Berenang saat haid
Period Stigma & Taboo

Apakah Boleh Berenang Saat Haid? Ini Penjelasannya

Putri Aprillia | Maret 18, 2022
Share

Ada banyak mitos tentang masa datang bulan pada wanita. Salah satu hal yang paling sering kita dengar adalah bahwa kita tidak boleh berenang saat haid. Alasannya, darah haid bisa merembes ke air kolam renang. Namun, jika memakai pembalut tertentu, darah haid bisa tidak merembes, lho.

Jadi, apakah boleh berenang saat haid? Jika ya, apa yang harus disiapkan? Berikut beberapa hal yang perlu kamu ketahui jika ingin berenang saat haid.

Apakah boleh berenang saat haid?

Menstruasi bukanlah halangan bagi wanita untuk tetap beraktivitas, termasuk olahraga seperti berenang. Dengan kata lain, dari sisi medis, tidak ada larangan berenang saat menstruasi. Selama kamu masih aktif secara fisik dan tidak mengalami gejala PMS yang mengganggu, kamu bisa melakukan aktivitas seperti biasa, termasuk berenang.

Kamu tidak perlu khawatir soal pendarahan di kolam renang. Faktanya, aliran darah haid justru berkurang atau bahkan terhenti sementara. Tentu saja haid tetap datang, ia hanya melambat saat kamu berada di dalam air.

Justru, berenang akan baik bagi kamu yang sedang haid karena ini dapat mengurangi gejala PMS yang biasanya dialami wanita sebelum dan selama menstruasi. Hal ini didukung dengan adanya berbagai penelitian yang menunjukkan bahwa berenang, bersama dengan latihan aerobik lainnya, dapat mengurangi berbagai gejala fisik dan psikologis pada orang dengan PMS.

Mitos dan fakta berenang saat haid

Kamu mungkin sering mendengar berbagai informasi tentang berenang saat haid. Nah, apakah informasi yang kamu dapatkan itu adalah mitos atau fakta? Yuk, simak beberapa mitos dan fakta tentang berenang saat haid pada artikel berikut.

1. Berenang saat haid membuat air kolam menjadi kotor

Pernyataan ini adalah mitos. Faktanya, selama kamu menggunakan tampon dan menstrual cup, darah haid tidak akan mencemari kolam. Apalagi saat berada di dalam air, darah haid hanya keluar sedikit.

Selain itu, kamu juga harus tahu bahwa kolam renang diklorinasi untuk melindungi perenang dari penyebaran penyakit melalui cairan seperti keringat atau urin, dan sebagainya. Jadi, berenang saat haid bukanlah ancaman bagi kesehatan orang lain.

2. Darah haid membuat air kolam menjadi berwarna kemerahan

Faktanya, tidak mungkin darah haidmu mengubah air kolam menjadi merah. Tekanan air kolam sebenarnya bisa menghentikan sementara aliran darah haid.

Bahkan dengan tekanan yang berkurang, seperti yang dijelaskan di atas, tubuh hanya melepaskan sedikit darah haid sehingga tidak akan terlihat dengan mata telanjang. Seringkali, wanita yang sedang haid akan merasakan aliran darah menstruasi ketika mereka meninggalkan kolam karena tekanan air sudah tidak ada lagi.

3. Berenang saat haid berbahaya karena wanita bisa dimangsa predator

Mitos ini beredar luas tentang berenang di laut lepas. Padahal, jika kamu sedang haid, kamu tidak perlu khawatir akan kemungkinan tertangkap oleh predator karena hingga saat ini, belum ada kasus hiu menyerang seorang wanita karena sedang haid.

Shark Institute pun telah mempelajari fakta ini selama bertahun-tahun, tetapi tidak menemukan korelasi antara menyelam atau berenang selama haid dan hiu mencari makan.

4. Berenang saat haid rentan mengalami infeksi

Faktanya, kecil kemungkinan wanita terkena infeksi vagina, karena berenang saat haid. Jika kamu secara tidak sengaja minum terlalu banyak air kolam, satu-satunya keluhan yang mungkin terjadi adalah infeksi kulit atau sakit perut.

Air yang diklorinasi di kolam renang memang dapat menyebabkan infeksi jamur atau bakterial vaginosis. Namun jangan panik, perawatan vagina yang tepat untuk kondisi ini adalah segera membilasnya dengan air mengalir, dan tidak memakai baju renang basah dalam waktu lama.

Cara aman berenang saat haid, tips berenang saat haid

Jika kamu ingin berenang, ada beberapa tips berenang saat haid yang bisa kamu catat, yaitu:

  • Jangan gunakan pembalut saat berenang karena pembalut dapat menyerap air dan dapat menyebabkan ketidaknyamanan.
  • Gunakan tampon atau menstrual cup saat berenang. Tampon direkomendasikan karena ringan dan terbuat dari katun, rayon, atau kombinasi keduanya, dan menyerap lebih sedikit air.
  • Ganti tampon segera setelah berenang. Hindari penggunaan tampon lebih dari 8 jam karena dapat meningkatkan risiko sindrom syok toksik.
  • Gunakan baju renang yang dirancang khusus untuk haid. Baju renang jenis ini biasanya cocok untuk menahan atau menyerap darah haid saat berenang.
  • Ganti dan bersihkan pakaian renang atau pakaian dalam setidaknya setiap 12 jam.
  • Jangan stres atau khawatir saat berenang saat menstruasi

Alternatif olahraga saat haid

Saat kamu sedang haid, kamu harus tetap aktif bergerak dan hindari bermalas-malasan. Nah, pertanyaanmu tentang apakah boleh berenang saat haid sudah terjawab. Namun, jika kamu tidak mau atau tidak bisa berenang, berikut beberapa alternatif olahraga saat menstruasi yang bisa kamu lakukan:

1. Jalan kaki

Salah satu olahraga yang bisa kamu lakukan saat haid adalah jalan kaki. Jalan kaki merupakan aktivitas olahraga ringan yang membantu menjaga kesehatan fisik dan mood saat haid.

2. Bersepeda

Olahraga selanjutnya yang bisa Anda lakukan saat haid adalah bersepeda. Gerakan otot kaki saat bersepeda membantu meredakan kram perut dan nyeri punggung.

3. Senam ringan

Olahraga lain yang bisa kamu coba saat haid adalah olahraga ringan seperti senam aerobik. Latihan aerobik dapat meningkatkan sirkulasi darah, mengatasi kram haid, dan membuatmu lebih bersemangat.

4. Yoga dan pilates

Yoga dan Pilates adalah olahraga ringan yang bisa kamu lakukan selama haid. Kamu dapat lebih rileks dengan meregangkan otot-otot yang berlangsung selama latihan ini. Namun, olahraga ini perlu dilakukan dengan hati-hati.

Reference
Share