hamil anggur
Kehamilan

Hamil Anggur, Kok Bisa?

dr. Wisniaty Condro | November 3, 2021
Share

Kehamilan dimulai dengan proses yang kompleks dari tingkat replikasi genetik hingga terbentuknya janin. Kadang-kadang dalam prosesnya, tahapan tersebut dapat mengalami gangguan. Salah satunya adalah hamil anggur.

Hamil anggur terjadi sekitar 1 dari setiap 1.000 kehamilan, dan dapat terjadi pada berbagai macam ras, usia, dan latar belakang. Pada kehamilan ini, ditemukan ari-ari (plasenta) yang tidak berkembang secara normal, dan justru menjadi jaringan dengan kantong-kantong yang berisi cairan (kista).

Jadi, apa itu sebenarnya hamil anggur?

Hamil anggur

Hamil anggur atau mola hidatidosa adalah kondisi kehamilan yang ditandai dengan pertumbuhan abnormal dari trofoblas, cikal bakal sel yang berkembang menjadi plasenta. Kelainan ini terjadi pada tingkat genetik.

Pada kehamilan mola, plasenta yang seharusnya terbentuk untuk memberikan nutrisi ibu ke janin justru membentuk jaringan tumor abnormal. Hamil anggur termasuk dalam kelompok penyakit trofoblastik kehamilan atau GTD (Gestational Trophoblastic Disease) yang jinak.

Hamil anggur dibagi menjadi dua jenis yaitu hamil anggur parsial dan hamil anggur komplit.

1. Hamil anggur parsial

Hamil anggur parsial disebabkan oleh adanya dua set kromosom dari ayah. Situasi ini mengakibatkan dua sperma membuahi sel telur, menghasilkan salinan tambahan.

2. Hamil anggur komplit

Hamil anggur komplit biasanya disebabkan oleh adanya sel telur kosong yang dibuahi oleh satu atau dua sperma. Situasi ini mengakibatkan kromosom sel telur ibu hilang atau tidak aktif, dan kromosom ayah diduplikasi.

Penyebab hamil anggur

Hamil anggur disebabkan oleh kelainan pada proses pembuahan yaitu pada tingkat replikasi genetik. Sel manusia mengandung 22 pasang kromosom otosom dan 1 pasang kromosom kelamin (XX atau XY) yang berasal dari ibu dan ayah.

Pada kehamilan mola, terdapat ketidakseimbangan kromosom dimana ada satu set kromosom ekstra dari ayah. Disamping itu, terdapat faktor lain yang dapat memicu terjadinya hamil anggur seperti:

  1. Usia sang ibu
    Usia ibu saat hamil yang kurang dari 20 tahun atau lebih dari 35 tahun berisiko untuk mengalami hamil anggur.
  2. Memiliki riwayat hamil anggur
    Sekitar 1 dari 100 wanita mengalami riwayat kehamilan mola yang berulang.
  3. Pernah mengalami keguguran
  4. Mengalami kesulitan untuk hamil
  5. Masalah ketidaksuburan

Tanda dan gejala hamil anggur

Tanda dan gejala hamil anggur pada awalnya mirip dengan kehamilan biasa, namun ada beberapa gejala lain yang dapat kamu alami seperti berikut:

  1. Mengalami pendarahan abnormal dari jalan lahir berwarna merah terang atau kecoklatan di trimester pertama kehamilan
  2. Sebanyak 25% wanita memiliki ukuran rahim yang lebih besar dari usia kehamilan
  3. Sebanyak 10% mendapati keluarnya gumpalan berbentuk seperti seperti anggur dari vagina
  4. Mual dan muntah yang parah selama hamil
  5. Sebanyak 20% mengalami nyeri tekan di panggul
  6. Tekanan darah tinggi dan preeklamsia (tekanan darah tinggi disertai protein dalam urin setelah 20 minggu kehamilan)
  7. Sebanyak 5% wanita mengalami hipertiroidisme
  8. Tidak dijumpai denyut jantung pada janin
  9. Pembesaran kista ovarium
  10. Mengalami anemia

Pemeriksaan kehamilan setiap trimester kehamilan sangat penting untuk mendeteksi adanya kelainan pada kandungan. Jika kamu mengalami gejala tersebut di atas, hubungi layanan kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan lanjut.

Diagnosis hamil anggur

Diagnosis hamil anggur dapat diketahui dari temuan gejala klinis dan pemeriksaan ultrasonografi (USG) ataupun tes darah.

1. Ultrasonografi (USG)

Pemeriksaan USG dapat mendeteksi kehamilan mola pada usia kehamilan 8-14 minggu.

2. Tes darah

Tes darah dilakukan untuk menghitung kadar hormon hCG (human chorionic gonadotropin). Ibu yang mengalami kehamilan mola memiliki hormon kehamilan hCG yang jauh lebih tinggi dari seharusnya.

Penanganan hamil anggur

Kondisi kehamilan mola tidak dapat dipertahankan karena janin dan plasenta tidak terbentuk dengan sempurna. Penanganan kondisi kehamilan mola oleh profesional kesehatan disesuaikan dengan kondisi pasien untuk mencegah timbulnya komplikasi lanjut.

Beberapa prosedur medis dalam penanganan mola adalah:

1. Dilatasi dan kuretase

Prosedur ini dilakukan oleh tenaga profesional medis dengan melebarkan leher rahim (serviks) dan mengambil jaringan mola dengan menggunakan alat vakum medis.

2. Histerektomi

Histerektomi adalah prosedur operasi pengangkatan rahim. Prosedur ini mungkin dapat dianjurkan pada pasien yang tidak ingin merencanakan kehamilan secara permanen atau berusia diatas 40 tahun dan berisiko mengalami kehamilan trofoblastik.

Komplikasi dan prognosis dari hamil anggur

Kadang-kadang, meskipun terapi dilatasi dan kuretase sudah dilakukan, terdapat kondisi dimana kehamilan mola menetap dan berkembang atau bahkan tumbuh menembus lapisan dinding rahim.

Kondisi ini disebut dengan neoplasia gestasional persisten atau persistent GTN (Gestational trophoblastic neoplasia).  Neoplasia gestasional persisten hampir selalu berhasil diterapi dengan menggunakan kemoterapi. Pilihan terapi lainnya adalah pengangkatan rahim (histerektomi).

Kamu akan membutuhkan waktu untuk pulih baik secara fisik maupun emosional setelah mengalami kehamilan mola. Jangan ragu untuk meminta dukungan dan pendampingan dari orang terdekat.

Setelah pulih, kamu dapat merencanakan kehamilan kembali. Meskipun demikian, kamu tetap perlu berkonsultasi dengan dokter mengenai kapan waktu yang tepat untuk merencanakan kehamilan ya.

Reference
Share