masker darah haid

Tren kecantikan memang selalu terus berkambang. Namun, apakah kamu pernah mendengar tentang masker darah haid, atau justru sudah pernah mencobanya?

Jika penasaran mengenai masker yang satu ini, dari mulai cara menggunakan hingga manfaat dan mitosnya, kamu bisa menyimak ulasan berikut ini. 

Apa itu masker darah haid?

Persis seperti namanya, masker darah menstruasi atau haid ini mengaplikasikan darah haid pada wajah untuk dijadikan sebagai masker.

Masker ini bermula lantaran viral di aplikasi TikTok dan mengklaim bahwa darah haid yang dioleskan ke kulit dapat mengatasi berbagai masalah kulit seperti jerawat dan membuat kulit tampak lebih bersih dan bercahaya. 

Period Talk: Darah haid higienis?

Di tengah maraknya tren masker darah haid, dr. Wisniaty Condro memberikan pendapat medisnya mengenai tren ini. Menurutnya, darah haid berpotensi memiliki unsur-unsur tak higienis yang bisa menyebabkan kontaminasi pada darah menstruasi dan akan semakin memperparah kondisi pada kulit wajah.

Ia menjabarkan, berdasarkan hasil studi (Yang et.al.), darah menstruasi tersusun atas 3 jenis cairan tubuh yakni darah, cairan vagina, dan sel yang berasal dari dinding endometrium rahim pada fase sekretori. Komponen lainnya berupa enzim proteolitik, sitokin, dan protein lain dari sel imun tubuh.

“Akan tetapi, darah haid tidak dianjurkan untuk digunakan pada wajah karena adanya risiko pertumbuhan bakteri (misalnya koloni bakteri Stafilokokus) selama menstruasi,” jelas dr. Wisni.

Manfaat masker darah haid

Manfaat masker madu

Penggunaan masker darah haid menjadi tren perawatan kulit di dunia maya. Orang-orang percaya bahwa darah haid dapat membuat kulit menjadi lebih sehat, mengatasi jerawat dan banyak lagi manfaat kulit lainnya. Namun, semua anggapan dari manfaat tersebut belum terbukti secara ilmiah. 

Bahkan, mengoleskan darah haid ke wajah dapat menimbulkan infeksi dan berbagai masalah pada kulit . Ini karena darah dengan mudah terkontaminasi mikroba seperti bakteri, dan jamur yang menyebar pada kulit. 

Bahkan, darah haid yang terkontaminasi dan menyebar ke kulit wajah juga berpotensi menyebabkan infeksi menular seksual.

Darah Haid Menggumpal, Apakah Berbahaya?

Mitos masker darah haid

mitos menstruasi

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, masker darah haid yang viral di Tiktok ini mengklaim dapat mengatasi jerawat hingga membuat kulit menjadi lebih cerah. 

Namun ini hanya mitos belaka. Pasalnya, tidak ada bukti ilmiah yang dapat membenarkan anggapan tersebut.

Selain itu, berbagai dokter kecantikan juga mengunggah anggapan manfaat ini. Bahkan, menurut Joshua Zeichner, M.D., yang merupakan direktur penelitian kosmetik dan klinis dalam dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai mengungkapkan bahwa ia sama sekali tidak menganjurkan siapapun untuk mengoleskan darah haid pada wajah.

Ia juga menambahkan bahwa darah yang diambil dengan cara yang tidak steril dan mungkin sudah terkontaminasi bakteri atau virus dapat menyebabkan infeksi.

Mitos selanjutnya adalah bahwa masker darah haid sama seperti facial vampir. Padahal keduanya adalah hal yang berbeda. Facial vampir bukanlah mengoleskan darah haid pada wajah. 

Cara yang satu ini tentu tidak sama dengan facial vampir yang dipopulerkan oleh berbagai selebriti dunia seperti Kim Kardashian. Facial vampir merupakan perawatan kulit yang terbuat dari plasma 

Jauh dari Fakta, Ketahui Deretan Mitos Menstruasi Ini

Cara ini jangan disamakan dengan facial vampir, yang dipopulerkan oleh selebriti seperti Kim Kardashian. Facial vampir – alias perawatan kulit yang terbuat dari platelet-rich plasma (PRP).

Ini adalah perawatan yang menggunakan produk yang berhubungan dengan darah untuk diterapkan pada kulit, dan sifatnya regeneratif.

Mungkin, bagi orang awam keduanya tampak mirip karena melibatkan bagian darah. Namun dalam metode facial vampir, darah yang digunakan adalah darah yang bersifat bermanfaat yang ditemukan pada plasma. 

Bahkan, PRP juga diekstraksi dari seluruh darah dan dipekatkan delapan hingga 10 kali sebelum digunakan. Selain itu, proses ini juga dilakukan dalam pengaturan klinis, tidak seperti masker darah haid yang viral di TikTok.

Cara pakai masker darah haid

Kalau kamu penasaran, cara pakai masker darah haid memang sangat mudah dan sederhana. Berikut cara menggunakan masker yang satu ini.

1. Gunakan menstrual cup ketika haid

Saat haid atau menstruasi, kamu tidak disarankan untuk menggunakan pembalut jika ingin menggunakan masker ini. Namun menggunakan menstrual cup. Gunanya adalah untuk memudahkan mendapatkan darah haid karena darah akan langsung tertampung pada menstrual cup tersebut.

2. Lepaskan menstrual cup

Jika menstrual cup sudah penuh atau perlu diganti, kamu bisa melepaskan menstrual cup tersebut dan pindahkan darah haid pada wadah lainnya.

3. Oleskan pada wajah

Jika sudah, kamu bisa oleskan pada wajah secara menyeluruh.

4. Diamkan selama beberapa menit

Jangan lupa, diamkan selama beberapa menit hingga darah cukup meresap pada kulit.

5. Bersihkan

Setelah selesai, kamu bisa langsung bersihkan wajah menggunakan pembersih muka hingga benar-benar bersih dan bau darah haid hilang. 

Namun, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Meskipun menggunakan masker darah ini mudah, tapi manfaatnya belum terbukti sama sekali justru dapat menyebabkan efek seperti infeksi. 

Alih-alih menggunakan masker ini, lebih baik menggunakan produk perawatan kulit yang sudah terdaftar BPOM atau kunjungi dokter kulit untuk mendapatkan perawatan terbaik.

Share artikel ini
Reference