buang air besar keluar darah

Setiap orang memiliki waktu yang berbeda untuk buang air besar. Misalnya, ada orang yang buang air besar setiap pagi secara teratur, namun ada pula yang tidak. Waktu yang berbeda ini sebenarnya tidak menjadi masalah. Masalah yang sebenarnya adalah ketika kamu mengalami buang air besar yang disertai darah.

Buang air besar keluar darah seperti haid pasti bisa membuat kamu khawatir. Apalagi, jika hal ini sudah sering kamu alami. Kadang kala keluarnya darah saat buang air besar bisa menjadi indikasi adanya penyakit. Lantas, apakah buang air besar keluar darah seperti haid berbahaya? Mari cari tahu faktanya melalui bacaan di bawah ini.

Kondisi buang air besar keluar darah seperti haid

Buang air besar keluar darah merupakan kondisi saat ada darah di dalam feses. Darah ini bisa terlihat pada feses atau saat pengidapnya membersihkan dubur. Kondisi seperti ini bisa menjadi indikasi terjadinya perdarahan pada saluran pencernaan, yang mencakup radang usus atau wasir.

Sebenarnya buang air besar keluar darah tidak selalu mengindikasikan gangguan kesehatan yang parah. Meskipun begitu, kondisi ini membutuhkan penanganan. Jika tidak segera ditangani bisa mengakibatkan kondisi yang fatal. Oleh karena itu, kamu perlu mengunjungi dokter ketika terdapat darah dalam feses.

Warna darah yang muncul saat buang air besar

Warna darah yang muncul saat buang air besar bisa berbeda-beda, mulai dari merah terang, marun, hingga hitam. Warna darah yang dilihat sebenarnya bias menunjukkan dari mana pendarahan itu berasal.

Jika darah yang keluar cenderung berwarna cerah, hal ini menunjukkan bahwa pendarahan terjadi di sekitar anus. Sebaliknya, jika warnanya merah tua, hal ini menunjukkan bahwa pendarahannya terjadi di usus besar. Kemudian, jika warnanya merah kehitaman, diperkirakan bahwa pendarahannya terjadi di usus kecil, lambung, dan saluran pencernaan bagian atas lainnya.

Penyebab buang air besar keluar darah seperti haid

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan keluarnya darah saat buang air besar. Mulai dari kondisi yang umum hingga kondisi yang lebih parah dan memerlukan perawatan medis. Beberapa penyebabnya meliputi:

1. Wasir

Salah satu penyebab buang air besar keluar darah seperti haid adalah wasir. Wasir merupakan pembengkakan yang terjadi di rektum atau anus. Seseorang bisa mengalami wasir karena beberapa alasan seperti sembelit kronis, mengejan saat buang air besar, kehamilan, mengangkat beban yang berat, atau obesitas. Namun, wasir bukanlah kondisi medis yang darurat sehingga kamu tidak perlu khawatir ketika mengalaminya.

2. Fisura anus

Fisura anus juga bisa menjadi penyebab munculnya darah saat buang air besar. Fisura anus adalah robekan pada kulit di sekitar anus. Robekan ini bisa muncul saat kamu memiliki feses yang keras dan sulit dikeluarkan. Tekanan dari usus bisa menyebabkan robekan pada kulit. Fisura anus bisa hilang dengan sendirinya seiring berjalannya waktu.

3. Abses atau fistula dubur

Di dalam anus terdapat kelenjar kecil yang membuat proses buang air besar. Abses atau fistula terjadi saat kelenjar ini mengalami infeksi dan menyebabkan penyumbatan. Kondisi seperti ini bisa diakibatkan oleh penyakit radang usus, TBC, atau perawatan radiasi.

4. Penyakit radang usus

Penyakit radang usus merupakan pembengkakan yang terjadi pada usus kecil atau usus besar. Ada dua jenis penyakit radang usus, yaitu penyakit crohn dan kolitis. Penyakit crohn adalah kondisi ketika timbul bercak-bercak dan pembengkakan di saluran pencernaan.

