nyeri ovulasi apakah tanda hamil

Bagi kamu yang memperhatikan siklus menstruasi, kamu tentu sudah tidak asing dengan ovulasi. Saat fase ini beberapa orang mungkin akan mengalami nyeri ovulasi.

Rasa sakit saat ovulasi dapat berkisar dari rasa sakit yang ringan hingga ketidaknyamanan yang parah dan biasanya berlangsung dari beberapa menit hingga berjam-jam.

Biasanya dirasakan di satu sisi perut atau panggul dan dapat bervariasi setiap bulan, tergantung ovarium mana yang melepaskan sel telur selama siklus tersebut. Simak informasi selengkapnya berikut ini.

Apa itu nyeri ovulasi?

nyeri ovulasi

Mittelschmerz atau nyeri ovulasi adalah nyeri panggul yang dialami beberapa wanita selama ovulasi. Ovulasi adalah bagian dari siklus haid ketika ovarium melepaskan sel telur. Ovulasi biasanya terjadi di pertengahan siklus haid kamu.

Saat nyeri ovulasi terjadi, kamu biasanya merasakan sakit di perut bagian bawah dan panggul, di tengah atau di satu sisi. Kamu mungkin merasakannya di sisi di mana ovarium melepaskan sel telur. Bagi kebanyakan orang, ovarium bergiliran berovulasi. Setiap ovarium melepaskan sel telur setiap bulannya secara bergantian.

Jadi jika ovarium di sisi kanan melepaskan sel telur, di situlah kamu akan merasakan sakitnya. Beberapa orang menemukan bahwa rasa sakit berpindah sisi dari satu siklus ke siklus berikutnya.

Di sisi lain, banyak wanita juga tidak pernah merasakan sakit saat ovulasi. Sementara yang lainnya mengalami nyeri pertengahan siklus setiap bulan.

Nyeri ovulasi mungkin terasa mirip dengan nyeri haid seperti kram. Tetapi nyeri ovulasi terjadi sekitar dua minggu sebelum kamu mendapatkan menstruasi.

Apa Arti Ovulasi? Yuk Ketahui Tanda-tandanya Segera!

Kondisi yang menyebabkan nyeri ovulasi

Apa yang menyebabkan nyeri ovulasi? Tak lain adalah sel telur yang berkembang di ovarium. Saat tumbuh, cairan folikel mengelilinginya. Selama ovulasi, ovarium melepaskan sel telur dan cairan, bersama dengan beberapa darah. Mittelschmerz dapat terjadi karena sel telur membesar di ovarium sesaat sebelum ovulasi.

Rasa sakit juga bisa disebabkan oleh folikel yang pecah. Telur pecah dari folikel saat sudah siap. Ledakan dapat menyebabkan beberapa pendarahan. Darah dan cairan dari folikel yang pecah dapat mengiritasi lapisan perut (peritoneum), sehingga menyebabkan rasa sakit.

Sementara itu penyebab pasti mittelschmerz tidak diketahui, saat ini diyakini bahwa cairan atau darah dapat mengiritasi lapisan rongga perut sehingga menyebabkan rasa sakit. Rasa sakit hilang segera setelah telur dilepaskan atau setelah tubuh menyerap cairan atau darah.

Ciri-ciri Masa Subur Wanita, Jangan Sampai Kelewatan

Ciri ciri nyeri ovulasi

Rasa sakitnya mungkin terasa seperti sengatan ringan, atau kamu mungkin mengalami ketidaknyamanan yang parah. Seringkali sakit hanya di satu sisi. Rasa sakit dapat berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa jam. Kamu mungkin juga mengalami:

  • Pendarahan vagina ringan.
  • Keputihan.
  • Mual, jika sakitnya parah.

Tanda-tanda ovulasi pada setiap wanita cukup bervariasi. Namun, secara umum, wanita yang sedang dalam masa ovulasi biasanya akan mengalami kram ringan di perut, nyeri payudara, perut terasa kembung, keputihan, peningkatan suhu tubuh, serta peningkatan gairah seksual.

Nyeri ovulasi apakah tanda hamil?

nyeri ovulasi tanda kehamilan

Proses ovulasi adalah pelepasan sel telur yang siap dibuahi dari ovarium ke tuba falopi yang berbentuk seperti saluran pipa. Secara umum, sel telur matang ini yang akan bertemu dengan sel sperma di dalam rahim untuk kemudian terjadi proses pembuahan.

Pada kebanyakan wanita, ovulasi terjadi pada 2 minggu sebelum hari pertama masa menstruasi dimulai. Di sisi lain, proses pembuahan sendiri dapat terjadi sehari setelah berhubungan seks atau beberapa hari setelahnya karena sel sperma dapat bertahan dalam rahim selama 5 hari.

Setelah 10-14 hari, embrio yang sudah tertanam di dinding rahim, biasanya wanita akan mengalami flek atau pendarahan ringan melalui vagina (pendarahan implantasi. Namun, pendarahan ini berbeda dengan pendarahan menstruasi.

Saat menstruasi, pendarahan keluar cukup banyak namun pendarahan implantasi hanya berbentuk bercak darah merah atau kecoklatan.

Saat ovulasi berlangsung biasanya disertai dengan beberapa gejala seperti: kram di bagian perut, suasana hati yang mudah berubah, sakit pinggang, dan sakit kepala.

Saat proses pendarahan implantasi, nyeri yang menyertainya biasanya hanya berlangsung sebentar atau dalam hitungan jam saja. Yang perlu kamu tahu, masa inilah dimana termasuk tanda-tanda terjadinya kehamilan.

Alat Tes Kesuburan untuk Perencanaan Kehamilan Mendatang, Yuk Coba!

Ciri ciri nyeri ovulasi saat awal kehamilan

Di samping pendarahan implantasi, ciri-ciri sel telur sudah melalui proses ovulasi dan berhasil dibuahi adalah adanya gejala awal kehamilan lainnya, seperti:

  • Berhentinya siklus menstruasi
  • Mual dan muntah
  • Merasa kelelahan
  • Sering buang air kecil
  • Payudara membengkak atau terasa nyeri

Saat kamu mengalami pendarahan implantasi saat proses ovulasi dan disertai gejala tersebut, sebaiknya kamu segera melakukan tes kehamilan secara mandiri untuk memastikan apakah kehamilan positif atau negatif, kamu bisa menggunakan alat bernama test pack yang mudah didapatkan di apotek terdekat.

Jika hasilnya positif, kamu juga dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk memastikan kesehatan ibu dan janin yang perlu dipantau sejak dini.

Cara mengobati nyeri ovulasi

Kebanyakan orang tidak memerlukan pengobatan untuk mittelschmerz. Rasa sakit biasanya hilang dalam sehari. Tetapi alternatifnya di antaranya:

  • Mengonsumsi obat pereda nyeri, seperti ibuprofen, naproxen, atau obat sejenis lainnya.
  • Menggunakan heating pad untuk meredakan nyeri
  • Mengonsumsi Pil KB

Jika kamu memilih minum pil KB, kamu tidak akan bisa hamil. Bicaralah dengan penyedia layanan kesehatan sebelumnya jika kamu sedang dalam masa program perencanaan kehamilan.

Share artikel ini
Reference