Keputihan mau haid dan hamil

Keputihan terjadi tidak hanya sebelum haid, tetapi juga bisa terjadi selama kehamilan. Jika dilihat, perbedaan keputihan mau haid dan tanda kehamilan mungkin tidak terlalu jelas. Namun, kamu masih dapat mengidentifikasi beberapa perbedaan karakteristiknya.

Agar tidak salah mengartikan perbedaan keputihan mau haid dan hamil, kenali ciri-ciri keduanya sebagai berikut.

Perbedaan keputihan mau haid dan hamil

Keputihan yang kamu alami bisa disebabkan karena masa haid berakhir dan juga mungkin merupakan tanda awal kehamilan. Agar lebih jelas, berikut ini perbedaan keputihan mau haid dan hamil:

Volume

Salah satu perbedaan antara keputihan normal dan keputihan yang merupakan tanda kehamilan cukup signifikan dari segi volume. Keputihan yang merupakan tanda kehamilan biasanya memiliki volume lebih banyak dibanding keputihan sebelum haid.

Waktu

Untuk lebih memastikan bahwa keputihan merupakan tanda awal kehamilan, kamu bisa memperhatikan waktu kemunculannya. Tanda-tanda keputihan pada awal kehamilan umumnya muncul satu sampai dua minggu setelah pembuahan, dan volumenya meningkat seiring dengan usia kehamilan.

Tekstur

Mungkin sulit untuk melihat perbedaan keputihan mau haid dan hamil. Namun dari segi tekstur, keputihan karena hamil umumnya lebih kental dibandingkan keputihan sebelum haid.

Warna

Berbeda dengan keputihan yang berwarna putih susu yang merupakan tanda kehamilan, keputihan yang terjadi sesaat sebelum haid berwarna agak kuning. Jika keputihan berwarna hijau muda dan berbau tidak sedap, kondisi ini dapat mengindikasikan infeksi jamur pada vagina.

Langkah yang diambil bila mengalami keputihan saat hamil

Keputihan yang muncul sebagai tanda kehamilan tidak memerlukan penanganan khusus. Namun, jika wanita hamil terganggu oleh peningkatan volume keputihan, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:

  • Jaga kebersihan area genital
  • Bila ingin membersihkan area genital, gunakan air dan sabun yang tidak mengandung pewangi
  • Jangan membersihkan area genital dengan tisu atau produk kecantikan lainnya, seperti sabun vagina dan deodoran yang mengandung pewangi
  • Kenakan pakaian dalam berbahan katun

Wanita hamil juga tidak disarankan untuk mencuci vagina dengan semprotan air yang kuat. Cara ini bisa menimbulkan iritasi dan mengganggu keseimbangan bakteri alami di vagina.

Cara mengatasi keputihan selama haid dan hamil

Ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi keputihan, di antaranya:

1. Jaga kebersihan vagina

Untuk mengatasi keputihan, kamu bisa mulai membersihkan vagina dengan cara yang benar, depan ke belakang atau vagina ke anus, bukan sebaliknya. Bersihkan vagina setiap selesai buang air kecil atau besar.

2. Hindari menggunakan produk kewanitaan

Vagina sebenarnya adalah organ yang bisa membersihkan dirinya sendiri. Oleh karena itu, tidak perlu menggunakan produk pembersih organ genital wanita seperti sabun vagina atau bedak vagina.

3. Kompres dingin

Kompres dingin juga dapat digunakan untuk meredakan gatal dan bengkak pada vagina saat terjadi keputihan. Kompres vagina dengan kompres es atau waslap lembut yang dibasahi air dingin.

4. Konsultasi dengan dokter

Jika kamu mengalami keputihan yang tidak normal dan berlangsung lebih dari seminggu, sebaiknya segera periksakan kesehatanmu ke dokter. Dokter akan mengobati keputihan berdasarkan penyebabnya.

 5. Gunakan kondom saat berhubungan seksual

Minta pasangan untuk menggunakan kondom selama hubungan seksual pada masa pengobatan keputihan. Hal ini dilakukan untuk mencegah infeksi dan memaksimalkan pengobatan keputihan. Bahkan lebih baik, tunda hubungan seksual jika memungkinkan.

Nah, itu dia beberapa informasi yang perlu kamu ketahui tentang perbedaan keputihan mau haid dan hamil. Yuk, bagikan artikel ini agar lebih banyak orang tahu!

Share artikel ini
Reference