Sedangkan pada kolitis, pembengkakan terjadi pada usus besar. Pengidap penyakit radang usus bisa mengalami demam, diare, sakit perut, kram, penyumbatan usus, dan pendarahan dubur.

5. Bisul

Saat cairan di dalam usus tidak seimbang, hal ini bisa merusak lapisan saluran pencernaan dan menyebabkan bisul. Munculnya bisul bisa menyebabkan feses yang keluar saat buang air besar tampak seperti tar.

6. Polip

Polip yang berukuran besar bisa menyebabkan keluarnya darah saat buang air besar. Dalam beberapa kasus, polip bisa mengakibatkan kanker bila tidak segera memperoleh penanganan. Oleh karena itu, penting untuk memeriksakannya karena bisa menjadi tanda dari kanker kolorektal.

7. Penyakit divertikulosis

Penyakit divertikulosis terjadi saat divertikula mengalami pendarahan atau infeksi. Divertikula merupakan tonjolan yang berupa kantong kecil dan letaknya di lapisan usus besar bagian bawah.

8. Melena

Keluarnya darah pada saat buang air besar juga bisa terjadi karena melena. Melena merupakan pendarahan yang terjadi pada pencernaan bagian atas. Hal ini bisa disebabkan oleh gastritis, tukak lambung, kanker lambung, sindrom mallory weiss, dan pecah varises esofagus.

Penderita melena biasanya akan mengalami beberapa gejala, seperti feses yang berwarna hitam, merasa kelelahan, keringat dingin, berkurangnya jumlah urin, dan gangguan pada pernapasan.

9. Kanker kolorektal

Pendarahan pada dubur juga bisa disebabkan oleh kanker kolorektal. Kanker ini sulit untuk dideteksi karena terkadang tidak langsung menimbulkan gejala. Selain mengalami pendarahan saat buang air besar, pengidapnya juga bisa mengalami diare, sembelit, buang air besar secara terus-menerus, perubahan bentuk atau ukuran feses, sakit perut, merasa kelelahan, dan penurunan berat badan.

Gejala buang air besar keluar darah

Gejala pendarahan pada dubur biasanya bervariasi tergantung pada penyebabnya. Beberapa gejala yang mungkin kamu alami ketika mengalami pendarahan pada dubur, yaitu:

  • Dubur terasa nyeri
  • feses berwarna merah, merah marun, atau hitam
  • Tampilan feses mirip seperti tar
  • Merasa pusing
  • Pingsan

Dalam beberapa kasus yang parah, pendarahan ini bisa menyebabkan syok. Gejala syok yang dapat dialami meliputi:

  • Mengalami penurunan tekanan darah secara tiba-tiba
  • Memiliki detak jantung yang cepat
  • Tidak bisa buang air kecil

Apakah buang air besar keluar darah seperti haid berbahaya?

Penting untuk segera mencari bantuan medis jika kamu mengalami pendarahan saat buang air besar. Pasalnya selain bisa menjadi tanda adanya kondisi medis yang ringan, hal ini bisa menjadi tanda adanya penyakit yang berbahaya. Keluarnya darah saat buang besar bisa menjadi gejala dari beberapa kondisi medis, seperti wasir, fisura anus, penyakit radang usus, bisul, dan kanker kolorektal.

Dalam beberapa kondisi, terjadinya pendarahan saat buang air besar merupakan gejala ringan dari penyakit yang bisa diobati. Misalnya, wasir bisa menyebabkan adanya pendarahan. Namun, hal ini biasanya tidak berlangsung lama dan mudah untuk diobati. Tetapi, munculnya darah saat buang air besar juga bisa menjadi tanda adanya penyakit yang berbahaya seperti kanker kolorektal.

Pemeriksaan untuk kondisi buang air besar keluar darah

Ada beberapa cara yang dilakukan medis untuk mengevaluasi dan mencari tahu penyebab pendarahan dubur yang kamu alami. Tenaga medis biasanya akan menanyakan kapan pendarahan mulai terjadi, apa yang telah kamu konsumsi, apakah memiliki wasir, dan sebagainya. Selain itu, biasanya akan dilakukan tes untuk mendiagnosis penyebab pendarahan pada dubur, seperti:

1. Pemeriksaan fisik

Pemeriksaan fisik termasuk juga mendengarkan suara di perut menggunakan stetoskop dan meraba bagian tertentu dari tubuh.

