Setiap alat reproduksi wanita baik internal maupun eksternal memiliki fungsi yang berbeda. Salah satu organ reproduksi yang dimiliki wanita, yaitu oviduk. Lantas, apa saja fungsi oviduk dalam sistem reproduksi? Gangguan apa saja yang bisa terjadi pada oviduk? Yuk, simak penjelasan berikut supaya kamu bisa tahu fungsinya.

Mengenal apa itu oviduk

Oviduk juga dikenal dengan sebutan tuba falopi. Oviduk merupakan alat reproduksi wanita berupa saluran berotot yang terletak pada perut bagian bawah, sementara bagian ujungnya terletak di dekat ovarium. Di setiap sisi rahim terdapat masing-masing satu oviduk. Saluran ini memiliki panjang sekitar 10 hingga 12 cm.

Oviduk terdiri atas beberapa lapisan. Lapisan luarnya berupa membran yang dikenal dengan sebutan serosa. Di bagian dalamnya, ada lapisan otot yang disebut myosalpinx.

Apa fungsi oviduk

Oviduk memiliki fungsi yang penting dalam sistem reproduksi. Fungsi oviduk, antara lain:

1. Sebagai penghubung ovarium dan rahim

Oviduk menjadi jalur bagi ovum untuk melakukan perjalanan menuju ke rahim. Pergerakan sel ovum ini dibantu oleh silia yang bentuknya mirip rambut halus.

2. Sebagai tempat terjadinya pembuahan

Umumnya pembuahan terjadi di oviduk. Ovum yang telah dibuahi akan melekat di dalam rahim, terus berkembang, dan akan terjadi kehamilan.

3. Sebagai tempat pertumbuhan embrio sementara

Fungsi oviduk lainnya adalah sebagai tempat terjadinya pertumbuhan atau pembelahan embrio untuk sementara, sebelum akhirnya melekat pada endometrium.

Cara kerja oviduk

Cara kerja oviduk pada sistem reproduksi yaitu dengan mengangkut ovum dari ovarium ke uterus. Untuk melakukan pembuahan terhadap ovum, sel sperma akan menuju ke oviduk untuk bertemu dengan ovum. Kemudian, ovum yang sudah dibuahi oleh sel sperma akan dibawa ke uterus. Setelah itu, akan terjadi

kontraksi pada oviduk. Ovum pun akan melanjutkan perjalanannya ke uterus. Intinya, oviduk akan menjadi jalan yang harus dilewati ovum sebelum menuju ke uterus. Itulah fungsi oviduk dan hubungan antara oviduk dan uterus pada reproduksi wanita.

Gangguan oviduk yang dialami wanita

Ada beberapa gangguan yang bisa terjadi pada oviduk. Gangguan seperti ini bisa menghambat kehamilan bahkan menimbulkan komplikasi kehamilan. Beberapa gangguan yang bisa terjadi pada oviduk, yaitu:

1. Penyumbatan pada oviduk

Ketidakmampuan sel sperma dan sel telur untuk bertemu agar terjadi proses pembuahan bisa diakibatkan oleh penyumbatan pada oviduk. Ketika mengalaminya, kemungkinan seorang wanita perlu mengalami pembedahan untuk menyembuhkannya. Saluran oviduk yang mengalami penyumbatan bisa terjadi karena beberapa hal, yaitu:

  • Pelvic inflammatory disease (PID) atau penyakit radang panggul
  • Endometriosis
  • Adhesi usus (perlengketan usus)

2. Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik merupakan kehamilan di luar kandungan. Pada saat kehamilan ektopik, embrio berada di luar rongga utama rahim. Kondisi ini terjadi saat sel telur terlambat diangkut menuju ke rahim.

Kehamilan ektopik sebenarnya tidak hanya bisa terjadi pada oviduk saja, namun bisa terjadi pada bagian bawah rahim (serviks) dan ovarium. Jika tidak segera ditangani, hal ini bisa menyebabkan perdarahan uterus abnormal. Kehamilan ektopik bisa sangat berbahaya, bisa menyebabkan perdarahan, syok, bahkan bisa menyebabkan kematian.

