Infeksi kandung kemih
Infeksi Penyakit

10 Penyebab Infeksi Kandung Kemih, Hindari dan Cari Tahu Cara Pencegahannya

Putri Aprillia | Maret 15, 2022
Share

Infeksi kandung kemih atau infeksi saluran kemih (ISK) merupakan infeksi bakteri yang menyerang saluran kemih. ISK bisa disebabkan karena berbagai faktor dan risiko yang menimbulkan infeksi ini terjadi.

Bagian ginjal, ureter, kandung kemih dan uretra atau saluran kencing dapat mengalami ISK. Apa yang menjadi penyebab penyakit ini menyerang? Yuk segera ketahui agar dapat mengatasi penyebab penyakit ini.

Apa itu infeksi kandung kemih?

Infeksi saluran kemih merupakan infeksi bakteri yang menyerang saluran kemih. Infeksi terjadi karena kuman yang masuk ke dalam saluran dan bergerak menuju uretra. Rasa tidak nyaman pun sering terasa saat ingin buang air kecil. Sebagian besar infeksi melibatkan saluran kemih bagian bawah, kandung kemih dan uretra.

Menurut Pubmed Central, wanita lebih rentan mengalami ISK daripada pria. Sekitar 40 persen wanita Amerika Serikat mengalami ISK dalam hidupnya. Wanita memiliki uretra yang pendek sehingga kandung kemih mudah dijangkau oleh bakteri. Uretra wanita juga letaknya lebih dekat dengan rectum daripada pria.

Yuk ketahui apa yang menjadi penyebab infeksi saluran kemih sehingga bisa menghindari terkena gangguan ini.

Penyebab infeksi kandung kemih

Ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih, antara lain:

1. Kurang minum air

Infeksi saluran kemih bisa disebabkan karena tubuh kekurangan air. Jika dehidrasi, maka ginjal kehilangan cairan. Ginjal membutuhkan air yang cukup agar dapat berfungsi dengan baik. Jika kurang air maka urine akan berwarna pekat dan memancing bakteri untuk menyerang sehingga terjadilah ISK.

2. Tidak buang air setelah berhubungan intim

Setelah berhubungan, penetrasi organ vital pria dapat mendorong bakteri masuk ke uretra dan kandung kemih. Jika tidak buang air kecil, maka bakteri dapat berkembang biak dan infeksi dapat terjadi.

3. Tidak membersihkan organ vital dengan benar

Bakteri yang masuk ke saluran uretra bisa disebabkan karena alat kelamin kotor dan tidak dibersihkan dengan baik. Penting untuk membasuh alat vital dengan benar sehingga dapat menghindari bakteri menempel dan berkembang biak.

4. Sistem imunitas

Tubuh telah memiliki mekanisme pertahanannya sendiri sehingga saat kekebalan tubuh lemah atau terganggu, maka bakteri dan patogen bisa masuk dan menyerang saluran kencing sehingga dapat terjadi infeksi kandung kemih.

5. Pemasangan kateter

Kateter membantu orang yang tidak dapat buang air kecil sendiri karena beberapa kondisi. Kateter merupakan alat bantu untuk dapat mengalirkan urine keluar dari tubuh. Pemasangan kateter ini berisiko terhadap munculnya bakteri dan menyebabkan infeksi pada saluran kemih.

6. Penggunaan alat kontrasepsi

Wanita yang memakai alat kontrasepsi mempunyai risiko lebih tinggi terkena infeksi pada saluran kemih. Dalam alat kontrasepsi terdapat agen spermisida yang bisa menyebabkan infeksi saluran ini lebih tinggi peluangnya.

7. Penyakit penghambat urine

Ada beberapa penyakit yang dapat menyebabkan infeksi saluran kemih seperti batu ginjal karena menghambat aliran urine. Infeksi dapat muncul jika penyakit mengalami komplikasi. Urine tidak dapat dikeluarkan dengan bebas dan memicu pertumbuhan bakteri semakin banyak.