2. Kolonoskopi

Kolonoskopi dilakukan dengan memasukkan sebuah tabung ke dalam anus untuk melihat bagian dalam dari usus besar.

3. Sigmoidoskopi

Prosedur ini dilakukan dengan menggunakan sigmoidoskop disertai lampu untuk melihat bagian dalam sebelah kiri dan bagian bawah usus besar.

4. Anoskopi

Anoskopi dilakukan dengan memasukkan instrumen kecil ke dalam anus untuk melakukan pemeriksaan dengan lebih jelas.

5. Tes darah

Tes darah dilakukan untuk menentukan seberapa banyak kamu telah mengalami pendarahan dan apakah kamu mengalami anemia. Anemia merupakan suatu kondisi ketika seseorang tidak memiliki cukup sel darah merah untuk mengangkut oksigen ke jaringan tubuh.

6. Pembedahan

Jika beberapa tes tersebut tidak membantu proses diagnosis, dokter mungkin akan menyarankan pembedahan atau operasi. Tujuannya untuk mencari tahu penyebabnya. Dokter mungkin akan melakukan laparatomi, yaitu membuat sayatan besar di perut untuk memeriksanya atau melalui laparoskopi, yaitu membuat sayatan kecil di perut kemudian memasukkan alat khusus untuk mencari sumber pendarahannya.

7. Foto rontgen dengan kontras barium

Melalui prosedur ini, pasien akan diberikan cairan kontras atau pewarna dengan bahan barium sebelum dilakukan foto rontgen. Kandungan barium ini bisa membantu dokter untuk memeriksa saluran pencernaan dengan lebih jelas.

8. Angiografi

Sebelum dilakukan pemeriksaan foto rontgen, akan dilakukan suntik cairan kontras terlebih dahulu pada pembuluh darah. Cairan ini bisa membantu dokter mengamati pembuluh darah pada saluran pencernaan dengan lebih jelas.

9. Pemeriksaan radionuklir

Prosedur ini didahului dengan melakukan suntikan cairan radioaktif ke pembuluh darah. Kemudian, dokter akan memantau aliran darah pasien menggunakan kamera khusus.

Cara mengobati buang air besar keluar darah seperti haid

Pengobatan untuk pendarahan yang terjadi saat buang air besar dilakukan berdasarkan penyebabnya. Berikut ini adalah beberapa cara untuk mengobatinya.

Pemakaian infus

Jika pasien mengalami pendarahan sedang sampai berat, pasien bisa mengalami hipotensi, anemia, pusing, atau syok. Oleh karena itu, dokter akan memberikan cairan pengganti menggunakan infus.

Endoskopi

Dokter bisa mengatasi pendarahan dengan cara endoskopi, yaitu dengan memasukkan alat khusus ke dalam organ internal. Selain dilakukan untuk mencari tahu penyebab pendarahan, metode ini juga bisa dilakukan untuk menangani pendarahan melalui beberapa prosedur berikut ini.

Endoscopic intravariceal cyanoacrylate injection

Pada prosedur ini, akan disuntikkan cyanoacrylate pada area yang mengalami pendarahan. Cyanoacrylate bisa menghentikan terjadinya pendarahan.

Band ligation

Tujuan dari dilakukannya prosedur ini yaitu untuk menghambat aliran darah yang mengakibatkan pendarahan. Cara kerjanya yaitu dengan mengikat wasir atau varises esofagus yang membengkak.

Electrocauterization

Berbeda dengan dua prosedur lainnya, prosedur yang satu ini dilakukan dengan membakar jaringan yang mengakibatkan pendarahan dengan cara memakai arus listrik.

Endoskopi biasanya juga dilakukan jika pasien memiliki polip di usus besar atau mengalami tukak lambung berdarah.

