penyakit kekurangan kalium
Kesehatan Umum

Tubuh Kekurangan Kalium? Waspada Penyakit Hipokalemia

dr. Wisniaty Condro | Maret 31, 2022
Share

Sering merasa lemas dan tidak bertenaga? Kamu mungkin memiliki kadar kalium yang rendah dalam tubuh. Meskipun penyakit kekurangan kalium terdengar sepele, masalah yang satu ini tidak boleh dibiarkan begitu saja ya.

Kekurangan kalium bisa membawa gangguan kesehatan lain hingga memicu komplikasi. Untungnya, penyakit kekurangan kalium bisa diatasi dengan beberapa pengobatan termasuk mengonsumsi makanan kaya kalium.

Kalium adalah

Elektrolit atau mineral dalam tubuh yang berperan dalam mengendalikan fungsi sel saraf dan otot adalah kalium. Penting untuk sel otot jantung, kalium menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh dan mengatur tekanan darah.

Ketika kadar kalium dalam tubuh berkurang maka akan muncul sejumlah gejala atau tanda tubuh kekurangan kalium seperti lemas tidak bertenaga. Meskipun biasanya gejala kekurangan kalium muncul sesuai jumlah kalium yang hilang dalam tubuh, beberapa penderita penyakit kekurangan kalium juga mungkin merasakan akibat yang lebih serius.

Kalium normal

Seseorang dikatakan memiliki tingkat kalium normal jika angka menunjukan hasil di antara 3,6 sampai 5,2 milimol per liter (mmol/L). Artinya jika hasil pengujian tingkat kalium di atas 5,2 mmol/L maka kamu dikatakan mengalami kelebihan kalium.

Sementara, jika hasil tes menunjukkan angka di bawah atau kurang dari 3,6 mmol/L maka kamu dinilai mengalami kekurangan kalium. Nah, ketika tubuh kamu kekurangan kalium hingga di bawah 2,5 mmol/L maka kondisi yang disebut hipokalemia ini bisa saja mengancam jiwa.

Tapi, apa itu hipokalemia? Coba simak penjelasan di bawah ini sampai habis ya.

Apa itu hipokalemia?

Hippokalemia adalah kondisi di mana tubuh kekurangan kalium atau potasium. Artinya, tubuh memiliki tingkat kalium di bawah normal atau kurang dari 3,6 mmol/L. Nah, hipokalemia bisa membawa komplikasi serius seperti masalah jantung.

Oleh karena itu, masalah kadar kalium dalam tubuh yang terlalu rendah tidak bisa dibiarkan begitu saja dan membutuhkan penanganan medis ya. Biasanya kamu bisa memperhatikan tanda seperti rasa lemas, lemah, mudah lelah, sembelit, kram otot, dan jantung berdebar pada hipokalemia ringan.

Penyakit kekurangan kalium

Faktanya, tingkat kalium yang rendah mungkin saja tidak menimbulkan gejala atau tanda apapun sampai tubuh berada di titik kadar kalium yang sangat rendah. Entah itu rasa lemas, lelah, ataupun masalah otot dan jantung, penyakit kekurangan kalium bisa membawa kamu pada masalah aritmia.

Untungnya, dengan perawatan yang tepat, penyakit hipokalemia akan membaik. Alhasil, risiko yang mengancam jiwa seperti kelumpuhan, masalah pernapasan, kerusakan jaringan otot, gangguan fungsi ginjal, jantung, dan saraf bisa dihindari.

Kekurangan kalium adalah

Kondisi di mana tubuh memiliki kadar kalium di bawah batas normal atau kurang dari 3,6 mmol/L adalah kekurangan kalium. Sementara jika tubuh memiliki kalium di atas 5,2 mmol/L maka disebut sebagai hiperkalemia.

Kekurangan kalium disebabkan oleh berbagai hal mulai dari penyakit dalam tubuh hingga penggunaan obat-obatan tertentu. Penasaran apa saja penyebab kekurangan kalium? Coba simak penjelasan berikut.

Penyebab kekurangan kalium

Rendahnya kadar kalium dalam tubuh bisa terjadi karena kamu mengalami diare berlebih yang parah. Tidak jarang, sering muntah dan sedang mengnsumsi obat diuretik juga bisa menyebabkan tubuh kekurangan kalium.

