Cara menghilangkan trauma masa lalu

Jika seseorang mengalami peristiwa buruk yang membuatnya merasa tidak aman, hal ini bisa menyebabkan trauma. Ketika mengalami trauma, seseorang akan berupaya melawan rasa cemas, emosi, dan ingatan di masa lalu. Akibatnya, hal ini dapat mengganggu kegiatan sehari-hari.

Ada beberapa cara menghilangkan trauma masa lalu. Salah satunya dengan meminta dukungan dari orang lain. Yuk simak artikel ini untuk tahu beberapa cara lainnya.

Apa yang dimaksud dengan trauma?

Trauma adalah kondisi yang membuat seseorang merasa tidak aman dan tidak berdaya akibat peristiwa yang terjadi di masa lalu. Trauma membuat seseorang harus berjuang mengatasi emosi, ingatan, dan rasa cemas yang mengganggu.

Kondisi ini dapat membuat seseorang sulit untuk mempercayai orang lain. Orang yang mengalami stres pasca trauma bisa menjadi hipersensitif. Mereka akan merasa takut dan cemas seperti mengalami mimpi buruk saat tidur.

Situasi apapun yang membuat kamu merasa kewalahan dan terisolasi bisa menyebabkan trauma, meskipun peristiwa itu tidak menyebabkan cedera fisik. Semakin kamu merasa takut dan tidak berdaya saat mengalami peristiwa itu, semakin besar kemungkinannya kamu mengalami trauma.

Trauma juga bisa terjadi karena stres yang berkelanjutan karena berjuang melawan penyakit dan mengalami peristiwa traumatis. Penyebab lainnya adalah pembedahan, kematian orang yang disayangi, putusnya suatu hubungan, dan pengalaman yang memalukan atau mengecewakan.

Kejadian di masa lalu yang menyebabkan trauma

Beberapa kejadian di masa lalu yang dapat menyebabkan trauma adalah:

  • Kecelakaan
  • Kekerasan dalam rumah tangga
  • Merasa terabaikan saat masa kanak-kanak
  • Intimidasi
  • Pelecehan
  • Mengalami penyakit yang serius
  • Perpisahan orang tua
  • Mengalami penelantaran

Bagaimana trauma masa lalu dapat mempengaruhi kesehatan mental?

Lingkungan yang tidak aman, mengalami penyakit yang serius, perpisahan orang tua, pelecehan, kekerasan dalam rumah tangga, dan mengalami penelantaran bisa menimbulkan trauma bagi siapa saja. Hal ini dapat mempengaruhi kesehatan mental.

Masalah mental dapat timbul ketika peristiwa yang traumatis pada masa kecil tidak ditangani dengan efektif, baik melalui pemulihan atau melalui bantuan profesional. Mengalami trauma di masa kanak-kanak dapat mengakibatkan efek yang parah dan lama.

Saat trauma masa kanak-kanak tidak dapat ditangani, rasa takut dan tidak berdaya akan terbawa hingga dewasa nanti.

Cara menghilangkan trauma masa lalu

Gejala trauma bisa berlangsung beberapa hari bahkan beberapa bulan. Saat ini sudah ada beberapa cara sederhana namun efektif untuk menghilangkan trauma masa lalu. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengatasi trauma masa lalu.

1. Melakukan olahraga

Selain melepaskan hormon endorphin, olahraga dapat membantu memperbaiki sistem saraf. Cobalah berolahraga secara teratur selama 30 menit atau lebih per-hari.

2. Jangan mengisolasikan diri

Karena mengalami trauma, kamu mungkin ingin menarik diri dari orang lain. Tetapi, justru isolasi hanya memperburuk keadaan. Berinteraksi dengan orang lain bisa membantu penyembuhan. Jadi, berusahalah untuk mempertahankan hubungan dengan orang lain.

3. Meminta dukungan

Penting untuk memiliki seseorang untuk mencurahkan perasaan kamu. Kamu memerlukan seseorang yang bisa mendengarkan dengan penuh perhatian tanpa menghakimi. Hubungi keluarga atau teman yang bisa dipercaya untuk meminta dukungan.

4. Istirahat yang cukup

Kurang tidur dapat memperburuk gejala trauma dan mempersulit kamu menjaga keseimbangan emosional. Tidur dan bangunlah pada waktu yang sama setiap hari. Tidurlah 7 hingga 9 jam setiap malam.

5. Menghindari alkohol dan obat-obatan

Cara menghilangkan trauma masa lalu selanjutnya adalah menghindari akholok dan obat-obatan. Pemakaian alkohol dan obat-obatan dapat memperburuk gejala trauma dan meningkatkan depresi dan rasa cemas.

6. Makan makanan yang seimbang

Makan makanan yang seimbang dapat membantu kamu menjaga energi dan meminimalkan perubahan suasana hati. Hindari makanan yang manis dan gorengan. Perbanyak mengonsumsi lemak omega-3 seperti salmon, kedelai, biji rami, kenari, dan salmon untuk meningkatkan mood.

7. Mengurangi stres

Untuk mengurangi stres, kamu bisa melakukan yoga atau Latihan pernapasan. Kamu juga bisa melakukan hobi yang kamu senangi.

8. Cari bantuan dokter dan terapis

Segera cari bantuan ketika gejala yang kamu alami tidak kunjung mereda. Beritahu terapis ketika kamu mengalami kesulitan di rumah atau tempat kerja, mengalami rasa takut, cemas, atau depresi, dan mengalami mimpi buruk.

Tips menjaga kesehatan mental dari trauma masa lalu

Sama seperti kesehatan fisik, kesehatan mental juga perlu diperhatikan. Apabila ada masalah kesehatan mental, hal ini juga akan mengganggu kondisi fisik. Orang dengan kesehatan mental yang terjaga dapat beraktivitas dengan baik dan dapat berpikir secara jernih.

Agar dapat melakukan aktivitas dengan baik, penting untuk selalu menjaga kesehatan mental. Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa kamu ikuti untuk menjaga kesehatan mental dari trauma masa lalu.

  • Berupaya untuk selalu memandang segi positif dari setiap masalah yang kamu hadapi.
  • Hargai dan sayangi diri sendiri (self love). Salah satunya dengan tidak melakukan perbandingan antara diri sendiri dan orang lain.
  • Perlakukan diri sendiri sama seperti kamu memperlakukan orang-orang yang kamu sayangi.
  • Bersyukur atas semua hal yang telah kamu miliki.
  • Kelola stres dengan baik. Kamu bisa melakukannya dengan menulis jurnal harian, berjalan-jalan, atau mengobrol.
  • Pertahankan hubungan yang baik dengan orang lain.
  • Ikuti pola hidup yang sehat, seperti makan makanan yang sehat dan seimbang, melakukan olahraga secara teratur, dan tidur yang cukup.
  • Asah potensi dan bakat yang kamu punya. Coba hal-hal baru yang belum pernah kamu lakukan sebelumnya.
  • Lakukan semua hal yang bisa membuat kamu merasa bahagia.
  • Jangan bersikap terlalu perfeksionis.
  • Penting untuk terus menjaga kesehatan mental. Jika kesehatan mental terjaga, fisik, emosi, dan kehidupan sosial akan berada dalam kondisi yang baik.

Apapun penyebab trauma, apakah itu terjadi bertahun-tahun yang lalu atau baru beberapa hari yang lalu, kamu dapat berupaya untuk sembuh dan melanjutkan hidup.

 

Share artikel ini
Reference