Embolisasi

Metode embolisasi dilakukan dengan cara memasukkan material tertentu ke dalam pembuluh darah. Material tersebut dimasukkan melalui kateter, gunakan untuk menghentikan terjadinya pendarahan.

Mengonsumsi obat-obatan

Untuk mengatasi penyebab buang air besar keluar darah, biasanya dokter akan meresepkan obat-obatan berdasarkan penyebabnya, seperti:

  • Antibiotik
  • Obat penurun produksi asam lambung
  • Obat kemoterapi
  • Obat anti-inflamasi
  • Obat imunosupresif
  • Obat penghambat TNF
  • Obat penghambat beta

Kolostomi

Metode ini dilakukan bila pendarahan terjadi karena mengidap kanker kolon atau kanker usus besar. Pada perut pasien akan dibuat lubang untuk membuang feses. Agar pengobatan berjalan lancar, biasanya dokter akan menganjurkan pasien untuk mengonsumsi makanan yang kaya serat, mengonsumsi suplemen bila dibutuhkan, dan mandi menggunakan air hangat.

Operasi

Selain melalui kolostomi, untuk mengatasi pendarahan secara langsung, dokter juga bisa melakukan operasi. Operasi kemungkinan direkomendasikan jika beberapa prosedur lainnya tidak memberikan efek yang signifikan.

Tips mencegah buang air besar keluar darah

Beberapa tips yang perlu kamu ikuti untuk mencegah pendarahan saat buang air besar dan menurunkan risikonya, yaitu:

  • Makan makanan yang kaya akan serat, seperti sayur, buah, dan biji-bijian.
  • Minum banyak air putih paling tidak 8 gelas dalam sehari.
  • Berolahraga secara teratur dan melakukan aktivitas fisik

Jika kamu kesulitan untuk buang air besar, jangan dipaksa dengan mengejan terlalu keras. Sebaiknya, minum obat pencahar dengan kandungan bisakodil untuk membantu feses agar lebih mudah keluar.

  • Hindari konsumsi makanan yang tinggi gula, cepat saji, dan berlemak.
  • Ketika merasakan hasrat untuk buang air besar, jangan ditahan dan segera pergi ke toilet.
  • Mengendalikan berat badan supaya tetap ideal
  • Tidak merokok
  • Melakukan pemeriksaan terhadap tekanan darah dan kolesterol secara teratur
  • Selalu menjaga agar daerah dubur tetap kering
  • Membersihkan dubur menggunakan sabun yang gentle dan air yang hangat
  • Tidak duduk terlalu lama pada permukaan yang keras

Jika pendarahan disebabkan oleh fisura anus atau wasir, kamu bisa mencegahnya melalui pola hidup yang sehat. Namun, untuk penyakit crohn, kolitis ulserativa, polip di usus besar, dan divertikulosis tidak bisa dicegah, karena kondisi-kondisi ini disebabkan genetika atau penuaan. Namun, menerapkan pola hidup sehat biasanya bisa membantu untuk mengurangi gejalanya.

Kapan harus ke dokter?

Kamu perlu segera menemui dokter untuk memperoleh penanganan ketika mengalami hal-hal berikut ini.

  • Pendarahan yang hebat atau darah yang keluar sangat banyak
  • Tanda-tanda syok, seperti pernapasan menjadi cepat, merasa pusing, mual, atau kebingungan
  • Feses berwarna hitam atau merah tua
  • Terdapat darah pada muntah
  • Rektum terasa sangat sakit
  • Sakit perut yang parah disertai demam, lemas, mual, dan tidak bisa buang air besar
  • Pendarahan berlangsung lebih dari 1 atau 2 hari
  • Sesak napas, nyeri dada, merasa kelelahan

Pendarahan yang terjadi saat buang air besar memang tidak bisa dianggap sepele. Jika pendarahan terjadi dalam jumlah yang banyak dan terasa parah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Apalagi jika kamu juga mengalami gejala-gejala lain meliputi sakit perut, merasa lemas, pusing, diare, muntah, jantung berdebar-debar, dan kesulitan untuk bernapas.

Share artikel ini
Reference