macam macam obat tetes mata
Gaya Hidup Hidup Sehat

Macam-Macam Obat Tetes Mata Mulai Untuk Mata Merah Hingga Alergi

Imelda Rahmawati | Maret 31, 2022
Share

Selama ini kamu mungkin menganggap hanya ada satu jenis obat tetes mata. Faktanya, ada macam-macam obat tetes mata yang dikhususkan untuk masing-masing masalah mata. Ya, tidak semua tetes mata adalah obat, beberapa bahkan hanya berisi bahan sederhana untuk mengatasi iritasi ringan.

Untuk kasus berat, kandungan tetes mata bisa lebih beragam. Nah, cara terbaik untuk memilih tetes mata untuk masalahmu adalah dengan mengenali masalah yang terjadi pada mata. Menggunakan satu tetes mata untuk beberapa masalah justru dapat menjadi masalah lainnya.

Obat tetes mata untuk beberapa penyakit

Beberapa penyakit di bawah ini memerlukan obat tetes yang khusus diresepkan oleh dokter. Biasanya dokter akan memberikan tetes mata yang disesuaikan dengan penyakit kamu. Jadi kamu tidak perlu membelinya secara terpisah.

Berikut ini beberapa obat jenis mata untuk beberapa penyakit.

Operasi katarak

Obat tetes ini digunakan untuk mencegah infeksi, memperbesar pupil mata, dan membuat area tersebut mati rasa. Obat tetes ini juga dapat menurunkan kemungkinan infeksi dan membantu kamu sembuh lebih cepat pasca operasi.

Konjungtivitis (mata merah)

Jika penyebabnya adalah infeksi bakteri atau virus, kamu akan mendapatkan obat tetes antibiotik. Jika alergi atau sesuatu yang lain di udara seperti asap atau bahan kimia (iritasi lingkungan), dokter mungkin memberi kamu obat tetes mata anti-inflamasi.

Pembasahan lensa kontak

Jika mata terasa kering saat memakai lensa kontak, obat tetes dapat membantu. Pilih produk yang memang khusus dibuat untuk digunakan dengan kontak. Obat tetes yang tidak sesuai justru dapat menghitamkan lensa kontak atau mengubah kecocokannya untuk sementara waktu.

Kornea yang terinfeksi (keratitis)

Sekali lagi, jenis tetes yang bisa kamu gunakan tergantung pada penyebabnya. Kamu bisa mendapatkan obat tetes mata antibakteri untuk masalah kecil. Untuk infeksi yang lebih parah, kamu mungkin memerlukan tetes antibiotik yang diperkaya atau perawatan yang lebih ekstensif. Bukan tak mungkin, dokter menganjurkan prosedur pembedahan.

Glaukoma

Kondisi ini sering dikaitkan dengan peningkatan tekanan cairan di dalam mata. Ini dapat menyebabkan kerusakan saraf optik yang serius dan kehilangan penglihatan jika kamu tidak mengobatinya. Pada tahap awal, obat tetes mata dapat mengurangi jumlah cairan yang dihasilkan mata. Tetes ini juga dapat mencegah orang dengan tekanan mata tinggi terkena glaukoma.

Jika kamu menderita glaukoma, jangan gunakan obat tetes mata dengan vasokonstriktor – dekongestan yang membuat pembuluh darah di mata lebih kecil. Justru itu akan meningkatkan tekanan mata.
Infeksi mata herpes simpleks: Gejala awal virus ini termasuk luka yang menyakitkan di permukaan mata atau kelopak mata, dan kornea yang meradang. Perawatan segera dengan tetes mata atau gel antivirus dapat membantu mencegah kerusakan.

Macam-macam obat tetes mata

Ada banyak sekali macam-macam obat tetes mata. Cara terbaik untuk memilihnya dengan mengetahui masalah mata yang kamu alami. Jika kamu menemukan keanehan dalam kesehatan mata, sebaiknya kamu ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

Nah berikut ini, macam-macam obat tetes mata untuk masalah ringan yang bisa digunakan.

