menstruasi pada perempuan menandakan apa
Period Siklus Menstruasi

Menstruasi pada Seorang Perempuan Menandakan Apa? Kenali Penyebabnya!

Putri Aprillia | April 14, 2022
Share

Remaja perempuan biasanya merasa khawatir ketika mengalami menstruasi untuk pertama kalinya. Biasanya, perut akan terasa nyeri, kepala terasa pusing, dan payudara menjadi kencang. Menstruasi pertama atau yang dikenal dengan sebutan menarche merupakan salah satu fase yang dialami remaja perempuan. Ini menjadi tanda bahwa dirinya telah dewasa.

Lantas, menstruasi pada seorang perempuan menandakan apa? Agar lebih jelas, simak artikel berikut hingga selesai, ya.

Apa itu menstruasi?

Menstruasi merupakan proses meluruhnya dinding rahim karena tidak terjadi pembuahan sel telur oleh sel sperma. Akibatnya, darah keluar dari vagina. Situasi ini merupakan situasi yang normal, dan biasanya terjadi setiap bulan.

Siklus menstruasi bisa terjadi karena adanya perubahan hormon dalam tubuh wanita. Rata-rata siklus menstruasi terjadi selama 28 hari. Durasi menstruasi itu sendiri berlangsung sekitar 2-7 hari. Darah yang keluar umumnya mencapai 20 sampai 60 mililiter.

Menstruasi pada seorang perempuan menandakan apa?

Siklus menstruasi pada seorang perempuan menandakan bahwa tubuhnya telah siap mengalami kehamilan. Hitungan siklus ini biasanya dimulai sejak hari pertama keluarnya darah dari vagina. Menstruasi pada seorang perempuan menandakan bahwa mereka sudah masuk masa pubertas. Pada masa pubertas, perempuan akan mengalami perubahan fisik. Menstruasi akan berhenti saat seseorang mengalami kehamilan.

Siklus menstruasi pada seorang perempuan

Siklus menstruasi pada seorang perempuan merupakan rangkaian perubahan yang terjadi pada tubuh perempuan setiap bulannya. Perubahan ini sebagai bentuk persiapan untuk kemungkinan terjadinya kehamilan. Jadi, setiap bulan, ovarium akan melepaskan sel telur.

Di saat yang bersamaan, akan terjadi perubahan hormonal yang mempersiapkan rahim untuk kehamilan. Apabila sel telur tidak mengalami pembuahan, maka lapisan rahim akan luruh dan mengeluarkan darah melalui vagina.

Selain digunakan untuk merencanakan kehamilan, sebenarnya melacak siklus menstruasi sangat penting dilakukan, khususnya pada setiap wanita yang sudah memasuki masa pubertas. Dengan melakukannya, kamu jadi bisa tahu apakah siklus menstruasi kamu termasuk normal atau tidak.

Walaupun siklus menstruasi yang tidak teratur biasanya tidak menjadi tanda adanya kondisi yang serius. Namun terkadang hal itu bisa menjadi tanda adanya masalah pada kesehatan tubuh.

Siklus menstruasi kamu tergolong normal jika terjadi setiap 21 sampai 35 hari sekali dan durasinya berlangsung selama 2 sampai 7 hari. Beberapa tahun pertama saat menstruasi baru dimulai, biasanya wanita akan mengalami siklus yang cukup lama.

Tetapi, siklus ini akan menjadi lebih pendek dan rutin seiring bertambahnya umur seseorang. Sebaliknya, menstruasi dianggap tidak normal jika siklusnya berlangsung kurang dari 21 hari atau lebih dari 35 hari.

Faktor pengaruh terjadinya menstruasi pada perempuan

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi terjadinya menstruasi pada perempuan. Beberapa faktor tersebut meliputi:

1. Tingkat stres

Stres bisa membuat siklus menstruasi menjadi tidak teratur. Stres bisa mempengaruhi produksi hormon prolaktin dalam tubuh sehingga menurunkan kadar hormon LH. Hal ini bisa menimbulkan gangguan pada siklus menstruasi, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur. Maka dari itu, seseorang yang mengalami stres dianjurkan untuk mengendalikan emosinya agar siklus menstruasinya bisa kembali teratur.

2. Status gizi

Status gizi juga bisa mempengaruhi siklus menstruasi. Supaya siklus menstruasi berjalan normal dan lancar, tubuh membutuhkan sekitar 22 persen lemak. Sel-sel lemak dapat membantu produksi hormon estrogen yang dibutuhkan saat proses ovulasi dan membantu melancarkan siklus menstruasi.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Universitas Muhammadiyah Semarang menunjukkan bahwa orang dengan status gizi tidak normal cenderung mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Sebaliknya, orang dengan status gizi yang normal cenderung mengalami siklus menstruasi yang teratur.

