sering buang air kecil tapi tidak sakit
Kesehatan Umum

Sering Buang Air Kecil tapi Tidak Sakit? Bisa Jadi Karena Hal Ini!

dr. Wisniaty Condro | Februari 2, 2022
Share

Buang air kecil adalah salah satu reaksi atau sistem normal bagi tubuh. Sayangnya, terlalu sering buang air kecil bisa mengganggu seluruh aktivitas kamu termasuk waktu istirahat. Belum lagi, sering buang air kecil tapi tidak sakit dapat dikaitkan dengan adanya penyakit.

Pada kebanyakan kasus, salah satu penyebab sering buang air kecil tapi tidak sakit adalah kelebihan asupan cairan dalam tubuh. Lantas, apakah sering buang air kecil tanpa rasa sakit berbahaya dan bagaimana cara mengatasinya? Baca ulasan lengkapnya di bawah ini.

Kondisi sering buang air kecil

Kondisi sering buang air kecil adalah situasi dimana tubuh menghasilkan atau mengeluarkan lebih banyak urin dari biasanya hingga berlebihan. Normalnya, seorang individu dewasa menghasilkan urin sekitar 2,5 liter per harinya. Seseorang dikatakan mengalami sering buang air kecil yang berlebihan jika menghasilkan urin sebanyak 3 hingga 15 liter urin setiap hari.

Disebut sebagai poliuria, penderita umumnya juga merasa haus, dehidrasi, serta sering terbangun di malam hari. Terlepas dari jumlah cairan yang berlebihan dalam tubuh, poliuria bisa mengindikasikan masalah medis yang serius seperti diabetes.

Jadi, apa saja penyebab seseorang mengalami poliuria tanpa rasa sakit?

Penyebab sering buang air kecil tapi tidak sakit

Poliuria tanpa rasa sakit dapat terjadi karena jumlah cairan atau air yang terlalu banyak dalam tubuh. Tapi, tidak jarang penyebab sering buang air kecil tapi tidak sakit adalah masalah kesehatan seperti diabetes. Berikut adalah berbagai penyebab poliuria:

Minum cairan secara berlebihan

Sering buang air kecil tapi tidak sakit dapat terjadi karena minum cairan secara berlebihan untuk memenuhi asupan cairan tubuh. Disebut sebagai polidipsia, penyakit ini bisa disebabkan karena tubuh mengalami dehidrasi akibat aktivitas fisik seperti olahraga, mengonsumsi makanan pedas, konsumsi garam berlebih, atau konsumsi obat diuretik. Selain itu, kondisi ini juga dianggap sebagai gejala awal dari diabetes mellitus.

Diabetes mellitus

Diabetes mellitus merupakan kondisi dimana tubuh tidak mampu mengontrol kadar gula dalam darah karena produksi insulin yang tidak cukup ataupun karena resistensi tubuh terhadap efek insulin.

Akibatnya, terjadi osmolaritas yang tinggi pada aliran darah karena peningkatan kadar gula sehingga ginjal perlu bekerja lebih keras untuk membuang gula yang berlebih dengan memproduksi lebih banyak urin.

Diabetes insipidus

Terjadi karena masalah ginjal hingga otak akibat operasi, tumor, infeksi, hingga cedera kepala, diabetes insipidus menyebabkan seseorang sulit mengontrol cairan dalam tubuh. Tidak jarang penderita yang mengalami poliuria merasa sangat haus.

Kandung kemih terlalu aktif

Karena kontraksi kandung kemih yang tidak terkontrol, tubuh mengalami kesulitan untuk mengendalikan keinginan buang air kecil. Akibatnya, tidak jarang seseorang pergi ke kamar kecil secara tiba-tiba untuk buang air kecil.

Pembesaran prostat

Penyebab sering buang air kecil tanpa rasa sakit berikutnya adalah pembesaran prostat. Sering terjadi pada pria di atas usia 50 tahun, prostat jinak atau kanker prostat menyebabkan penderita sering buang air kecil dibarengi sensasi ingin terus menerus buang air kecil.

Infeksi kelenjar prostat

Bukan hanya pembesaran prostat, infeksi bakteri pada kelenjar prostat akan menyebabkan seseorang sering buang air kecil. Penderita juga mungkin akan mengalami demam dan sensasi atau rasa panas ketika buang air kecil.

Infeksi saluran kemih

Tidak hanya di kandung kemih dan uretra, infeksi saluran kemih dapat terjadi di berbagai bagian pada saluran kemih. Terjadi karena bakteri yang menginfeksi sistem kemih, penderita infeksi saluran kemih akan mengalami buang air kecil yang berlebih dan tanpa rasa sakit.

Sindrom cushing

Sering buang air kecil tapi tidak sakit bisa terjadi karena sindrom cushing. Saat tubuh memiliki banyak kortisol maka terjadi perubahan pada hormon antidiuretik yang terlibat dalam produksi urin. Penderita mungkin saja mengalami poliuria karena mengidap sindrom cushing.

Masalah ginjal

Tidak mampu memproses urin seperti seharusnya, penyakit atau gagal ginjal bisa menyebabkan poliuria. Belum lagi, infeksi ginjal juga dapat menyebabkan warna urine menjadi keruh dan berbau.

Penyakit organ hati

Bukan hanya masalah ginjal, sering buang air kecil tapi tidak sakit bisa disebabkan oleh penyakit organ hati. Memengaruhi ginjal yang berdampak pada sistem kemih, organ hati yang bermasalah tidak dapat memproses limbah dan mengurangi aliran darah ke ginjal. Ketika ini terjadi, ginjal tidak dapat bekerja dengan semestinya.

