cara mengatasi mabuk perjalanan
Kesehatan Umum

15 Cara Mengatasi Mabuk Perjalanan saat Hendak Bepergian

dr. Wisniaty Condro | Januari 10, 2022
Share

Hampir dialami semua orang, mabuk perjalanan dapat terjadi ketika seseorang menempuh perjalanan baik dengan kendaraan darat, air, maupun udara. Rasa mabuk dan mual yang timbul dapat ditangani dengan melakukan beberapa cara yang dianggap ampuh mengatasi mabuk perjalanan.

Secara umum, cara mengatasi mabuk perjalanan dibagi ke dalam dua jenis. Kamu dapat memilih salah satu dari kedua jenis cara atau bahkan melakukan keduanya. Penasaran ada cara apa saja dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak penjelasan berikut ini.

Apa itu mabuk perjalanan?

Mabuk perjalanan yang umumnya dialami individu adalah sindrom kompleks yang dapat melibatkan sistem pencernaan, sistem saraf pusat dan gejala otonom lainnya akibat perbedaan persepsi tubuh terhadap gerakan yang ditangkap oleh mata dan telinga bagian dalam.

Ketika otak menangkap perbedaan sinyal yang diberikan organ tubuh, maka otak akan memberikan reaksi berupa rasa mual hingga muntah. Meskipun mabuk perjalanan tidak berbahaya, efek dari mabuk sangat mengganggu kenyamanan perjalanan. Lantas, apa penyebab mabuk perjalanan?

Penyebab mabuk perjalanan

Mabuk perjalanan disebabkan atau dipicu oleh guncangan atau gerakan vertikal maupun lateral dalam frekuensi rendah (misalnya: udara, laut, dan transportasi darat) atau gerakan simulator virtual (pada video games, dan simulator virtual).

Akibatnya, persepsi antara sistem visual (penglihatan), vestibular, dan somatosensori dapat terganggu dan akhirnya menimbulkan gejala mual.

Selain itu, kendaraan dengan pewangi atau aroma tajam lainnya seperti asap rokok, dan rendahnya sirkulasi udara atau ventilasi kendaraan dapat menyebabkan berkurangnya kadar oksigen dan meningkatkan kadar karbon dioksida.

Dalam situasi seperti ini, seseorang yang tidak pernah mengalami mabuk bisa saja menderita mabuk perjalanan.

Gejala mabuk perjalanan

Mabuk perjalanan dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin. Orang yang belum pernah mengalami mabuk perjalanan atau merasa baik-baik saja bisa secara tiba-tiba mengalami mabuk perjalanan. Berikut adalah beberapa gejala mabuk perjalanan yang umumnya dirasakan penderita:

  • Keringat dingin
  • Pusing hingga sakit kepala
  • Mudah merasa lelah
  • Tidak mampu atau sulit berkonsentrasi
  • Fluktuasi emosi
  • Produksi air liur meningkat
  • Rasa tidak nyaman pada perut seperti sakit perut dan mual
  • Muntah
  • Bibir terlihat pucat
  • Napas terengah-engah
  • Sering menguap dan mengantuk
  • Kehilangan nafsu makan

Selain beberapa gejala mabuk perjalanan umum di atas, seseorang mungkin saja mengalami gejala mabuk perjalanan yang lebih parah seperti sulit untuk menjaga keseimbangan tubuh hingga sulit berjalan dengan baik.

Cara mengatasi mabuk perjalanan

Selain membuat perjalanan terasa tidak menyenangkan, seseorang yang mengalami mabuk perjalanan kerap kali menghindari interaksi sosial karena tubuh terasa tidak nyaman. Untuk mengatasi mabuk perjalanan, kamu tidak selalu harus menggunakan obat tertentu. Berikut adalah beberapa tips dan cara dalam mengatasi mabuk perjalanan yang bisa kamu coba:

