cara menurunkan protein urin positif ibu hamil

Protein urin adalah kondisi ketika protein hadir dalam urin ibu hamil. Normalnya, urine ibu hamil tidak mengandung protein.

Artinya, kehadiran protein dalam urin bisa pertanda adanya masalah kesehatan. Kabar baiknya, ada beragam cara menurunkan protein pada ibu hamil yang bisa berhasil bila mengetahui apa penyebab dan faktor risikonya. Ini selengkapnya!

Cara menurunkan protein urin pada ibu hamil

cara menurunkan protein urin

Jumlah kadar protein dalam urin mungkin tidak menjadi masalah dan masih bisa dipantau oleh penyedia layanan kesehatan.

Sementara itu, kadar protein dalam urin yang lebih tinggi saat hamil mungkin memerlukan pengobatan yang tergantung pada penyebabnya. Itu sebabnya, ada beberapa cara menurunkan protein pada ibu hamil yang bisa dicoba. 

1. Mengendalikan tekanan darah

Salah satu rekomendasi dari dokter sebagai pengobatan protein dalam urin saat hamil adalah mengendalikan tekanan darah. Ini karena tekanan darah tinggi bisa merusak pembuluh darah di ginjal. 

Dengan mengendalikan tekanan darah selama kehamilan, risiko kerusakan ginjal bisa dikurangi. Hal ini dapat mengurangi risiko terjadinya protein urin. Selain itu, mengendalikan tekanan darah penting untuk mencegah komplikasi serius, misalnya preeklampsia. 

2. Memperbaiki pola makan

Memperbaiki pola makan ternyata juga penting sebagai cara menurunkan protein urin pada ibu hamil. Kamu bisa mulai mengonsumsi makanan sehat dan seimbang yang kaya akan nutrisi dan rendah garam, seperti: 

  • Protein sehat, misalnya ikan, daging tanpa lemak, tahu, tempe, dan kacang-kacangan
  • Buah dan sayuran, seperti jeruk, apel, melon, dan bayam atau brokoli
  • Karbohidrat kompleks, contohnya roti gandum, beras merah, dan oatmeal.
  • Lemak sehat, antara lain alpukat, minyak zaitun, dan kacang-kacangan
  • Susu rendah lemak, misalnya yoghurt atau keju rendah lemak

Pembengkakan Ginjal: Penyebab, Ciri-ciri dan Pengobatan

3. Mendapatkan istirahat yang cukup

Istirahat yang cukup penting bagi ibu hamil karena dapat menurunkan kadar protein dalam urin. Dengan istirahat yang cukup, tubuh dapat memperbaiki aliran darah ke ginjal, mengurangi stres fisik dan emosional, serta mengurangi tekanan pada tubuh. 

Pola tidur yang teratur dan nyaman juga dianjurkan, serta berkonsultasi dengan dokter untuk panduan tidur yang tepat. Dengan menjaga istirahat yang cukup, ibu hamil dapat membantu mengendalikan kadar protein dalam urin dan menjaga kesehatan ginjal mereka.

4. Minum cukup air

Cara menurunkan protein urin lainnya pada ibu hamil adalah minum cukup air. Memastikan tubuh tetap terhidrasi dengan baik sangat penting untuk mengurangi risiko dehidrasi dan menurunkan konsentrasi protein dalam urin.

5. Menghindari faktor risiko

Menghindari faktor risiko seperti merokok dan konsumsi alkohol dapat membantu menjaga kesehatan ginjal dan mencegah peningkatan protein urin. 

Penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat dan sesuai dengan kondisi kesehatan. Dokter akan melakukan diagnosis yang akurat dan meresepkan perawatan yang sesuai berdasarkan penyebab dan tingkat keparahan protein urin pada ibu hamil.

Sering Buang Air Kecil tapi Tidak Sakit? Bisa Jadi Karena Hal Ini!

Penyebab protein urin positif pada ibu hamil

penyebab protein urin pada ibu hamil

Keberadaan protein di dalam urin selam kehamilan tentu terjadi tidak tanpa alasan. Namun, penyebab protein urin positif pada ibu hamil ternyata tergantung apakah kamu berada di awal kehamilan atau trimester akhir. 

Contohnya, protein urin pada awal kehamilan bisa jadi akibat dari masalah kesehatan tertentu. Misalnya, diabetes, lupus, atau penyakit ginjal. Di sisi lain, protein dalam urin pada akhir kehamilan bisa menjadi gejala preeklampsia dan harus segera diobati oleh dokter. 

Itu sebabnya, penting untuk mengetahui lebih lanjut penyebab protein urin positif pada ibu hamil. Dengan begitu, dokter bisa mengetahui dan memberi saran bagaimana cara menurunkan protein urin pada ibu hamil. 

1. Preeklampsia

Salah satu penyebab adanya protein pada urin ibu hamil adalah preeklampsia. Pasalnya, kondisi ini mengganggu fungsi normal plasenta, yang memicu kerusakan pada pembuluh darah rahim. 

Akibatnya, darah yang yang mengalir melalui plasenta tidak dapat menyediakan nutrisi dan oksigen yang cukup bagi janin.

Untuk melawan kondisi tersebut, tubuh ibu menghasilkan protein tambahan yang akhirnya bocor ke dalam urine. Itu sebabnya, adanya protein urin jadi salah satu indikator penting dalam diagnosis preeklampsia selama kehamilan. 

2. Infeksi saluran kemih (ISK)

Jika mengalami infeksi saluran kemih (ISK) saat hamil, ada kemungkinan urin mengandung protein. Ini karena infeksi tersebut bisa memicu peradangan pada saluran kemih. Jika saluran kemih terinfeksi, bakteri masuk ke dalam sistem urin dan merusak jaringan. 

Peradangan ini dapat memengaruhi fungsi normal ginjal, organ yang bertanggung jawab menyaring limbah dan mengatur kadar protein dalam urin.

Ini bisa menyebabkan protein bocor ke dalam urin. Maka dari itu, salah satu cara menurunkan protein urin pada ibu hamil adalah mengobati infeksi saluran kemih guna mencegah komplikasi lebih lanjut.  

3. Gangguan ginjal

Beberapa gangguan ginjal, seperti glomerulonefriti, bisa jadi penyebab protein urin positif pada ibu hamil. Bagaimana tidak, ginjal berfungsi menyaring limbah dan mempertahankan cairan serta zat-zat penting dalam tubuh. 

Jika ginjal tidak bekerja dengan baik, proses penyaringan tentu akan terganggu. Hal tersebut bisa menyebabkan protein yang seharusnya disaring kembali ke dalam darah menjadi bocor ke urin.

Akibat Menahan Kencing: Bisa sampai Infeksi, lho!

4. Dehidrasi

Dehidrasi juga bisa menyebabkan protein urin pada ibu hamil, lho. Pasalnya, tubuh yang kekurangan cairan bisa membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menjaga keseimbangan cairan. Hal ini dilakukan dengan cara mengkonsentrasikan urin. 

Namun, dalam kondisi dehidrasi yang parah, ginjal bisa mengalami stres dan kerusakan. Akibatnya, ini bisa memicu peningkatan permeabilitas membran ginjal sehingga protein dapat bocor ke dalam urin. 

Terlebih lagi, dehidrasi bisa meningkatkan konsentrasi protein dalam darah, yang kemudian akan disaring oleh ginjal dan menghasilkan protein urin. 


Penulis: Nabila Azmi

Share artikel ini
Reference