3. Enzim

Enzim hidrolitik yang terdapat pada endometrium bisa merusak sel yang berfungsi dalam proses sintesis protein. Sehingga, hal ini mengganggu metabolisme dan menimbulkan pendarahan. Selain itu, endometrium mengandung prostaglandin yang bisa menyebabkan kontraksi.

Selain itu, siklus menstruasi bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti aktivitas fisik, berat badan, kebiasaan diet, dan proses ovulasi.

Tanda-tanda terjadinya menstruasi

Wanita umumnya mulai mengalami perubahan fisik dan suasana hati paling tidak sekitar 1 sampai 2 minggu sebelum mengalami menstruasi. Gejala-gejala ini biasanya akan berhenti sekitar 3 sampai 4 hari setelah mulainya pendarahan.

Hal-hal yang menjadi tanda bahwa kamu akan mengalami menstruasi dalam waktu dekat adalah:

1. Muncul jerawat

Menjelang menstruasi, wanita sering berjerawat karena adanya perubahan hormon. Meningkatnya kadar hormon dalam tubuh memicu produksi sebum yang menyumbat pori-pori, hal inilah yang membuat munculnya jerawat.

2. Nyeri pada payudara

Sebelum dan selama menstruasi, wanita biasanya mengalami nyeri pada payudara. Hal ini dapat terjadi karena adanya perubahan hormon estrogen, progesteron, dan prolaktin.

3. Kesulitan tidur

Kamu bisa mengalami kesulitan untuk tidur meskipun merasa lelah. Perubahan hormon juga bisa mengganggu pola tidur kamu sehingga kamu merasa lelah. Hal ini disebabkan karena perubahan estrogen dan progesteron menyebabkan meningkatnya suhu tubuh. Kamu lebih mudah untuk tidur saat suhu tubuh kamu turun.

4. Mengalami kram

Keluhan kram menstruasi yang paling sering terjadi pada wanita adalah kram di perut bagian bawah. Kram yang terjadi sebelum atau selama menstruasi juga disebut dismenore primer. Kram seperti ini umumnya muncul tepat sebelum menstruasi dan berlangsung selama 2 sampai 3 hari.

5. Mengalami sembelit atau diare

Saat menstruasi datang, umumnya wanita akan mengalami gangguan pencernaan. Misalnya, wanita akan mengalami sembelit atau diare.

6. Mengalami kembung

Keluhan lainnya adalah merasa kembung. Hal ini juga berkaitan dengan perubahan hormon. Namun, Anda bisa mengatasinya dengan membatasi konsumsi garam, makan sayuran dan buah, serta berolahraga secara rutin.

7. Mengalami sakit kepala

Gejala umum lainnya adalah sakit kepala. Perubahan kadar estrogen dalam tubuh kamu bisa membuat kamu mengalami sakit kepala sebelum menstruasi.

8. Perubahan suasana hati

Perubahan hormon juga bisa menyebabkan gejala menstruasi seperti keadaan emosi. Kamu mungkin akan lebih mudah menangis, marah, atau tersinggung.

9. Sakit punggung

Kram menstruasi tidak hanya bisa terjadi pada perut, namun juga punggung. Prostaglandin yang melapisi rahim akan menyebabkan kontraksi yang membuat punggung terasa sakit.

Apakah harus ke dokter saat menstruasi pertama?

Saat kamu mengalami menstruasi untuk pertama kalinya, kamu tidak harus datang ke dokter. Umumnya, saat menstruasi pertama, tidak akan terjadi masalah. Namun, kamu perlu pergi ke dokter jika mengalami hal-hal berikut ini.

  • Berumur 15 tahun dan belum mengalami menstruasi
  • Sudah mengalami menstruasi selama dua tahun namun siklusnya tidak teratur
  • Mengalami kram perut yang tidak kunjung sembuh meskipun sudah minum obat
  • Mengeluarkan banyak darah saat menstruasi sehingga pembalut cepat penuh dalam waktu satu jam
  • Mengalami PMS yang sangat mengganggu kegiatan sehari-hari

Jika kamu mengalami menstruasi untuk pertama kalinya, jangan khawatir. Hal ini normal terjadi saat kamu memasuki masa pubertas. Saat mengalaminya, kamu bisa mengatasinya dengan minum air hangat, mengenakan pembalut, dan mengompres perut dengan air hangat.

Reference
Share