Di sisi lain, penyakit ginjal atau gangguan kelenjar adrenal dapat memicu rendahnya kadar kalium dalam tubuh. Berikut adalah sejumlah penyebab tubuh kekurangan kalium:

  • Sering atau terlalu banyak buang air kecil
  • Banyak mengeluarkan keringat
  • Terlalu sering buang ai besar
  • Kekurangan asam folat
  • Menderita ketoasidosis diabetik
  • Kadar magnesium dalam tubuh rendah
  • Mengonsumsi obat asma ataupun antibiotik
  • Sedang menggunakan obat pencahar dalam jangka panjang
  • Menggunakan penisilin dosis tinggi
  • Menderita malnutrisi
  • Menderita hipertidoirdise
  • Mempunyai delerium tremens
  • Menderita asidosis tubulus ginjal tipe 1 dan 2
  • Sering minum minuman beralkohol secara berlebih
  • Memiliki kebiasaan merokok

Meskipun jarang terjadi, hipokalemia bisa saja terjadi karena seseorang kekurangan nutrisi atau menderita salah satu dari beberapa sindrom seperti sindrom Bartter, sindrom Gitelman, sindrom Liddle, sindrom Cushing, serta sindrom Fanconi.

Lantas, apa dampak dari penyakit kekurangan kalium? Di bawah ini adalah sejumlah akibat kekurangan kalium yang tidak boleh dibiarkan begitu saja.

Akibat kekurangan kalium

Penyakit kekurangan kalium memang cenderung lebih sering dialami oleh wanita daripada pria. Tapi, baik itu dialami oleh pria maupun wanita, seseorang dengan penyakit hipokalemia mungkin akan merasakan beberapa hal seperti:

  • Mual
  • Muntah
  • Berkurangnya nafsu makan
  • Tubuh terasa lemah
  • Sering mengalami kesemutan
  • Mengalami kram otot
  • Jantung berdebar atau gangguan irama jantung
  • Ileus paralitik
  • Kelumpuhan
  • Mengalami masalah pencernaan
  • Sulit bernapas
  • Mengalami pliuria
  • Tekanan darah tinggi

Selain beberapa akibat tersebut, penderita hipokalemia berpotensi mengalami komplikasi yang lebih seperti rhabdomyolysis, gangguan otak pada penderita sirosis, penyakit ginjal, dan masalah pada otot pernapasan berupa kelumpuhan.

Untungnya, penyakit kekurangan kalium bisa diatasi dengan menjalani pengobatan dan perubahan pola hidup termasuk asupan makanan. Berikut adalah sejumlah pantangan bagi penderita hipokalemia.

Pantangan kekurangan kalium

Kekurangan kalium bisa terjadi karena kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol. Jadi, jika kamu memiliki kebiasaan ini, langkah pertama untuk tidak memperburuk kondisi hipokalemia adalah dengan berhenti merokok dan minum minuman beralkohol secara berlebihan.

Selain itu, penyakit kekurangan kalium bisa terjadi karena penggunaan obat-obatan tertentu. Nah, jika kamu sedang menjalankan suatu perawatan kesehatan dengan mengonsumsi obat seperti penisilin, antibiotik, obat pencahar, ataupun obat lainnya, kamu bisa berkonsultasi dengan dokter.

Di sisi lain, tentu saja kamu sebaiknya mengonsumsi banyak makanan yang kaya akan kalium. Di bawah ini adalah sejumlah cara mengobati kekurangan kalium termasuk asupan makanan.

Cara mengobati kekurangan kalium

Langkah pengobatan hipokalemia yang pertama adalah dengan mengetahui penyebab yang mendasarinya. Artinya, jika penyakit kekurangan kalium terjadi karena diare yang parah maka kamu harus mengonsumsi obat antidiare.

Setelah mengobati penyebab utama kekurangan kalium, kamu harus mengembalikan kadar kalium yang hilang. Nah, tahap pengembalian ini bisa dilakukan dengan berbagai cara seperti menjalankan diet makanan kaya kalium ataupun seperti di bawah ini:

  • Mengonsumsi suplemen kalium
  • Menggunakan infus IV untuk asupan kalium
  • Rutin mengonsumsi minuman dengan sari buah dalam prosi kecil
  • Mengonsumsi buah tinggi kalium seperti pisang, jeruk, alpukat
  • Mengonsumsi sayuran tinggi kalium seperti tomat, bayam, wortel
  • Memenuhi asupan kalium dari daging-dagingan seti daging sapi, salmon, dan ikan
  • Mengonsumsi kacang-kacangan, gandum, serta susu

Setelah kembali memenuhi kebutuhkan kalium secara bertahap, kamu bisa memantau kadar kalium dengan melakukan tes urin maupun tes darah. Tidak lupa, pastikan kamu tetap memiliki gaya hidup yang sehat dan tidak sembarangan mengonsumsi asupan makanan ya.

Reference
Share