3. Salpingitis

Salpingitis merupakan penyakit peradangan yang menyebabkan saluran oviduk mengalami penebalan. Salpingitis isthmica nodosa mendukung pembentukan nodul yang membuat ovum kesulitan melewati oviduk. Jenis salpingitis ini lebih sering terjadi pada wanita yang berumur di atas 35 tahun. Sebaliknya, salpingitis non-nodular umumnya terjadi karena infeksi.

4. Torsi tuba atau torsi adneksa

Gangguan ini terjadi ketika oviduk terpelintir. Biasanya hal ini menyebabkan suplai darah ke oviduk dan ovarium menjadi minim, sehingga rasa sakitnya semakin terasa. Apabila tidak segera diobati, kondisi ini bisa mempengaruhi kesuburan.

5. Hidrosalping

Kondisi ketika salah satu atau kedua saluran oviduk mengalami pembengkakan dan berisi cairan dikenal dengan nama hidrosalping. Gangguan seperti ini umumnya terjadi karena infeksi atau penyumbatan pada oviduk.

6. Kanker tuba falopi

Kanker jenis ini memang sangat jarang terjadi. Disebut kanker primer jika penyebaran kankernya bukan berasal dari organ lain, sedangkan kanker sekunder terjadi jika penyebarannya berasal dari organ lain.

7. Infertilitas

Infertilitas yang terjadi pada wanita paling sering diakibatkan oleh adanya gangguan pada proses ovulasi. Ovulasi adalah proses pelepasan ovum dari ovarium. Bila terjadi gangguan pada ovulasi, artinya sel sperma tidak bisa membuahi ovum.

Gangguan tersebut umumnya terjadi dengan haid yang tidak teratur, dan PCOS syndrom. Faktor-faktor penyebabnya, antara lain bertambahnya umur, kebiasaan merokok dan minum alkohol, stres, obesitas, serta diet ketat.

8. Klamidia

Klamidia merupakan penyakit menular seksual yang terjadi karena adanya infeksi bakteri. Klamidia tidak hanya bisa terjadi pada organ reproduksi, namun bisa juga menyerang tenggorokan, mata, dan anus. Sering kali saat seseorang mengalaminya, tidak ada gejala yang dirasakan. Dengan begitu, ketika terkena penyakit ini, banyak orang tidak menyadarinya.

Pemeriksaan medis pada gangguan oviduk

Jika ada gangguan pada oviduk, wanita perlu memperoleh penanganan medis untuk memeriksanya. Beberapa pemeriksaan medis yang biasanya dilakukan, antara lain:

1. Histerosalpingogram

Histerosalpingogram merupakan jenis sinar-X yang dirancang khusus untuk melakukan pemeriksaan pada saluran oviduk. Sinar-X ini akan mengambil gambar dari organ reproduksi untuk mencari apakah ada penyumbatan atau masalah lainnya.

2. Laparoskopi

Selain itu, tindakan medis lainnya yang bisa dilakukan untuk memeriksa organ reproduksi adalah laparoskopi. Operasi ini dilakukan dengan membuat sayatan kecil agar dokter bisa melihat bagian luar oviduk. Sehingga, dokter bisa memastikan apakah ada penyumbatan atau masalah lainnya pada oviduk.

3. Sonohysterogram

Kemungkinan dokter akan menyarankan untuk melakukan prosedur sonohysterogram. Dalam prosedur ini, dokter akan memakai ultrasonografi untuk mendeteksi massa di uterus karena terkadang massa di uterus ini bisa menyebabkan penyumbatan pada oviduk.

Itulah beberapa fungsi oviduk dan gangguan pada oviduk. Beberapa gangguan tersebut bisa menyebabkan kelainan dan dampak buruk bagi kesehatan. Agar terhindar dari gangguan-gangguan ini, lakukan pemeriksaan organ reproduksi dan jalani gaya hidup yang sehat.

Share artikel ini
Reference