apa itu menstruasi

Setiap bulan, umumnya wanita mengalami menstruasi. Siklus haid ini dipengaruhi oleh hormon estrogen dan progesteron. Seringkali, ketika mengalaminya, kamu akan merasakan beberapa gejala, seperti kram, nyeri, dan sebagainya.

Ketika kamu mengalami menstruasi, kamu pasti ingin mengurangi rasa sakit yang kamu rasakan. Agar lebih siap ketika mengalaminya, simak artikel berikut agar tahu definisi menstruasi, gejala, penyebab, dan cara mengatasinya.

Definisi menstruasi

Menstruasi adalah kondisi ketika lapisan rahim luruh dan keluar dalam wujud darah. Darah ini kemudian akan keluar melalui vagina. Menstruasi biasanya berlangsung sekitar 3 hingga 7 hari. Saat mengalami siklus ini, seseorang bisa mengalami berbagai gejala termasuk kram. Pada kebanyakan wanita, haid pertama terjadi pada usia 9 sampai 15 tahun.

Penyebab menstruasi adalah ovum yang sudah matang namun tidak mengalami pembuahan. Tetapi, ada beberapa kondisi kesehatan yang mungkin terjadi dan pemakaian obat-obatan yang berkaitan dengan menstruasi.

Wanita bisa mengalami siklus haid yang teratur, namun ada pula yang mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur. Penyebab menstruasi tidak teratur adalah stres atau cemas, hormon yang tidak seimbang, obat-obatan, infeksi pada rahim, kanker lapisan rahim, dan sebagainya.

Seseorang juga bisa berhenti mengalami haid selama kehamilan dan menyusui, serta ketika menggunakan kontrasepsi hormonal. Kondisi ini disebut juga amenore. Namun, ada pula beberapa faktor yang menyebabkan menstruasi berhenti, yaitu penurunan berat badan yang cepat, olahraga yang intens, gangguan makan, konsumsi obat, sindrom ovarium polikistik, dan terapi radiasi.

4 Fase menstruasi

Proses haid pada wanita terdiri atas empat fase menstruasi yang meliputi:

1. Fase menstruasi

Fase ini biasanya berlangsung dari hari pertama sampai hari kelima. Pada fase ini, lapisan rahim akan benar-benar luruh melalui vagina. Kebanyakan wanita mengalami pendarahan selama tiga sampai lima hari, tetapi menstruasi yang berlangsung selama dua hari hingga tujuh hari juga masih dianggap normal.

2. Fase folikuler

Selama beberapa hari terakhir dari suatu siklus, kelenjar pituitari merangsang produksi hormon perangsang folikel (FSH). Hal ini dapat memicu perkembangan ovum pada hari ke-10 sampai hari ke-14. Selama fase ini, hormon estrogen akan meningkat sehingga lapisan rahim akan tumbuh dan menebal. Selanjutnya, hormon luteinizing akan mendorong pelepasan ovum ke saluran tuba.

3. Fase ovulasi

Fase ini terjadi kira-kira pada hari ke-14 dalam siklus menstruasi. Kadar hormon luteinizing yang meningkat menyebabkan ovarium melepaskan sel telurnya. Peristiwa inilah yang disebut ovulasi.

4. Fase luteal

Fase ini dimulai setelah proses ovulasi. Fase ini berlangsung sekitar hari ke-15 sampai hari ke-28. Setelah ovum dilepaskan dari ovarium, ovum akan mulai berjalan menuju rahim melalui saluran tuba. Bila tidak terjadi pembuahan, kadar estrogen dan progesteron akan turun dan lapisan rahim akan luruh serta terurai menjadi darah dan membawa ovum yang tidak dibuahi bersamanya.

Menstruasi umumnya berlangsung selama 5 hari, dengan aliran darah yang deras pada dua hari pertama. Siklus menstruasi biasanya akan berlangsung 21 hari hingga 35 hari, dengan rata-rata 28 hari. Namun, jumlah hari bisa bervariasi pada setiap bulan.

Produk pembalut menstruasi

Apapun produk pembalut yang kamu pakai, sebaiknya ikuti instruksi pemakaiannya. Produk pembalut terdiri atas produk sekali pakai dan produk yang dapat digunakan kembali.