8. Anatomi wanita

Wanita memiliki peluang yang lebih besar terkena ISK karena anatominya. Uretra wanita lebih pendek sehingga jarak yang ditempuh bakteri menuju kandung kemih juga lebih cepat.

9. Menopause

Menopause pada wanita dapat menyebabkan perubahan sirkulasi estrogen pada saluran kemih sehingga rentan Infeksi kandung kemih.

10. Prosedur buang air kecil

Orang yang melakukan prosedur operasi kandung kemih atau pemeriksaan akan melibatkan peralatan media yang dapat meningkatkan risiko terkena infeksi saluran kemih lebih tinggi.

Untuk mencegah infeksi ini terjadi, apa gejala ISK yang dapat dirasakan penderita?

Gejala infeksi kandung kemih

Gejala infeksi antara satu orang dengan orang lain dapat berbeda dan tergantung dari tingkat keparahannya. Namun penting diketahui bagaimana tanda ISK. Infeksi saluran kemih memiliki gejala atau tanda-tanda seperti berikut ini:

  • Selalu merasa ingin kencing
  • Air seni berwarna keruh atau seperti darah
  • Rasa sakit atau terbakar saat kencing
  • Urine berbau busuk
  • Kram atau nyeri dibawah perut
  • Nyeri pada punggung

Infeksi kandung kemih apakah berbahaya

Infeksi saluran kemih cukup berbahaya apabila tidak diatasi dengan segera, penanganan yang tepat dapat membuat saluran kencing normal kembali. Infeksi ini sering menyebabkan beberapa kondisi berikut ini:

  • Demam
  • Panas dingin
  • Mual dan muntah
  • Merasa sakit
  • Infeksi pada ginjal
  • Infeksi saluran kemih yang memerlukan bantuan medis

Bagaimana pengobatan infeksi saluran kemih?

Cara mengatasi infeksi kandung kemih

Untuk mengobati kandung kemih, biasanya dokter akan memberikan antibiotik untuk dikonsumsi harian yang bertujuan menghindari gejala infeksi yang lebih parah. Selain itu ada beberapa tips untuk menghindari infeksi saluran kemih, antara lain:

  • Hindari pantangan infeksi saluran kemih. Jika telah mengalami infeksi, maka hindari minuman berkarbonasi, teh dan kopi untuk mencegah infeksi semakin parah. Hindari pemanis dan gula buatan pada setiap minuman yang dikonsumsi.
  • Hindari makanan pedas, Tidak disarankan untuk penderita ISK makan makanan pedas. Jenis makanan ini akan membuat kandung kemih lebih nyeri dan memburuk kondisi.
  • Minum banyak cairan. Banyak minum air putih atau cairan dapat membuat buang air lebih sering dan lancar sehingga terbebas dari infeksi saluran kemih.
  • Minum jus cranberry. Jus cranberry bisa dijadikan alternatif yang baik untuk menjaga kesehatan kandung kemih.
  • Bersihkan kelamin dengan benar. Selalu lap organ vital dari arah depan ke belakang untuk mencegah bakteri dari anus ikut masuk ke lubang kencing.
  • Buang air kecil setelah berhubungan. Buang air kecil setelah berhubungan intim dapat mencegah bakteri berkembang biak di kelamin dan menghindari infeksi saluran kencing.
  • Hindari produk perawatan organ yang berpotensi mengiritasi. Produk perawatan kewanitaan yang mengandung deodoran dapat membuat iritasi uretra atau area genital sehingga penting menggunakan produk tanpa aroma dan bahan kimia.
  • Gunakan pengendali kehamilan. Gunakan pengendali kehamilan seperti kondom yang aman dan higienis agar menghindari bakteri berkembang biak di dalam organ vital.

Infeksi kandung kemih dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Buang air kecil menjadi siksaan apalagi jika mengalami gejala lain yang lebih parah. Cegah dan segera lakukan perawatan agar infeksi segera reda dan bisa beraktivitas normal seperti sedia kala, ya.

Reference
Share