Hiperkalsemia

Sama halnya seperti sindrom cushing yang memengaruhi hormon antidiuretik, hiperkalsemia atau terlalu banyak kalsium dalam darah akan memengaruhi hormon antidiuretik. Sering kali, hiperkalsemia juga menyebabkan perubahan respon ginjal dan cara ginjal memproses urin.

Kafein dan alkohol

Memiliki efek diuretik, memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman berkafein dan beralkohol menyebabkan perubahan pola buang air kecil. Kafein menyebabkan tubuh mengeluarkan lebih banyak urin sedangkan alkohol mencegah tubuh melepaskan hormon antidiuretik.

Konsumsi obat-obatan

Penyebab sering buang air kecil tanpa rasa sakit ternyata tidak hanya disebabkan oleh penyakit. Pada kebanyakan kasus, efek samping obat-obatan memengaruhi produksi urin menjadi berlebihan.
Beberapa obat yang mungkin memengaruhi pola buang air kecil kamu seperti:

  • Obat penghambat kanal kalsium atau calcium channel blocker yang melebarkan pembuluh darah dan memproduksi lebih banyak urin
  • Obat diuretik yang dirancang untuk membantu mengeluarkan air dan garam dalam tubuh
  • Obat litium untuk gangguan bipolar yang dapat memengaruhi ginjal
  • Selective serotonin reuptake inhibitors (SSRI) untuk mengobati depresi yang dapat mencegah tubuh memproduksi hormon antidiuretik
  • Tetrasiklin atau antibiotik yang dapat memengaruhi produksi hormon antidiuretik

Kehamilan

Penyebab sering buang air kecil yang terakhir adalah kehamilan. Ibu hamil rentan mengalami diabetes insipidus gestasional. Untungnya, masalah pola buang air kecil ini akan hilang dengan sendirinya setelah kamu melewati proses persalinan ya.

Selain beberapa penyebab di atas, sering buang air kecil tanpa rasa sakit bisa disebabkan oleh adanya tumor atau massa di daerah panggul, peradangan pada dinding kandung kemih (sistitis interstisial) atau pada lapisan dalam usus besar (divertikulitis), kanker atau disfungsi kandung kemih, inkontinensia urin, serta sistokel.

Apakah sering buang air kecil berbahaya?

Sering buang air kecil tanpa rasa sakit sebenarnya bukanlah hal yang berbahaya. Tapi, jika kamu terus menerus buang air kecil dibarengi rasa sakit atau sensasi terbakar selama atau setelah buang air kecil maka sebaiknya kamu mengunjungi dokter.

Pada kondisi tertentu, ada baiknya jika kamu memperhatikan beberapa hal seperti:

  • Setelah selesai buang air kecil masih terdapat tetesan urin atau urin terus mengalir keluar
  • Urin membasahi celana atau keluar tanpa disadari
  • Muncul rasa nyeri di perut bagian bawah
  • Sulit mengontrol aliran urin atau inkontinensia urin
  • Urin keluar ketika tertawa atau batuk
  • Muncul darah dalam urin

Di samping beberapa tanda bahaya di atas, jika kamu terus menerus ingin buang air kecil tapi tidak ada sedikitpun urin yang keluar cobalah untuk menghubungi dokter. Beberapa hal di atas dapat menandakan adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Sering buang air kecil tanda apa?

Sering buang air kecil tidak hanya menandakan masalah ginjal melainkan juga penyakit hati. Dalam beberapa kasus, sering buang air kecil juga menandakan adanya kanker kandung kemih.

Daripada kamu khawatir dengan berbagai kemungkinan penyakit yang ada, tidak ada salahnya jika kamu memastikannya dengan melakukan pemeriksaan dengan dokter. Selama kamu menjalankan pemeriksaan yang dibarengi dengan pengobatan, kamu bisa melakukan beberapa cara di bawah ini untuk membantu mengatasi poliuria.

Cara mengobati sering buang air kecil terus menerus

Untuk menentukan cara mengatasi buang air kecil terus menerus biasanya disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Artinya, jika kamu mengalami masalah buang air kecil karena diabetes maka salah satu cara mengobatinya adalah dengan melakukan perubahan perawatan, termasuk perubahan pola hidup.

Disesuaikan dengan faktor penyebabnya, di bawah ini adalah berbagai cara mengobati sering buang air kecil terus menerus yang bisa kamu lakukan:

  • Berkonsultasi dengan dokter mengenai jenis obat yang dapat menyebabkan sering buang air kecil
  • Mencukupi jumlah cairan yang diminum
  • Mengurangi atau bahkan berhenti minum minuman beralkohol dan berkafein
  • Membatasi asupan makanan yang tidak sehat untuk mengontrol kadar gula dalam darah
  • Menjalankan terapi atau pelatihan kandung kemih
  • Mengubah pola diet
  • Menghindari makanan pedas
  • Menghindari makanan dengan pemanis buatan maupun cokelat
  • Melakukan senam atau latihan kegel

Selain beberapa cara tersebut, seseorang mungkin akan melakukan pembedahan. Tapi, kamu tidak bisa sembarangan meminta dokter untuk melakukan pembedahan ya. Upaya pembedahan adalah pilihan terakhir yang biasanya dilakukan jika segala upaya seperti pemantauan asupan cairan dan makanan dinilai tidak membantu.

Reference
Share