pengganti pembalut
Period Period Hacks

Alternatif Pengganti Pembalut, Mana Yang Kamu Pilih?

Imelda Rahmawati | Maret 18, 2022
Share

Semakin banyak pilihan untuk kesehatan wanita yang berhubungan dengan menstruasi, termasuk dalam pilihan pengganti pembalut. Bagi kamu yang sering mengalami iritasi karena pembalut, mungkin sudah saatnya berpindah ke alternatif pembalut lainnya.

Tidak hanya itu, pilihan pengganti pembalut saat ini juga bersifat ramah lingkungan. Kamu bisa berkontribusi menyelamatkan lingkungan dari hal kecil. Ada berbagai macam pengganti pembalut yang bisa kamu pilih sesuai dengan kenyamanan dan kesehatan.

Pengganti pembalut adalah

Pengganti pembalut adalah alternatif lain yang bisa kamu gunakan untuk menampung cairan menstruasi. Kini sudah banyak orang yang mengembangkan pembalut agar lebih sehat, nyaman, dan ramah lingkungan.

Memilih pembalut yang tepat memang bukan hal mudah. Kamu harus memperhatikan kenyamanan, keamanan, dan kebersihan. Tidak sedikit kasus alergi pembalut yang mengakibatkan iritasi dan penyakit lainnya. Maka dari itu, perhatikan pembalut kamu dan pastikan rutin menggantinya selama beberapa jam sekali.

Macam-macam pengganti pembalut

Pemilihan pembalut juga harus diperhatikan jika keseharian kamu melibatkan banyak gerakan, seperti olahraga. Menggunakan pembalut biasa mungkin membuatmu tidak nyaman seharian. Berikut adalah beberapa pengganti pembalut yang bisa kamu pilih:

1. Pembalut Organik

Terbuat dari bahan alami dan cenderung aman untuk semua wanita. Pembalut organik tidak menggunakan bahan klorin atau pemutih yang dapat menimbulkan iritasi dan alergi. Ciri khas dari pembalut ini adalah terbuat dari bahan organik seperti 100% kapas organik.

2. Tampon

Tampon terbuat dari kapas lembut yang dibentuk menjadi silinder. Untuk menggunakannya, kamu harus memasukkan tampon ke dalam vagina. Ukurannya dapat disesuaikan mulai dari yang kecil, sedang, hingga besar, sesuai dengan derasnya aliran menstruasi.

Saat pertama kali menggunakannya, kamu mungkin akan merasa tidak nyaman. Namun lama kelamaan akan terbiasa. Tampon tidak bersentuhan langsung dengan bibir vagina sehingga tidak akan menimbulkan iritasi.

3. Menstrual cup

Menstrual cup cukup populer akhir-akhir ini, karena dianggap lebih efektif daripada pembalut biasa. Terbuat dari silikon dengan bentuk seperti corong dengan ujung yang tertutup. Mirip seperti tampon, kamu harus memasukan cup ke dalam vagina. Kamu juga bisa mencucinya dan menggunakannya kembali. Inilah yang membuatnya ekonomis dan ramah lingkungan.

4. Pembalut kain

Pembalut kain memiliki bentuk dan cara pakai yang sama dengan pembalut biasa. Hanya saja bahannya terbuat dari kain, sedangkan pembalut biasa terbuat dari kapas. Kamu juga bisa mencuci dan menggunakan kembali pembalut kain. Risiko iritasi dapat diminimalisir karena bahan utamanya kain dan tidak mengandung bahan kimia lainnya.

5. Celana dalam menstruasi

Celana dalam ini cocok untuk kamu yang tidak tahu pasti kapan menstruasi akan datang. Kamu tidak perlu khawatir bocor karena pembalut geser atau yang lainnya, karena celana dalam menstruasi memiliki proteksi maksimal di setiap sisinya.

6. Spons menstruasi

Mungkin belum banyak wanita yang menggunakan spons menstruasi sebagai pengganti pembalut. Di luar negeri penggunaannya cukup memicu kontroversi. Sebagian besar spons menstruasi adalah spons laut. Penggunaanya mirip dengan tampon dan menstrual cup, kamu harus memasukkannya ke dalam vagina.

Berapa kali ganti pembalut

Menurut pakar kesehatan, kamu harus mengganti pembalut setiap empat jam sekali. Jika menggunakan tampon, kamu harus menggantinya setiap dua jam. Namun cara ini tidak bisa disamaratakan, tergantung pada derasnya aliran menstruasi. Jangan lupa, mencuci bersih area vagina dan labia sebelum mengganti pembalut.

Akan lebih baik lagi jika kamu mengganti pembalut sebelum cairannya penuh. Jangan sampai pembalut terasa penuh hingga menyebabkan lembap. Jika dibiarkan terlalu lama, bakteri akan bersarang dan membuat kulit di area kemaluan menjadi gatal. Begitu juga dengan penggunaan alternatif pembalut lainnya.

Apa yang terjadi jika pembalut jarang diganti?

Masalah umum yang akan terjadi saat kamu jarang ganti pembalut, yaitu area labia (bibir kemaluan) menjadi gatal. Saat kamu menggaruknya, rasa gatal malah akan semakin parah hingga menimbulkan panas. Hal ini karena infeksi jamur dan bakteri yang bersarang pada pembalut.

Tidak hanya itu, pembalut yang digunakan terlalu lama dan lembab juga akan menimbulkan iritasi. Area vagina akan mengalami gesekan sehingga akan terasa perih saat kamu membersihkannya. Iritasi yang lebih parah biasanya akan disertai dengan ruam yang perih dan gatal.

Menjaga kebersihan saat menstruasi memang merepotkan. Kamu harus bolak balik kamar mandi untuk membersihkan area intim. Namun kamu harus tetap melakukannya, agar terhindar dari infeksi.

Reference
Share