Produk menstruasi sekali pakai

Contoh produk pembalut sekali pakai, yaitu:

  • Pembalut. Pembalut tersedia dalam berbagai bentuk, ukuran, dan ketebalan yang beragam, pemakaiannya bergantung pada kebutuhan seseorang.
  • Tampon. Tampon juga tersedia dalam berbagai ukuran dan daya serap.

Produk menstruasi yang dapat digunakan kembali

Contoh produk pembalut yang bisa dipakai beberapa kali, yaitu:

  • Pembalut kain. Pembalut ini biasanya dibuat dari kain katun atau flanel. Pembalut ini bisa dicuci dan digunakan kembali.
  • Menstrual cup. Menstrual cup merupakan benda yang terbuat dari silikon dan digunakan dengan cara memasukkannya ke dalam vagina. Fungsinya bukan menyerap darah, melainkan mengumpulkan darah.

Gejala menstruasi

Tidak hanya pendarahan saja, sebenarnya wanita yang mengalami menstruasi juga bisa mengalami gejala lain. Wanita yang mengalami menstruasi bisa mengalami gejala-gejala berikut.

  • Kram di perut bagian bawah dan punggung
  • Diare
  • Kembung
  • Pembengkakan pada payudara
  • Sakit kepala
  • Kelelahan
  • Perubahan mood
  • Mengidam makanan
  • Sulit tidur
  • Jerawat

Namun, kamu perlu ingat, bila rasa sakit yang kamu rasakan selama siklus haid ternyata tidak normal, ada kemungkinan hal ini mengindikasikan adanya masalah pada kesehatan. Jika kamu mengalami hal ini, sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Cara mengatasi gejala saat menstruasi

Ada beberapa cara yang bisa membantu kamu mengatasi gejala menstruasi, antara lain:

  • Mengonsumsi obat nyeri. Nyeri haid bisa diatasi dengan mengonsumsi obat nyeri yang dijual secara bebas. Misalnya, ibuprofen, aspirin, atau acetaminophen.
  • Melakukan olahraga. Olahraga bisa mengurangi rasa tidak nyaman dan rasa sakit sebelum dan selama menstruasi.
  • Melakukan teknik relaksasi. Teknik relaksasi bisa mencakup latihan pernapasan ataupun pijat untuk mengurangi rasa sakit dan stres.
  • Memegang botol air panas atau heating pad di perut untuk mengurangi rasa tidak nyaman.
  • Mandi air hangat juga bisa membantu memberikan relaksasi,
  • Menggunakan kontrasepsi. Kontrasepsi hormonal bisa mengurangi banyak gejala menstruasi, termasuk rasa sakit dan kontraksi.
  • Konsumsi lebih banyak air putih dan batasi makanan yang mengandung garam dan minuman yang mengandung kafein
  • Mengonsumsi makanan yang sehat dan bergizi
  • Mengonsumsi vitamin E untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah terjadinya peradangan

Kapan harus ke dokter?

Segera konsultasi dengan dokter bila kamu mengalami beberapa hal berikut ini.

  • Belum mengalami haid meskipun usia sudah menginjak 16 tahun
  • Haid berhenti secara tiba-tiba
  • Darah keluar lebih banyak daripada biasanya
  • Pendarahan terjadi lebih lama daripada biasanya
  • Mengalami sakit parah selama siklus haid
  • Mengalami pendarahan di antara siklus haid
  • Merasa sakit setelah mencoba menggunakan tampon
  • Belum juga mengalami haid walaupun sudah tiga bulan menghentikan konsumsi pil KB
  • Siklus haid berlangsung lebih lama daripada biasanya
  • Mengeluarkan gumpalan darah dalam jumlah yang banyak
  • Tidak mengalami menstruasi selama atau lebih dari tiga bulan

Menstruasi merupakan hal yang normal. Hal ini terjadi saat seseorang menginjak usia pubertas. Jadi, bila kamu baru pertama kali mengalaminya, jangan khawatir. Namun, bila kamu mengalami nyeri atau gejala lain yang parah, sebaiknya konsultasikan ke dokter. Kamu juga perlu mengunjungi dokter jika belum juga mengalami haid hingga usia 16 tahun.

Share artikel ini
Reference