  • Menghirup aromaterapi seperti aroma mint, jahe, dan lavender
  • Mengisap permen tablet dengan rasa peppermint atau jahe
  • Penuhi kebutuhan cairan terutama air mineral
  • Mengonsumsi makanan rendah lemak sebelum bepergian
  • Menghindari makanan berat, berminyak, pedas, atau asam
  • Tidak minum alkohol atau merokok
  • Membuka jendela mobil agar tubuh bisa menghirup udara segar
  • Hindari melihat objek lain yang bergerak seperti kendaraan yang melintas atau roda yang berputar
  • Berhenti menggunakan ponsel ataupun alat elektronik lainnya
  • Tidak membaca buku dalam kendaraan yang sedang melaju
  • Melihat pemandangan yang jauh atau melihat lurus ke depan
  • Memejamkan mata selama beberapa saat
  • Minum jahe atau teh chamomile
  • Mendengarkan musik yang menyenangkan
  • Mengalihkan perhatian pada pernapasan

Dalam beberapa kasus tertentu, upaya mengatasi mabuk perjalanan secara alami dinilai tidak memberikan pengaruh yang cukup kuat. Belum lagi, jika kamu melakukan perjalanan yang panjang, rasa mabuk akan sangat mengganggu.

Berikut adalah obat yang dapat digunakan untuk mengatasi mabuk perjalanan:

  • Obat kategori antikolinergik, seperti scopolamine
  • Obat kategori antihistamin, seperti cyclizine, meclizine, diphenhydramine, dimenhydrinate, cinnarizine, atau promethazine
  • Obat kategori simpatomimetik, seperti dextroamphetamine dan ephedrine

Jika kamu ingin mengatasi mabuk perjalanan dengan menggunakan obat-obatan, pastikan kamu mengetahui anjuran penggunaan termasuk usia, aturan pakai, serta kemungkinan efek samping. Beberapa obat bahkan membutuhkan resep dokter.

Selain cara-cara tersebut, kamu dapat memperhatikan posisi tempat duduk. Tempat duduk mampu mengurangi gerakan atau guncangan yang dapat memicu mabuk saat perjalanan seperti dekat jendela, kursi penumpang depan, bagian depan atau tengah kapal, atau duduk di bagian sayap pesawat.

Mabuk perjalanan pada anak

Mabuk perjalanan dapat menyerang anak usia 2 hingga 12 tahun. Namun, jangan khawatir, mabuk perjalanan pada anak biasanya akan menurun dengan sendirinya terutama saat anak memasuki masa remaja. Memang, dalam beberapa situasi, mabuk perjalanan pada anak bisa terjadi hingga dewasa.

Jika mabuk perjalanan pada anak terjadi, kamu dapat mengalihkan perhatian anak dengan mengajak berbicara. Selain itu, kamu juga bisa mengajak anak untuk mendengarkan musik atau menyanyikan lagu yang menyenangkan.

Bila berbagai cara alami dinilai tidak mampu meringankan mabuk pada anak yang parah, kamu bisa memberinya obat anti mabuk sesuai dengan resep dokter. Ingatlah bahwa tidak semua obat dinilai aman untuk dikonsumsi, terutama untuk anak-anak.

Mabuk perjalanan pada orang dewasa

Menurut penelitian, mabuk perjalanan pada orang dewasa lebih banyak terjadi pada wanita, dan orang tua dengan tingkat kebugaran yang rendah. Terlepas dari itu, mabuk perjalanan pada orang dewasa dapat dipicu oleh beberapa faktor atau kondisi seperti:

  • Memiliki vertigo atau migrain
  • Memiliki penyakit vestibular yang patologis
  • Memiliki riwayat mabuk perjalanan pada keluarga
  • Sedang dalam masa kehamilan
  • Mengalami gangguan pada telinga bagian dalam
  • Sedang dalam periode menstruasi
  • Memiliki penyakit Meniere atau Parkinson

Untuk mengatasi mabuk perjalanan pada orang dewasa, kamu dapat melakukan beberapa upaya non medis maupun mengonsumsi obat anti mabuk. Jika kamu mengalami mabuk perjalanan saat hamil, pastikan kamu mengonsumsi obat mabuk yang aman dan sesuai dengan saran dokter.

Reference
Share