1. Obat tetes alergi

Jika kamu memiliki reaksi alergi — misalnya serbuk sari, debu, atau bulu binatang — tubuh akan melepaskan histamin. Ini memberi tahu tubuh bahwa alergen telah menyerangnya dan sebagai tanggapan, tubuh memicu gejala alergi klasik seperti hidung meler atau mata gatal dan berair.

Obat tetes mata alergi bekerja dengan memblokir respons histamin dalam tubuhmu. Tetes mata alergi paling sering mengandung antihistamin yang mencegah tubuhmu melepaskan histamin lebih banyak. Beberapa tetes mata untuk alergi juga bisa mencegahnya kambuh. Gunakan sesuai kebutuhan, sesuai petunjuk pada label.

2. Tetes mata anti-kemerahan

Obat ini bekerja dengan mengecilkan pembuluh darah di permukaan mata–sebuah proses yang disebut vasokonstriksi–yang membuat kemerahan hilang. Tetes mata ini aman untuk penggunaan sesekali. Namun berhati-hatilah, penggunaan yang berlebihan dapat membuat mata kamu bergantung padanya, dan dapat memperburuk kemerahan jika menggunakannya selama beberapa hari berturut-turut.

3. Air mata buatan

Bila kamu memiliki mata super kering yang terasa gatal dan berpasir, air mata buatan dapat meredakannya. Fokus utama air mata buatan adalah menjaga mata tetap lembap dan terlumasi. Tetes ini mengandung elektrolit dan pelumas. Gunakan sesuai kebutuhan untuk mengobati mata kering atau untuk meredakan iritasi lensa kontak atau alergi ringan.

Tips memilih obat tetes mata yang baik

Jangan asal pilih obat tetes mata, ikuti 3 tips mudah ini untuk memilih yang terbaik.

1. Kenali gejala

Jika menurutmu obat tetes mata adalah pengobatan yang tepat, langkah pertama adalah mengetahui gejala apa yang kamu derita.

2. Waspadai efek sampingnya

Kamu harus menyadari bahwa obat tetes mata terkadang memiliki efek samping. Potensi efek samping dari obat tetes mata meliputi penglihatan berkabut dan berair.

3. Pikirkan kebutuhan mata kamu

Jika kamu menderita kondisi mata lain atau memakai lensa kontak, kamu perlu mempertimbangkannya saat memilih obat tetes mata. Beberapa tetes mata dapat membantu mengatasi gejala dari kondisi mata lain seperti mata merah atau bengkak. Selain itu, ada obat tetes mata tertentu yang dibuat khusus agar lensa kontak aman.

Obat tetes mata untuk ibu hamil

Hormon yang sama yang menyebabkan peningkatan jerawat saat hamil juga dapat menyebabkan kelenjar meibom atau kelenjar lipid/minyak berubah selama kehamilan. Kelenjar meibom melapisi margin kelopak mata atas dan bawah.

Salah satu tugas kelenjar meibom adalah mengeluarkan minyak dalam air mata untuk mencegah penguapan lapisan air mata. Kamu mungkin memiliki banyak air mata, tetapi mereka menguap lebih cepat dari biasanya. Ini dapat membuat lapisan air mata yang tidak stabil dan mata kering.

Mata kering dapat berlanjut selama kehamilan dan bahkan dapat bertahan selama beberapa bulan setelah melahirkan. Ibu yang memilih untuk menyusui bayinya dapat terus mengalami beberapa gejala mata kering karena beberapa jenis perubahan hormonal yang sama yang terjadi selama kehamilan. Gejala dapat bertahan hingga beberapa bulan setelah laktasi berhenti.

Jika kamu hamil dan mengalami efek sindrom mata kering, kamu bisa menggunakan air mata buatan. Jika kamu ragu apa tetes mata akan berefek buruk, kamu bisa mengompres mata dengan air hangat. Kompres hangat pada mata dapat membuka dan merangsang kelenjar meibom. Kelenjar ini membawa aliran darah ke daerah tersebut dan mengembalikan mata menjadi normal.

Reference
Share