ambroxol untuk ibu hamil

ambroxol untuk ibu hamil

Hingga saat ini, penelitian dan data terkait ambroxol untuk ibu hamil dan ibu menyusui dikatakan masih kurang memadai. Dalam beberapa studi, ambroxol untuk ibu hamil dinilai tidak cukup aman. Namun, pada beberapa penelitian lain, ambroxol justru dinyatakan memberikan pengaruh yang baik meskipun dikonsumsi selama kehamilan.

Meskipun begitu, menurut sebuah lembaga, ambroxol untuk ibu hamil masuk ke dalam obat kategori C yang berarti dapat berisiko pada janin. Sayangnya, penelitian ini hanya dilakukan pada hewan.
Lantas, apakah ambroxol benar-benar aman untuk ibu hamil? Yuk, cari tahu penjelasan lengkapnya dan simak artikel ini sampai habis.

Apa itu ambroxol?

Ambroxol adalah obat batuk yang digunakan untuk mengobati penyakit pernapasan akibat lendir kental yang berlebihan. Ambroxol untuk ibu hamil masuk ke dalam kategori mukolitik. Dengan meningkatkan produksi surfaktan pada paru, obat jenis ini akan meningkatkan sekresi saluran pernapasan dan merangsang aktivitas silia.

Bekerja dengan cara memecah serat mukopolisakarida sehingga dahak menjadi lebih tipis dan encer, dahak yang telah dipecah akan lebih mudah dikeluarkan saat batuk. Oleh karena itu, ambroxol membantu meningkatkan sekresi cairan, mengeluarkan, serta meredakan batuk.

Kandungan ambroxol

Mucosolvan, Lasolvan, serta Mucoangin adalah kandungan atau bahan aktif dari ambroxol. Membantu mengembalikan mekanisme saluran pernapasan, ketiga zat tersebut bekerja dengan cara merangsang produksi pelepasan surfaktan.

Surfaktan memiliki fungsi sebagai anti-lem di mana molekul ini membantu mengurangi penempelan lendir pada dinding bronkus. Tidak hanya itu, surfaktan juga membantu meningkatkan perpindahan dan memberikan perlindungan pada cabang tenggorok (bronkus) dari infeksi dan iritasi.

Indikasi ambroxol

Ambroxol diberikan pada penderita atau individu yang mengalami gangguan saluran napas terutama yang akut dan/atau kronis seperti bronkitis asmatik, eksaserbasi bronkitis kronis, serta asma bronkial.

Disamping itu, ambroxol juga diindikasikan pada pasien yang memiliki berbagai bentuk trakeobronkitis atau bronkitis yang melibatkan trakea, emfisema dengan bronkitis pneumokoniosis, kondisi paru inflamasi kronis, bronkiektasis, serta bronkitis dengan asma bronkospasme.

Sebagai terapi sekretolitik, ambroxol yang ditujukan pada penderita bronkopneumonia dengan sekresi dan mukus (lendir) yang abnormal akan membantu memudahkan pembersihan lendir dan memudahkan pernapasan pasien.

Dosis penggunaan ambroxol

Ambroxol dikategorikan sebagai obat keras yang harus dibarengi dengan resep dokter. Pada dasarnya dokter akan menyesuaikan usia, kondisi yang dialami penderita, tingkat keparahan penyakit, serta respon tubuh terhadap obat-obatan tertentu.

Dosis obat ambroxol oral yang direkomendasikan untuk pengobatan adalah:

Dewasa:

Dalam bentuk tablet dengan dosis 30 mg diberikan sebanyak 2-3 kali sehari, dapat dinaikkan hingga 60 mg dua kali sehari jika diperlukan. Dosis maksimal 120 mg per hari. Dalam bentuk sirup 30 mg /5 mL diberikan sebanyak 30 mg 2-3 kali sehari atau 60 mg dua kali sehari.

Anak:

Dalam bentuk drops atau tetesan dengan dosis 6 mg/mL; usia ≤ 6 bulan diberikan sebanyak 3 mg dua kali sehari. Usia 1-2 tahun diberikan sebanyak 7,5 mg dua kali sehari. Dalam bentuk sirup 15 mg /5 mL atau 30 mg /5 mL pada usia < 2 tahun diberikan sebanyak 7,5 mg dua kali sehari.

Usia 2-5 tahun sebanyak 7,5 mg tiga kali sehari. Usia 6-11 tahun diberikan sebanyak 15 mg 2-3 kali sehari. Pada usia ≥12 tahun diberikan sama dengan dosis dewasa.

Ambroxol yang diberikan secara oral membutuhkan waktu sekitar 30 menit untuk bekerja secara optimal. Jika kamu menggunakan ambroxol sebagai obat jangka panjang, pastikan kamu menerima dosis yang sesuai dan mengikuti jangka waktu yang disarankan oleh dokter.

Manfaat ambroxol

Sebagai pengencer dahak, ambroxol bermanfaat untuk meredakan dan mengobati batuk berdahak. Ketika dahak menjadi encer, dahak akan keluar dari tenggorokan saat seseorang mengalami batuk.

