak waktu untuk saling memijat, bermesraan, dan menjelajahi tubuh satu sama lain.

4. Berpelukan

Memeluk pasangan sebelum berhubungan intim punya banyak manfaat. Itu karena berpelukan melepaskan oksitosin, dan itu meningkatkan perasaan keintiman dengan pasangan kamu.

Share artikel ini
Reference