pla asuh permisif

Setiap orang tua bisa menerapkan pola asuh yang berbeda pada anak-anak mereka. Ada yang bersikap tegas dan membuat aturan yang ketat, ada pula yang cenderung membebaskan anak-anak mereka. Selain itu, ada juga yang dikenal sebagai pola asuh permisif atau pola asuh yang cenderung memanjakan anak.

Orang tua yang permisif biasanya tidak menuntut terlalu banyak dari anak-anak mereka. Sehingga, jarang terjadi adanya disiplin. Apa dampak pola asuh permisif untuk anak? Untuk mengetahui dampak pola asuh permisif dan tips parenting yang baik, simak artikel ini sampai selesai, ya!

Apa itu pola asuh permisif?

Pengertian pola asuh permisif adalah jenis pola asuh yang disertai dengan tuntutan yang rendah dan daya tanggap yang tinggi.

Orang tua yang permisif cenderung sangat penyayang dan hanya sedikit memberikan aturan atau pedoman. Orang tua yang menerapkan pola asuh ini biasanya tidak mengharapkan anak-anaknya untuk memiliki perilaku yang dewasa dan lebih terlihat sebagai teman daripada figur orang tua.

Orang tua yang permisif biasanya jarang membuat atau memaksakan aturan terhadap anak-anaknya. Walaupun mereka umumnya hangat dan penuh kasih, namun mereka biasanya tidak berupaya untuk mendisiplin anak-anak mereka.

Ciri-ciri pola asuh permisif

Ciri pola asuh permisif

Orang tua yang permisif biasanya memiliki ciri-ciri berikut ini.

  • Sangat mencintai anak-anak mereka
  • Selalu menanyakan pendapat anak-anak ketika membuat keputusan besar
  • Lebih banyak memberikan kebebasan daripada tanggung jawab kepada anak-anak
  • Memberikan sedikit aturan atau standar yang cenderung tidak konsisten
  • Lebih terlihat seperti teman daripada orang tua
  • Jarang memaksakan segala jenis konsekuensi

Dampak pola asuh permisif untuk anak

Berdasarkan situs Very Well Mind, para peneliti menemukan bahwa pola asuh yang ditunjukkan oleh orang tua yang permisif cenderung menyebabkan beberapa dampak negatif. Beberapa dampak negatif pola asuh permisif untuk anak, yaitu:

1. Kurang disiplin

Anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang permisif cenderung kurang disiplin. Mereka mungkin akan lebih sulit diatur di sekolah dan mungkin kurang termotivasi secara akademis daripada teman-teman sebayanya.

2. Memiliki prestasi yang rendah

Karena orang tua memiliki sedikit atau bahkan tidak ada harapan sama sekali terhadap mereka, anak-anak tidak memiliki hal yang perlu diperjuangkan. Sebuah studi menghubungkan pola asuh yang permisif dengan prestasi akademik yang rendah.

3. Membuat keputusan yang buruk

Karena orang tua tidak menetapkan atau menegakkan aturan atau pedoman apa pun, anak-anak akan kesulitan dalam memecahkan masalah dan mengambil keputusan yang baik

4. Lebih rentan terhadap kenakalan

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang dibesarkan oleh orang tua yang permisif lebih mungkin terlibat dalam pelanggaran, penyalahgunaan alkohol, dan narkoba.

Dalam suatu penelitian, pola asuh permisif dikaitkan dengan penggunaan alkohol di bawah umum. Remaja yang diasuh oleh orang tua yang permisif memiliki kemungkinan tiga kali lebih besar untuk terlibat dalam penggunaan alkohol.

5. Sulit mengendalikan emosi

Karena anak-anak tidak belajar cara menangani emosi mereka dengan efektif, terutama saat mereka tidak mendapatkan apa yang mereka inginkan, anak-anak tersebut mungkin akan berjuang saat menghadapi situasi yang membuat mereka stres.

6. Sulit mengatur waktu

Karena kurangnya aturan di rumah, anak-anak tidak pernah belajar tentang batasan. Hal ini dapat menyebabkan mereka terlalu banyak menonton televisi, terlalu banyak bermain game, atau makan terlalu banyak.

7. Memiliki keterampilan sosial yang buruk

Karena pola asuh permisif, anak-anak mungkin kurang memiliki keterampilan sosial. Meskipun mereka mungkin memiliki kemampuan dalam komunikasi interpersonal, namun mereka biasanya tidak memiliki keterampilan penting lainnya, seperti berbagi.

Selain dampak negatif, sebenarnya pola asuh permisif juga bisa memberikan dampak positif yang meliputi:

8. Percaya diri

Dampak dari pola asuh permistif memang tak selamanya buruk. Ketika anak didorong untuk mengekspresikan dirinya secara bebas, mereka akan lebih percaya diri dan mau mencoba hal baru, apapun konsekuensinya. 

9. Berani untuk eksplorasi

Pola asuh permisif juga memungkinkan anak-anak memiliki lebih banyak kebebasan, sehingga menginspirasi mereka untuk melakukan hal baru dengan percaya diri.

10. Lebih kreatif

Ketika batasan yang dibuat lebih sedikit, anak-anak bisa bereksperimen dengan segala macam hobi. Anak-anak yang tumbuh di lingkungan yang tidak terlalu kaku akan lebih mudah memanfaatkan kreativitas mereka.

Baca juga: Apa Saja 4 Tahapan Kognitif Anak

Tips parenting yang baik

Tips parenting

Ada beberapa tips parenting yang baik yang bisa kamu terapkan, yaitu:

  1. Buat aturan dasar di rumah. Agar anak-anak tahu bagaimana seharusnya mereka bersikap dan berperilaku, kamu perlu membuat beberapa aturan di rumah.
  2. Cobalah untuk tegas dan konsisten, namun tetap penuh kasih. Bantu anak mengapa adanya aturan itu penting dengan memberikan penjelasan yang memadai.
  3. Pastikan anak-anak memahami konsekuensi dari melanggar aturan.
  4. Menghargai hal baik yang anak lakukan. Kamu bisa menunjukkan penghargaan atas hal baik yang telah anak-anak lakukan. Misalnya, dengan memberikan pujian yang tulus
  5. Ajarkan sikap bersyukur. Misalnya, kamu bisa membantu anak-anak membuat daftar lima hal yang patut disyukuri. 
  6. Mendukung anak untuk mencoba pengalaman baru. Contohnya, kamu bisa mencari hal-hal yang dapat mereka coba untuk membangun kepercayaan dirinya.
  7. Ketika anak mengalami kegagalan, tunjukkan empati, dan bantu untuk mencari solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalahnya.
  8. Jangan bereaksi berlebihan ketika anak mengalami mood yang buruk. 
  9. Bantu anak-anak memiliki sikap optimis. Ajarkan anak-anak untuk tidak mengeluh ketika merasa kecewa.

Pola asuh permisif bisa menyebabkan sejumlah dampak negatif untuk anak. Jadi, bantu anak-anak memahami aturan yang kamu buat di rumah. Dengan memberikan dukungan yang tepat terhadap anak, kamu bisa memastikan mereka tumbuh dengan baik.

Share artikel ini
Reference