Singkatnya, ambroxol sebagai obat batuk berdahak memudahkan saluran pernapasan sebab individu tidak lagi mengalami penyumbatan akibat lendir atau dahak.

Ambroxol tidak hanya mengobati batuk berdahak melainkan juga masalah pada paru-paru yang disebabkan oleh emfisema atau ketika napas seseorang menjadi pendek, peradangan pada saluran pernapasan atau disebut bronkitis, serta kerusakan dan pelebaran pada bronkus atau saluran pernapasan (disebut sebagai bronkiektasis).

Efek samping ambroxol

Meskipun setiap orang memiliki reaksi efek samping yang berbeda, ambroxol biasanya memberikan efek samping yang ringan seperti reaksi alergi dan masalah gastrointestinal. Berikut adalah beberapa efek samping dari obat ambroxol yang mungkin kamu rasakan:

  • Muncul ruam pada kulit dibarengi rasa gatal
  • Terjadi pembengkakan pada wajah
  • Mengalami sesak napas atau dyspnea
  • Mengalami demam
  • Mual, muntah, diare
  • Mengalami dispepsia atau rasa tidak nyaman pada perut bagian atas
  • Mulut atau tenggorokan terasa kering
  • Mengalami sakit perut dan mulas
  • Mengalami gangguan sensorik atau hipoestesia pada mulut atau tenggorokan bagian atas
  • Mengalami gangguan pada indra perasa atau dysgeusia

Dalam beberapa kasus yang jarang terjadi, pengguna ambroxol mengalami efek yang lebih berat yang dapat mengancam jiwa seperti:

  • Sindrom Stevens-Johnson
  • Nekrolisis epidermal toksik (NET)
  • Makula eritema
  • Urtikaria (biduran) dan penumpukan cairan yang membengkak pada mulut (edema)
  • Ruam makulopapular

Selain berbagai macam efek samping di atas, ambroxol dapat menyebabkan reaksi anafilaksis seperti syok anafilaksis yang disebabkan oleh reaksi alergi yang berat, dan angioedema atau pembengkakan pada mata, pipi, atau bibir.

Apabila kamu mengalami beberapa gejala di atas segera hubungi layanan kesehatan terdekat.

Peringatan dan bahaya overdosis ambroxol

Penggunaan obat ambroxol untuk mengobati batuk berdahak umumnya tidak memberikan kontraindikasi bagi penggunanya. Namun, jika kamu memiliki tukak lambung, masalah pada usus dua belas jari (duodenum), dyskinesia silia, serta gangguan ginjal dan hati diharapkan dapat lebih berhati-hati.

Disamping itu, ambroxol tidak boleh digunakan dalam jangka waktu lama tanpa sepengetahuan dokter sebab dalam beberapa kasus, ambroxol dapat memicu insufisiensi ginjal dan penimbunan metabolit ambroxol pada hati.

Pemberian ambroxol bersamaan dengan antibiotik seperti amoxicillin, cefuroxime, erythromycin, atau doxycycline akan meningkatkan penerimaan antibiotik ke dalam jaringan paru-paru.

Penggunaan ambroxol harus di bawah pengawasan dokter terutama jika diberikan kepada anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Ambroxol untuk ibu hamil

Dapat masuk ke dalam rahim dengan menembus dinding plasenta, ambroxol hanya dapat digunakan pada trimester awal selama kehamilan tetapi tidak dianjurkan pada trimester pertama. Menurut Food and Drug Administration, ambroxol masuk dalam kategori C yang berarti ada efek teratogenik atau memengaruhi perkembangan janin pada hewan.

Dalam beberapa riset, ambroxol yang dapat diserap air susu ibu (ASI) justru dinyatakan dapat membantu merangsang pematangan paru-paru pada janin, serta efektif digunakan oleh ibu dengan usia kehamilan minggu ke-28 yang memiliki risiko bayi lahir prematur dan sindrom gangguan pernapasan.

Masih membutuhkan penelitian lebih lanjut, ambroxol yang tergolong sebagai obat keras biasanya tidak dianjurkan untuk dikonsumsi selama periode menyusui. Dokter mungkin memberikan ambroxol untuk ibu hamil pada trimester ketiga dan ibu menyusui jika memang memberikan manfaat yang lebih besar daripada kemungkinan risiko yang ada.

Alternatif dari obat batuk berdahak ambroxol

Jika kamu ragu untuk menggunakan obat batuk berdahak ambroxol saat hamil, kamu dapat menggunakan cara lain. Berikut adalah obat batuk untuk ibu hamil dari bahan alami yang dapat kamu lakukan di rumah untuk membantu meringankan tenggorokan akibat batuk berdahak:

  • Minum teh dengan air madu hangat
  • Minum air jahe hangat
  • Mengurangi makanan berminyak dan memperbanyak konsumsi kuah hangat seperti sup
  • Menghirup uap hangat dengan tambahan aroma mint atau tetesan minyak kayu putih

Hanya berperan untuk meringankan tenggorokan, jika kamu yang mengalami batuk berdahak yang tak kunjung membaik maka pilihan terbaik adalah mengunjungi dokter untuk melakukan konsultasi.

Share artikel ini
Reference